Dalam panduan ini
- Terlambat 6 jam di origin bisa rugi seminggu (rollover)—khususnya LCL (CFS) dan saat peak season.
- Rencanakan mundur dari ETD: batas CY/CFS → batas dokumen → VGM → barang siap → pickup.
- Anggap CY, CFS, VGM, SI dan label sebagai deadline mutlak—lewat satu, barang rollover atau kena storage.
- Tambahkan buffer untuk janji gudang Kanto/Kansai; tiba tepat waktu di pelabuhan ≠ pengiriman tepat waktu.
Lucas Arillotta · Supply Chain Manager at SINO Shipping · Keterlambatan enam jam di asal bisa membuat pengiriman ke Jepang tertunda hingga seminggu penuh. Ini bukan waktu transit—ini adalah rollover. Jika Anda melewatkan satu cut-off, kontainer atau kargo LCL Anda akan dipindahkan ke jadwal pelayaran berikutnya; Anda harus membayar biaya rebooking, storage, atau detention sementara tenggat waktu Anda terus bergeser. LCL paling rentan: penerimaan CFS di China adalah pintu yang sering berubah, dan saat periode sibuk, cut-off semakin ketat.
Halaman ini memberikan tiga hal: cut-off mana saja yang penting (CY, CFS, VGM, SI/dokumen, label—dan mengapa masing-masing bisa menghambat pengiriman), siapa yang mengendalikan apa (supplier, forwarder, Anda), serta cara merencanakan mundur dari ETD agar setiap tenggat waktu tercapai, bukan dikejar. Halaman ini melengkapi kalender pengiriman (libur dan jadwal) serta booking window (kapan harus booking space)—di sini kami fokus pada tenggat operasional yang menentukan apakah kargo Anda berangkat atau menunggu. Bagian dari panduan lengkap pengiriman ke Jepang.
Model satu halaman: rencanakan mundur dari ETD (kerangka utama yang Anda perlukan)
Titik awal Anda adalah ETD (estimated time of departure)—waktu kapal atau pesawat benar-benar berangkat. Bukan ETA. Merencanakan dari waktu tiba di pelabuhan akan membawa Anda ke titik yang salah: saat Anda mulai peduli dengan Jepang, keputusan berangkat atau rollover sudah dibuat di China. Semua hal penting terjadi sebelum kontainer bergerak.
Rencanakan mundur dengan urutan ini: cut-off CY/CFS (waktu kontainer atau kargo LCL harus tiba di terminal atau CFS) → cut-off dokumen/SI (data B/L disubmit) → VGM (khusus FCL—Verified Gross Mass) → cargo ready (barang sudah dikemas, diberi label, jumlah sudah dicek) → pickup (truk menjemput). Setiap langkah bergantung pada langkah sebelumnya. Lewat satu saja, Anda rollover—biasanya satu siklus pelayaran penuh.
Aturan Jepang: Jika Anda kirim ke Kanto (Tokyo/Yokohama) atau Kansai (Osaka/Kobe), tambahkan buffer waktu. Janji temu gudang di sana sangat ketat; tiba tepat waktu di pelabuhan belum tentu tiba tepat waktu di gudang. Rencanakan cargo ready 1–2 hari lebih awal agar tidak terjepit slot last-mile saat kontainer Anda mendarat. Tool di bawah ini memungkinkan Anda menyesuaikan buffer dan melihat bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi seluruh timeline.
Plan backward from ETD
Set your sailing date, mode, and origin — get the deadlines you must hit to make that sailing.
Your timeline (earliest to latest)
Hit each deadline to make sailing on Sat, 7 Nov 2026
Cargo ready at factory
Thu, 29 Oct 2026
Packed, labelled, CBM confirmed
Pickup (truck to CFS)
Fri, 30 Oct 2026
Supplier releases; truck to CFS
SI / docs cut-off
Fri, 30 Oct 2026
B/L data: consignee, marks, HS, weights
CFS receiving
Sun, 1 Nov 2026
Cargo at CFS for measure, sort, consolidation
Times are indicative. Confirm actual cut-offs with your forwarder—carriers and CFS vary by sailing and port.
Cut-off yang benar-benar akan Anda hadapi (definisi jelas)
Inilah lima tenggat waktu yang menentukan apakah kargo Anda berangkat sesuai jadwal. Masing-masing punya pemilik dan risiko kegagalan yang berbeda. Memahami arti setiap cut-off—dan apa yang terjadi jika Anda melewatkannya—adalah langkah pertama agar perencanaan mundur berjalan benar.
