Skip to main content
Terbaru · Oktober 2026 19 menit baca Indonesia

Pengiriman dari Cina ke Indonesia — Tarif Laut & Udara, Bea Cukai, Kepatuhan

Panduan lengkap ekspor-impor Cina ke Indonesia: tarif laut & udara terkini, kepatuhan SNI/SDPPI/BPOM, bea cukai INSW, pilihan pelabuhan/bandara, dan bea anti-dumping.

Lucas Arillotta
Lucas Arillotta Supply Chain Manager di SINO Shipping
Dapatkan Penawaran Pengiriman Indonesia

Tarif diperbarui setiap bulan · Penawaran gratis tanpa komitmen

Tiongkok Indonesia
world map
Kargo laut
$765–$935
Kargo udara
$2.3/kg
Transit laut
10–14 hari
Transit udara
3–4 hari
Dalam panduan ini
  1. 01 Pengiriman Laut vs Udara Indones
  2. 02 Incoterms
  3. 03 Layanan Pengiriman ke Indonesia
  4. 04 Bea Cukai & Kepatuhan Indonesia
  5. 05 Daftar Dokumen
  6. 06 Jalur China ke Indonesia & Cut-o
  7. 07 Palet & Asuransi Kargo Indonesia
  8. 08 Studi Kasus
  9. 09 Kirim ke Indonesia dengan Aman
Hal-hal penting dalam artikel
  • Pengiriman laut dari Cina ke pelabuhan utama Indonesia (Jakarta, Surabaya) memakan waktu 6–9 hari, sedangkan udara hanya 1–2 hari via Bandara Soekarno-Hatta.
  • Indonesia menerapkan PPN 11% atas impor, dihitung dari (nilai pabean + bea masuk + cukai) x 11%; bea masuk berkisar 0–40% tergantung HS code.
  • Sertifikasi SNI wajib untuk elektronik, mainan, bahan kimia, dan makanan; registrasi BPOM diperlukan untuk semua makanan, minuman, dan kosmetik impor.
  • Registrasi API wajib untuk proses bea cukai; pengajuan gratis dan proses 5–15 hari kerja, namun perusahaan asing harus menunjuk IOR lokal.

Tarif pengiriman dari China ke Indonesia

Diperbarui Oktober 2026. Tarif indikatif dari China — dapatkan penawaran untuk harga pasti.

Lewati ke panduan

Tarif saat ini

Pengiriman Laut (20GP) +25.8%
$765–$935 10–14 hari
Pengiriman Laut (40GP) +23.1%
$1,440–$1,760 10–14 hari
Pengiriman Laut LCL =
$22/CBM 11–18 hari
Pengiriman Udara (1000kg+) +4.5%
$2.3/kg 3–4 hari
Kurir Ekspres +4.4%
$4.02/kg 3–5 hari
Tarif diperbarui Oktober 2026. Harga merupakan estimasi. Dapatkan penawaran pasti

Estimasi Cepat

ke Indonesia

CBM
Masukkan volume di atas
Dapatkan Penawaran Akurat

Estimasi berdasarkan tarif pasar publik. Harga akhir dapat berbeda.

Tren harga

Klik seri untuk menampilkan atau menyembunyikannya

Riwayat tarif — Indonesia

Klik seri untuk menampilkan atau menyembunyikannya

Gambaran pasar — Oktober

Intra-Asia StabilStabil

Layanan langsung China-SEA berjalan normal.

Hub Transshipment PadatLebih ketat

Singapore/Port Klang padat akibat kapal jarak jauh yang dialihkan.

Kontainer KrisisLebih ketat

Ketersediaan kontainer menurun karena dialihkan ke rute krisis.

Tarif FCLLebih ketat

20GP ~$850, 40GP ~$1600 — tarif Oktober, biaya tambahan mungkin berlaku

Dapatkan Update Tarif Bulanan

Tarif pengiriman Indonesia langsung ke email Anda — gratis, tanpa spam.

Panduan Lengkap
Lucas Arillotta Lucas Arillotta · Supply Chain Manager at SINO Shipping ·

Kargo Anda bisa keluar dari Tanjung Priok dalam 48 jam. Atau justru menumpuk di gudang Jakarta selama tiga minggu. Perbedaannya bukan soal keberuntungan — tapi keputusan yang Anda ambil bahkan sebelum kontainer berangkat dari Shenzhen.

Sebagian besar importir kehilangan $500–$2,500 per pengiriman China→Indonesia bahkan sebelum palet pertama tiba di Surabaya atau Jakarta. Bukan karena tarif pengiriman — tapi karena kesalahan yang sering kami temui: memilih laut padahal udara satu-satunya cara mengejar jadwal peluncuran, melewatkan jendela sertifikasi SNI atau BPOM yang akhirnya memicu penahanan INSW, atau salah memilih Incoterms yang tidak sesuai dengan aturan PPN dan API Indonesia. Kami telah menangani ratusan kontainer, LCL, dan palet udara dari China ke Indonesia. Tiga keputusan ini selalu jadi penentu setiap pengiriman:

  1. Mode pengiriman — Pengiriman laut hemat 60–80% dibanding udara, tapi udara jadi solusi saat Anda butuh 1–2 hari sampai Soekarno-Hatta atau Juanda
  2. Waktu kepatuhan dokumen — Registrasi SNI (BSN), SDPPI, BPOM, dan API butuh 2–14 minggu; lewat tenggat, barang Anda bisa tertahan di INSW atau pelabuhan
  3. Incoterms — FOB memberi kendali dan efisiensi biaya; DDP menawarkan kemudahan dengan biaya lebih mahal 15–25%

Baik Anda sedang mencari info biaya kirim dari China ke Indonesia atau cara termurah impor dari China ke Indonesia, panduan ini merangkum kerangka kerja yang kami pakai untuk setiap pengiriman ke Indonesia: tarif terbaru 2026 (pembaruan Oktober), rincian biaya riil, jadwal cut-off, spesifikasi palet, asuransi, serta empat studi kasus pengiriman China→Indonesia yang kami tangani.

Untuk siapa panduan ini: Importir pemula yang kirim sampel ke Indonesia, penjual e-commerce yang restock di Jakarta atau Surabaya, dan pembeli yang ingin memperlancar rantai pasok China→Indonesia. Kerangka kerja sama, baik Anda kirim 50 kg lewat udara atau 10 kontainer lewat laut.

Bagian 1 · Membuat Keputusan yang Tepat

Pengiriman Laut vs Udara ke Indonesia: Mana yang Tepat untuk Anda?

Saat mengirim barang dari China ke Indonesia, memilih antara pengiriman laut dan udara sangat menentukan biaya, waktu, dan risiko kepatuhan Anda. Banyak importir kehilangan Rp 10–50 juta per pengiriman hanya karena salah pilih mode untuk volume atau urgensi mereka—terutama saat tenggat bertabrakan dengan libur nasional Indonesia atau keterlambatan sertifikasi. Berikut cara menghitung titik impas dan skenario terbaik untuk masing-masing mode.

Perbandingan biaya & kecepatan secara singkat

Oktober 2026 tarif
Laut FCL

Cocok untuk: 12+ CBM, pengiriman rutin

Biaya $765–$935 / 20GP $1,440–$1,760 / 40GP
Transit 10–14 hari pelabuhan-ke-pelabuhan
Demurrage jika tidak selesai bongkar dalam masa bebas
Laut LCL

Cocok untuk: 1–10 CBM, konsolidasi dari beberapa pemasok

Biaya $22/CBM + biaya asal/tujuan
Transit 11–18 hari pintu-ke-pintu
Biaya penanganan CFS, potensi keterlambatan co-loading
Kargo Udara

Cocok untuk: Barang bernilai tinggi, mendesak, <500 kg

Biaya $2.3/kg mulai 1.000 kg+
Transit 3–4 hari bandara-ke-bandara
Biaya bahan bakar, biaya keamanan
Ekspres (DDP)

Cocok untuk: Sampel, <50 kg, DDP cepat

Biaya $4.02/kg termasuk bea
Transit 3–5 hari pintu-ke-pintu
Bea sudah masuk harga (kontrol lebih sedikit)
Kalkulator break-even
Oktober 2026 tarif
Kargo udara
500 kg × $2.3/kg$1,150
Transit3–4 hari
LCL Laut
3 CBM × $22/CBM + $200 biaya$266
Transit10–14 hari
Biaya udara 4.3× biaya laut~9 hariUdara lebih unggul jika biaya harian Anda melebihi $104 per hari