CY closing (FCL)
Apa itu: Tenggat waktu kontainer penuh Anda harus sudah masuk ke terminal—atau diserahkan ke carrier di titik yang disepakati. Terminal butuh waktu untuk stacking, perencanaan stowage, dan loading. Setelah cut-off, kontainer tidak akan ikut pelayaran tersebut.
Jika Anda melewatkannya: Rollover ke kapal berikutnya (biasanya +7 hari), biaya rebooking, dan kadang detention jika kontainer berada di depot off-dock. Untuk FCL ke Jepang, CY biasanya 2–3 hari sebelum ETD—konfirmasi dengan forwarder Anda untuk setiap pelayaran.
CFS receiving closing (LCL)
Apa itu: Tenggat waktu kargo LCL Anda harus tiba di CFS (container freight station). Konsolidator perlu menerima, mengukur (CBM), sortir, dan memasukkan ke kontainer bersama. Proses ini butuh waktu—tidak bisa menerima barang di menit terakhir.
Jika Anda melewatkannya: Anda rollover ke konsolidasi berikutnya. Untuk LCL ke Jepang, ini biasanya cut-off yang paling ketat dan berisiko: window CFS lebih sempit dibanding CY, dan saat peak season, cut-off bisa maju lebih awal. Lihat FCL vs LCL untuk memahami mengapa LCL lebih banyak proses—dan mengapa cut-off CFS sangat krusial.
VGM cut-off (FCL export)
Apa itu: Tenggat waktu submit Verified Gross Mass—berat kontainer yang sudah dikemas dan disertifikasi. SOLAS mewajibkan ini sebelum loading. Tanpa VGM, kontainer tidak bisa di-load.
Jika Anda melewatkannya: Kontainer tetap di quay meski sudah di terminal. “No load” berarti Anda rollover dan bisa kena biaya rebooking, storage, atau repositioning. VGM biasanya 24–48 jam sebelum CY closing. Khusus FCL—LCL ditimbang oleh konsolidator di CFS.
Docs / SI cut-off (Shipping Instructions)
Apa itu: Tenggat waktu submit data untuk bill of lading: consignee, notify party, marks, HS code, jumlah paket, berat bruto/netto, dan deskripsi barang. Carrier menggunakan data ini untuk menerbitkan B/L dan mengirim ke Jepang.
Jika Anda melewatkannya: SI terlambat = B/L terlambat. Broker Jepang tidak bisa memproses entry NACCS, perhitungan duty, atau clearance tanpa dokumen ini. Hasilnya: kargo tertahan di pelabuhan setelah tiba; Anda kehilangan slot gudang dan kena demurrage. Perbaiki SI sebelum CY/CFS—dokumen ini kunci clearance.
Batas waktu penempelan label / tanda pengiriman
Apa itu: Tenggat waktu operasional untuk label karton dan pallet—serta shipping marks—harus difinalisasi dan ditempel sebelum pickup atau pengiriman ke CFS. Bukan cut-off carrier, tapi cut-off praktis: label yang salah atau kurang akan menghambat proses berikutnya.
Jika Anda melewatkannya: Rework di CFS (biaya ditanggung Anda), CFS menolak barang (rollover), atau gudang di Jepang menolak barang. Label dan marks harus sesuai packing list dan B/L. Pastikan selesai sebelum kargo bergerak—mengubah label setelah pickup menimbulkan kebingungan, keterlambatan, dan biaya tambahan.
Siapa yang Mengendalikan Setiap Tenggat Waktu (dan Di Mana Pengiriman ke Jepang Sering Bermasalah)
Tenggat waktu gagal ketika proses serah terima terganggu. Ada tiga pihak yang memegang kendali di rantai ini; jika satu pihak lalai, pihak berikutnya tidak bisa melanjutkan. Memahami siapa yang bertanggung jawab atas apa—dan kesalahan apa yang paling sering terjadi—membantu Anda menindaklanjuti ke orang yang tepat dan menghindari siklus “bukan salah saya”.
Supplier — Tanggal barang siap, kualitas pengepakan, jumlah karton, dan pelabelan. Supplier menentukan apakah barang keluar dari pabrik tepat waktu dan dalam kondisi yang benar. Produksi yang terlambat atau jumlah yang salah akan berdampak ke proses selanjutnya. Jika supplier bilang “barang siap Jumat” tapi label baru selesai saat penjemputan, forwarder tidak bisa bergerak.