Pengiriman Laut: Jaringan Pelabuhan Indonesia & Batasan Volume

Pengiriman laut masih menjadi andalan ekspor-impor China–Indonesia, khususnya untuk mesin, tekstil, dan barang konsumsi dalam jumlah besar. Titik masuk utama—Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Belawan (Medan), dan Makassar—menawarkan jadwal pelayaran rutin dan waktu tempuh yang bisa diprediksi:

  • Shanghai ke Jakarta (Tanjung Priok): 6–8 hari
  • Shanghai ke Surabaya (Tanjung Perak): 7–9 hari
  • Shanghai ke Medan (Belawan): 8–10 hari
  • Shanghai ke Makassar: 9–12 hari

Pengiriman laut sangat ideal untuk muatan di atas 300–500 kg atau 2–3 CBM. Kontainer penuh (FCL) memberi tarif terbaik dan penanganan tercepat, sedangkan LCL (gabungan kontainer) cocok untuk volume kecil—tapi ada tambahan waktu untuk konsolidasi dan dekonsolidasi. Kami sering melihat LCL tertahan di bea cukai jika sertifikat SNI atau SDPPI belum siap, jadi pastikan waktu pengurusan dokumen sudah diperhitungkan.

Bagi kebanyakan importir, pengiriman laut bisa menghemat 60–80% dibanding udara, tapi Anda harus mengantisipasi libur nasional besar seperti Idul Fitri dan Natal, yang bisa menambah waktu clearance 1–2 minggu jika barang tiba saat masa libur.

Pengiriman Udara: Saat Kecepatan Jadi Kunci

Pengiriman udara tepat untuk tiga skenario yang sering kami temui di Indonesia:

  1. Alat kesehatan kritis atau spare part mendesak: Rumah sakit dan pabrik sering butuh barang dalam waktu 3–5 hari. Pengiriman udara ke Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) bisa tiba 1–2 hari langsung dari Shanghai, dengan proses bea cukai 2–3 hari asalkan semua izin sudah siap.
  2. Elektronik bernilai tinggi atau sampel produk: Untuk peluncuran produk atau prototipe mendesak, udara menghindari risiko keterlambatan LCL dan mempercepat rantai pasok Anda. Pengiriman udara ideal untuk berat di bawah 200 kg atau kiriman yang biaya landed-nya tidak terlalu sensitif terhadap tarif premium.
  3. Menghindari bottleneck saat libur: Jika pengiriman Anda berisiko tiba saat Idul Fitri atau Natal, udara bisa membantu menghindari penutupan pelabuhan dan backlog—terutama untuk barang retail atau e-commerce yang sensitif waktu.

Biaya pengiriman udara 3–5 kali lipat dari laut, tapi untuk barang mendesak, ringan, atau sensitif dokumen, seringkali ini satu-satunya cara memenuhi tenggat pasar Indonesia.

Tips praktis: Shanghai ke Jakarta via udara: 1–2 hari direct, tambah 2–3 hari untuk bea cukai (jika SNI, SDPPI, atau BPOM sudah selesai). Untuk laut, estimasi 6–8 hari pelayaran dan 1–3 hari clearance—kecuali tiba saat Idul Fitri, bisa molor sampai 2 minggu.

Singkatnya: Pengiriman laut paling pas untuk barang besar dan sensitif biaya di atas 2 CBM atau 300 kg—pastikan saja semua sertifikasi selesai sebelum kedatangan dan hindari masa libur nasional. Pengiriman udara adalah solusi untuk barang mendesak, bernilai tinggi, atau sangat tergantung dokumen, terutama jika butuh pengiriman kurang dari seminggu atau ingin hindari kemacetan pelabuhan. Kami sarankan evaluasi volume, urgensi, dan status dokumen sebelum booking—lihat panduan memilih mode pengiriman untuk penjelasan lebih detail.

Masih bingung? Jawab 4 pertanyaan singkat

Which mode & Incoterm is right for you?