Forwarder / agen asal — Pemesanan CFS/CY, konfirmasi cut-off, koordinasi penjemputan, dan validasi dokumen. Mereka tahu tenggat waktu dari carrier dan harus memberi peringatan jika sudah mepet. Namun, mereka tidak bisa memperbaiki barang yang terlambat atau data SI yang salah—mereka hanya bisa meneruskan. Proses serah terima gagal jika forwarder tidak konfirmasi cut-off sejak awal atau penjemputan dijadwalkan terlalu mepet.
Shipper / importir (Anda) — Akurasi data SI, kesesuaian HS code dan deskripsi, approval, dan pengajuan VGM. Anda bertanggung jawab atas dokumen yang membuka akses B/L dan NACCS clearance di Jepang. Consignee salah, approval terlambat, atau VGM diajukan setelah tenggat = tanggung jawab Anda. Tidak ada pihak lain yang bisa memperbaikinya.
Gunakan tabel di bawah ini sebagai referensi cepat: cut-off, pemilik tanggung jawab, dan kegagalan yang paling sering terjadi pada pengiriman ke Jepang. Jika terjadi masalah, mulai dari pemiliknya.
| Cut-off | Pemilik | Kegagalan umum |
|---|---|---|
| CY gate-in (FCL) / CFS receiving (LCL) | Forwarder + Supplier | Penjemputan terlambat, macet, atau barang belum siap |
| VGM | Shipper / Forwarder | Diajukan lewat tenggat; kontainer tidak di-load |
| SI / Dokumen | Shipper | Data salah, approval terlambat, atau perubahan setelah cut-off |
| Label / Tanda | Supplier | Ditempel setelah penjemputan, tanda salah, atau ditolak CFS |
| Barang siap | Supplier | Produksi terlambat, jumlah salah, atau pengepakan molor |
Perencanaan Berdasarkan Moda: LCL vs FCL ke Jepang
Urutan tenggat waktu berbeda untuk setiap moda. LCL menambah langkah konsolidasi; FCL menambah VGM. Berikut hal-hal yang harus Anda pastikan untuk masing-masing moda.
Aturan Perencanaan LCL (CFS)
Barang harus siap lebih awal dari yang Anda kira. CFS tidak hanya menerima barang—mereka juga mengukur, menyortir, dan memuat. Semua itu butuh waktu. Tanggal “barang siap” Anda harus masuk ke jadwal penerimaan CFS dengan buffer waktu; jika Anda menargetkan “hari cut-off CFS”, Anda sudah terlambat. Untuk banyak rute LCL ke Jepang, rencanakan barang siap 4–6 hari sebelum CFS receiving. Tanyakan ke forwarder Anda untuk jendela waktu pastinya.
Dokumen dan label bisa menunda sebelum barang berlayar. Tanda salah, SI terlambat, atau label baru ditempel di CFS—semua itu terjadi di darat. Selesaikan sebelum penjemputan. LCL punya lebih banyak proses serah terima dibanding FCL; setiap langkah bisa jadi titik kegagalan. Lihat FCL vs LCL untuk mengetahui kapan masing-masing moda lebih cocok.
Aturan Perencanaan FCL (CY)
Pastikan empat hal ini secara berurutan: rencana kontainer, slot gate-in, VGM, dan SI. Rencana kontainer untuk mendapatkan box; gate-in adalah waktu barang harus masuk. Tapi titik kritisnya adalah VGM dan SI. Gate-in CY terlihat jelas—Anda bisa lihat truk masuk. VGM dan SI adalah dokumen; sering diasumsikan sudah beres, padahal belum. VGM terlambat = barang tidak dimuat, meski kontainer sudah di terminal. SI terlambat = B/L terlambat = keterlambatan proses clearance di Jepang. Pastikan VGM dan SI sudah fix 24–48 jam sebelum CY agar tidak ada yang tertinggal di detik terakhir.
LCL (CFS)
- 1 Cargo ready at factory
- 2 Pickup → truck to CFS
- 3 SI / docs cut-off
- 4 CFS receiving
FCL (CY)
- 1 Cargo ready at factory
- 2 Pickup → truck to CY
- 3 SI / docs cut-off
- 4 VGM → CY gate-in
Perspektif Jepang: Mengapa Cut-off Berpengaruh Besar pada Clearance dan Pengiriman
Asumsi yang sering muncul: kalau kontainer saya tiba tepat waktu, pasti aman. Salah. Cut-off yang Anda penuhi—atau lewatkan—di China menentukan apa yang terjadi di Jepang. Dokumen terlambat tidak hanya menunda B/L; tapi juga menunda entri NACCS, perhitungan bea masuk, rilis clearance, dan jadwal masuk gudang Anda. Broker di Jepang tidak bisa menyiapkan apa pun tanpa data B/L. SI di China → B/L diterbitkan → dikirim ke Jepang → broker proses NACCS → bea cukai setuju → slot pengiriman dikonfirmasi. Jika mata rantai pertama putus, semuanya ikut tertunda.