Answer 4 quick questions — get a tailored recommendation

1. Shipment volume

2. How fast do you need it?

3. Product type

4. Indonesia import experience

Incoterms China → Indonesia (FOB, CIF, CIP, DDP)

Memilih Incoterm yang Tepat untuk Indonesia

Siapa mengurus apa — ringkasan

Tanggung jawab EXW FOB CIF DDP
Kepabeanan ekspor (China) Pembeli Penjual Penjual Penjual
Pemesanan kargo Pembeli Pembeli Penjual Penjual
Biaya transportasi utama Pembeli Pembeli Penjual Penjual
Asuransi kargo Pembeli Pembeli Seller (min.) Penjual
Kepabeanan impor (Indonesia) Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Bea & pajak konsumsi Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Pengiriman domestik Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Risiko berpindah di Gerbang pabrik Sisi kapal Pelabuhan tujuan Pintu pembeli

Lanskap impor di Indonesia diatur oleh regulasi bea cukai yang ketat, sertifikasi produk wajib, serta keharusan memiliki Importer of Record (IOR) lokal dengan registrasi API. Berdasarkan pengalaman kami, pemilihan Incoterm tidak hanya memengaruhi biaya dan risiko, tetapi juga menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kepatuhan, proses bea cukai, dan pengiriman hingga tujuan akhir. Berikut penjelasan Incoterm yang paling sering digunakan untuk pengiriman China–Indonesia, karakteristik lokalnya, serta rekomendasi praktis.

CIF (Cost, Insurance & Freight)

CIF adalah Incoterm paling populer untuk pengiriman laut ke Indonesia, terutama bagi importir yang ingin asuransi dan biaya pengiriman diatur hingga pelabuhan tujuan. Importir Indonesia sering memilih CIF untuk mempermudah proses bea cukai, karena sertifikat asuransi dan invoice pengiriman sudah siap untuk pengajuan ke INSW.

  • Paling cocok untuk: Importir Indonesia yang sudah berpengalaman, pengiriman dalam jumlah besar, pembeli dengan registrasi API
  • Dampak bea cukai: Importir bertanggung jawab atas seluruh proses setelah barang tiba, termasuk pengajuan PIB, pembayaran bea/PPN, dan pemeriksaan kepatuhan (SNI, BPOM, SDPPI)
  • Risiko: Jika sertifikat SNI, BPOM, atau SDPPI belum lengkap, barang akan tertahan di pelabuhan dan biaya storage bisa membengkak. Pastikan semua sertifikasi sudah siap sebelum pengiriman.

Untuk penjelasan lebih detail mengenai asuransi dan perbedaan CIF/CIP, baca panduan asuransi kargo kami.

FOB (Free On Board)

FOB banyak digunakan oleh importir Indonesia yang sudah berpengalaman atau memiliki agen lokal/freight forwarder terpercaya. Dengan FOB, pembeli mengatur sendiri pengiriman dan asuransi dari pelabuhan asal, sehingga memiliki kontrol penuh atas jadwal, biaya, dan kepatuhan.

  • Paling cocok untuk: Importir dengan API-U/API-P, memiliki broker atau agen lokal, skenario kepatuhan yang kompleks
  • Dampak bea cukai: Importir harus mengatur seluruh logistik mulai dari pelabuhan asal, termasuk pengajuan manifest pra-kedatangan dan PIB melalui INSW
  • Risiko: Jika agen lokal tidak paham prosedur bea cukai Indonesia atau gagal mengurus sertifikasi, keterlambatan dan denda sering terjadi.

Bandingkan FOB dan EXW di panduan EXW vs FOB kami.

DDP (Delivered Duty Paid)

DDP kini semakin diminati untuk e-commerce, pengiriman paket kecil, dan importir pemula yang ingin layanan “all-in”. Namun, persyaratan IOR di Indonesia membuat DDP berisiko jika Anda tidak memiliki mitra lokal yang sesuai.

Pengiriman DDP wajib menunjuk IOR lokal (pemegang API)
  • Importir of Record (IOR) lokal dengan API yang valid wajib untuk proses bea cukai.
  • Eksportir asing tidak bisa mengurus bea cukai DDP secara langsung; tunjuk distributor, penyedia logistik, atau broker bea cukai yang memiliki API.
  • Tanpa API atau registrasi BPOM/SNI/SDPPI yang lengkap, barang akan tertahan di bea cukai, terkena biaya storage, atau bahkan perintah re-ekspor.
  • Paling cocok untuk: E-commerce, paket kecil, importir dengan mitra lokal yang sudah mapan
  • Dampak bea cukai: Seluruh bea masuk, PPN, dan kepatuhan diurus oleh IOR; importir wajib memastikan semua registrasi produk selesai sebelum barang tiba
  • Risiko: DDP tanpa IOR yang sesuai akan menyebabkan barang tertahan dan keterlambatan mahal. Selalu cek status API dan kesiapan sertifikasi.