Tiba di pelabuhan tepat waktu ≠ pengiriman tepat waktu. Kontainer Anda tiba di Yokohama atau Kobe sesuai jadwal. Tapi jika B/L baru keluar terlambat, broker Anda masih menunggu. Tidak ada B/L, tidak ada NACCS. Tidak ada clearance, tidak ada rilis. Tidak ada rilis, tidak ada truk. Dan di Kanto dan Kansai, jadwal masuk gudang sangat padat—cepat penuh. Jika Anda kehilangan slot karena clearance terlambat, Anda harus rebook. Artinya, waktu tunggu, biaya rebooking, dan demurrage jika kontainer menumpuk di CFS atau CY. Titik kemacetan berpindah dari laut ke dokumen lalu ke last-mile. Pastikan cut-off di origin berjalan mulus agar rantai tetap utuh sampai pengiriman.
Checklist Wajib: Yang Harus Dikunci 48–72 Jam Sebelum Cut-off
48–72 jam terakhir sebelum cut-off adalah saat paling rawan terjadi kesalahan. Produksi molor, ada yang “lupa” kirim SI, atau penjemputan dijadwalkan tepat di hari cut-off, bukan sebelumnya. Gunakan checklist ini untuk memastikan semua sudah siap sebelum tenggat—bukan di hari H. Bagikan juga ke supplier dan forwarder Anda agar semua paham arti “siap”.
Data SI — Nama, alamat, notify party, tanda. Final. Tidak ada “besok kami konfirmasi”. Typo di alamat consignee bisa menghambat B/L dan NACCS. Pastikan benar.
Invoice dan packing list — Berat, jumlah karton, nilai. Harus sesuai satu sama lain dan dengan barang fisik. Ketidaksesuaian bisa menyebabkan rework di CFS atau pertanyaan dari bea cukai Jepang. Samakan semuanya.
Label dan tanda — Ditempel sebelum penjemputan, bukan di CFS. Foto jika forwarder atau CFS minta bukti. Tanda salah = barang ditolak atau harus diulang. Selesaikan di pabrik.
VGM — Metode sudah dipastikan (penimbangan atau perhitungan). Kontak penanggung jawab jelas dan bisa dihubungi. Khusus FCL, tapi inilah yang paling sering bikin “no load” kalau terlupa. Jangan tunda sampai detik terakhir.
Penjemputan — Jadwal sudah dikonfirmasi dengan tanggal dan jam. Buffer untuk macet sudah diperhitungkan—kota pelabuhan di China rawan kemacetan; telat dua jam bisa gagal cut-off. Antisipasi. Jika supplier Anda butuh dukungan pickup di origin, koordinasikan lebih awal.
Kesalahan Umum (singkat, menyakitkan, nyata)
Lima kesalahan ini sering terjadi berulang kali. Sebenarnya bisa dihindari—namun mahal akibatnya jika tidak.
1. Menganggap ETD sama dengan barang siap — ETD adalah waktu kapal berangkat. Barang siap artinya pemasok sudah mengemas, memberi label, dan menyerahkan barang. Jika perencanaan hanya berdasarkan ETD dan mengasumsikan “nanti pasti siap”, pengiriman jadi terlambat. Barang siap menentukan jadwal penjemputan, yang berpengaruh ke CY/CFS. Susun mundur: ETD → CY/CFS → dokumen → VGM → barang siap. Pastikan barang siap dulu; ETD adalah hasil akhirnya.
2. Mengirim ke CFS tepat di hari cut-off (LCL) — Cut-off CFS adalah batas penerimaan—mereka butuh waktu untuk menimbang, memilah, dan memuat. Datang pagi hari cut-off sangat berisiko: macet, antrean di pelabuhan, atau sedikit keterlambatan bisa membuat Anda gagal. Rencanakan barang tiba di CFS 1–2 hari sebelum cut-off. “Hari cut-off” sebenarnya berarti “batas paling akhir”—dan batas paling akhir sering jadi “terlambat”.
3. Mengirim VGM setelah tenggat — Kontainer bisa sudah di terminal, sudah masuk gate, tapi tetap tidak dimuat. Tanpa VGM = tidak dimuat. Carrier tidak kompromi soal ini. Anda harus rebook dan biasanya kena biaya tambahan. Kirim VGM 24–48 jam sebelum CY tutup. Pastikan siapa yang bertanggung jawab dan kejar lebih awal.
4. Mengubah SI setelah cut-off — SI menentukan data di B/L. Jika diubah setelah tenggat, carrier akan menerbitkan B/L revisi—lebih lambat. Ini menghambat proses NACCS dan clearance di Jepang. Broker tidak bisa memproses entry tanpa B/L. Kunci SI sebelum cut-off; anggap sebagai final. Perubahan memakan waktu dan kadang biaya.
5. Memberi label setelah barang diambil — Label harus sudah terpasang saat truk menjemput barang. Jika baru diberi label di CFS, risiko barang ditolak, harus rework, atau terjadi kekeliruan tanda sangat tinggi. CFS mengenakan biaya rework; koreksi menambah waktu. Pasang label di pabrik, sebelum pickup. Foto jika perlu bukti.
Kesimpulan
Cara paling efektif menghindari rollover dan biaya ekstra pada pengiriman ke Jepang adalah merencanakan mundur dari ETD dan memperlakukan CY/CFS, VGM, SI, dan label sebagai tenggat yang wajib—bukan target fleksibel. Kunci keempat hal itu, maka transit, clearance, dan pengiriman akhir akan lebih stabil. Khusus wilayah Kanto dan Kansai, di mana slot gudang cepat penuh, pekerjaan di asal menentukan hasil saat kontainer tiba. Gunakan Backward Planner di atas, kunci checklist, dan konfirmasi cut-off ke forwarder sebelum merayakan ETD.
ReferensiGlosarium· 43 istilah
Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.
- B/L
- 20. Bill of Lading. Dokumen transportasi dari carrier; bukti kontrak dan (untuk B/L negotiable) hak kepemilikan barang.
- Bea Masuk
- Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
- cargo ready
- Saat barang sudah dikemas, diberi label, jumlah dicek, dan dilepas dari pabrik; tanggal ini jadi dasar pickup dan transit ke CFS/CY. Rencanakan lebih awal dari cut-off CFS untuk LCL.
- CBM
- 31. Cubic metre. Satuan standar volume pengiriman; dipakai untuk tarif LCL dan kapasitas kontainer.
- CFS
- 34. Container Freight Station. Fasilitas konsolidasi (origin) atau de-konsolidasi (destination) kargo LCL. Di FCA (CFS), seller menyerahkan kargo loose di sini; serah terima dan risiko berpindah saat diterima.
- clearance
- 43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
- consignee
- Pihak yang menerima barang di tujuan, tercantum di B/L dan dokumen pengiriman.
- cut-off
- Batas waktu barang atau dokumen harus diterima agar bisa ikut kapal atau pesawat tertentu; lewat deadline biasanya tertunda sehari.
- CY
- Container Yard; area terminal tempat kontainer penuh diterima, disimpan, dan diserahkan. Di bawah FCA (CY), penjual menyerahkan kontainer di sini, risiko berpindah saat gate-in.
- demurrage
- Biaya saat barang tinggal di terminal lewat free time yang diberikan; biasanya akibat dokumen terlambat atau pickup tertunda.
- detention
- Biaya saat kontainer penuh ditahan oleh shipper atau consignee lewat free days (misal untuk loading, unloading, atau pengembalian).
- DUA
- Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
- duty
- Bea masuk; pajak yang dikenakan bea cukai atas barang impor, dihitung berdasarkan HS code, nilai barang, dan asal negara.
- ETA
- Estimated Time of Arrival; perkiraan waktu kapal atau pesawat tiba di destination.
- ETD
- Estimated Time of Departure; perkiraan waktu kapal atau pesawat berangkat dari origin.
- FCL
- Full Container Load; Anda booking satu container penuh (misal: 20GP atau 40HC), hanya barang Anda di dalamnya.
- forwarder
- Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
- gate-in
- Saat container atau kargo diterima di terminal; carrier atau terminal mengeluarkan tanda terima. Di FCA, risiko beralih saat gate-in. Carrier menambahkan notasi on-board di B/L setelah gate-in dan container dimuat.
- Golden Week
- Periode libur Jepang (akhir April–awal Mei); pelabuhan dan gudang melambat atau tutup. Booking minimal 2 minggu sebelumnya atau sesuaikan jadwal.
- HS Code
- HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
- Incoterms
- International Commercial Terms. Aturan standar (EXW, FOB, CIF, DDP, dll.) yang menentukan siapa yang membayar, siapa yang mengurus bea cukai, dan kapan risiko berpindah di setiap tahap.
- Kansai
- Wilayah Osaka (Osaka, Kobe, Kyoto); biasanya lebih ramah logistik daripada Kanto, zona industri besar, tapi slot dan aturan safety tetap ketat.
- Kanto
- Wilayah Tokyo (Tokyo, Yokohama, Chiba, Saitama); last-mile lebih ketat: macet, akses sempit, batas ukuran truk (2t/4t), lead time gate pendek.
- last-mile
- Tahap akhir pengiriman dari pelabuhan, bandara, atau gudang ke alamat penerima. Bisa termasuk surcharge area terpencil atau residensial.
- LCL
- Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
- NACCS
- Nippon Automated Cargo and Port Consolidated System. Sistem elektronik Jepang untuk clearance bea cukai laut, udara, dan express. DAP: broker buyer yang submit; DDP: broker seller atau IOR yang submit.
- no load
- Kontainer tidak ter-load meski sudah di terminal. Biasanya karena VGM belum ada—carrier tidak akan load tanpa VGM. Akibatnya rollover dan rebooking.
- notify party
- Pihak yang tercantum di B/L untuk diberitahu saat kargo tiba. Biasanya forwarder atau broker bea cukai; harus benar untuk clearance di Jepang.
- Obon
- Periode libur Jepang (pertengahan Agustus). Gudang dan trucking melambat; siap-siap delay dan sulit dapat slot appointment.
- Packing List
- Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
- pickup
- Pengambilan barang di pabrik. Truk dipesan, muat di lokasi asal, lalu kirim ke CFS, CY, atau bandara. Jarak, jumlah supplier, dan kesiapan barang memengaruhi biaya.
- pre-clearance
- Pengiriman dokumen impor sebelum barang tiba (Jepang: Pre-arrival Examination); mempercepat clearance, butuh B/L atau AWB dan izin siap lebih awal.
- PSE
- Product Safety of Electrical Appliances and Materials. Sertifikasi wajib Jepang untuk produk listrik di bawah DENAN. Bentuk logo (diamond atau circle) tergantung kategori produk.
- rebooking
- Booking ulang appointment pengiriman setelah slot awal terlewat; kena biaya rebooking dan delay (biasanya 2–3 hari saat peak).
- rework
- Koreksi kargo yang tidak sesuai (relabel, repack, recount). Biaya ditanggung sendiri jika barang ditolak atau tertahan; perbaiki di asal untuk hindari biaya tambahan.
- rollover
- Ketika kargo lewat cut-off dan dipindah ke jadwal kapal atau pesawat berikutnya. Sama dengan ‘roll’; biasanya +7 hari untuk laut. Cut-off LCL dan CFS jadi pemicu utama rollover.
- Shipping Instructions
- SI. Data yang Anda kirim untuk B/L: penerima, notify party, tanda, HS code, berat, dan deskripsi barang. SI terlambat = B/L terlambat = clearance tertunda di Jepang.
- shipping marks
- Tanda pada karton: port mark, nama penerima, label penanganan. Harus sesuai dengan packing list dan B/L; ketidaksesuaian bisa memperlambat proses CFS dan bea cukai.
- SI
- Shipping Instructions. Data yang Anda kirim untuk B/L: penerima, notify party, tanda, HS code, berat, dan deskripsi barang. SI terlambat = B/L terlambat = clearance tertunda di Jepang.
- SOLAS
- Safety of Life at Sea. Konvensi internasional; mewajibkan VGM untuk kontainer yang sudah dipacking.
- stowage
- Penataan dan penempatan kontainer atau kargo di kapal. Terminal butuh waktu setelah CY cut-off untuk merencanakan stowage sebelum kapal berangkat.
- TELEC
- Telecom Engineering Center. Badan sertifikasi untuk perangkat radio di bawah Radio Law Jepang. Sering jadi istilah untuk approval TELEC/MIC.
- VGM
- Verified Gross Mass. Berat resmi kontainer yang sudah dipacking (SOLAS); wajib sebelum loading.
Tidak ada istilah yang cocok dengan pencarian Anda.