Pelajari risiko DDP dan langkah verifikasi di panduan pengiriman DDP kami.

EXW (Ex Works)

EXW jarang direkomendasikan untuk Indonesia kecuali pembeli memiliki tim logistik yang kuat di China. Dengan EXW, seluruh tanggung jawab pengambilan barang, ekspor, dan kepatuhan ada di pihak pembeli.

  • Paling cocok untuk: Importir sangat berpengalaman, memiliki kantor sendiri di China, proyek berskala besar
  • Dampak bea cukai: Pembeli harus mengatur clearance ekspor, pengiriman, asuransi, dan seluruh kepatuhan di Indonesia
  • Risiko: Kesalahan dokumen asal atau sertifikasi dapat menyebabkan keterlambatan di kedua negara. EXW hanya praktis untuk manufaktur besar atau pembeli dengan keahlian lokal mendalam.

Pelajari lebih lanjut risiko dan kapan EXW tepat di panduan EXW vs FOB kami.

Incoterm Mana yang Sebaiknya Anda Pilih?

  • CIF paling aman untuk sebagian besar pembeli Indonesia: asuransi, pengiriman, dan tiba di pelabuhan sudah di-cover, tapi importir wajib punya API dan sertifikasi lengkap.
  • FOB memberikan kontrol maksimal bagi importir dengan agen lokal, namun butuh manajemen kepatuhan yang kuat.
  • DDP cocok untuk e-commerce dan paket kecil asalkan ada IOR lokal dengan API dan semua registrasi (SNI, BPOM, SDPPI) sudah selesai.
  • EXW hanya cocok bagi pembeli dengan keahlian logistik dan kepatuhan di China.

Untuk perbandingan praktis DAP vs DDP, serta tips pengiriman door-to-door vs port-to-port, baca panduan DAP vs DDP kami dan saran pengiriman door-to-door vs port-to-port.

Layanan Pengiriman ke Indonesia — Udara, Laut (FCL/LCL), DDP & Ekspres

Pengiriman dari China ke Indonesia adalah soal volume: pengiriman laut menjadi pilihan utama untuk barang di atas 2–3 CBM atau 300–400 kg, sementara pengiriman udara mendominasi untuk barang yang mendesak, bernilai tinggi, atau sensitif terhadap regulasi. Kami melihat tarif laut mulai lebih murah dibanding udara begitu Anda mencapai 3 CBM atau 400 kg — jauh lebih cepat dibanding Eropa atau Amerika Serikat. Waktu transit biasanya 6–8 hari lewat laut ke Jakarta (Tanjung Priok) dan 1–2 hari lewat udara ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengiriman udara sangat cocok untuk perangkat medis, restock mendesak, atau pengiriman pertama yang membutuhkan proses BPOM atau SDPPI dengan cepat. Bagi sebagian besar importir Indonesia, laut adalah pilihan utama kecuali jika kecepatan atau mitigasi risiko diperlukan.

Perbandingan cakupan layanan
Pelabuhan-ke-Pelabuhan Paling murah

Importir berpengalaman dengan broker & truk lokal

Standar

25% ditangani oleh forwarder

Pintu-ke-Pelabuhan Favorit

Importir dengan mitra terpercaya di Indonesia

+10–15%

50% ditangani oleh forwarder

Pelabuhan-ke-Pintu Fleksibel

Supplier FOB + manajemen penuh di Indonesia

+15–20%

75% ditangani oleh forwarder

Pintu-ke-Pintu Layanan lengkap

Importir pemula, kepatuhan rumit

+20–35%

100% ditangani oleh forwarder

Titik impas Indonesia: laut vs udara

Pengiriman laut (FCL atau LCL) menjadi lebih ekonomis untuk Indonesia pada 3 CBM atau 400 kg. Jalur Jakarta, Surabaya, dan Medan menunjukkan tarif laut turun drastis setelah melewati batas ini. Kami pernah menangani pengiriman LCL ke Tanjung Priok dengan biaya 60–75% lebih rendah dibanding udara untuk volume 3–10 CBM, dengan selisih waktu transit hanya 4–6 hari. Pengiriman udara paling tepat untuk barang yang sangat mendesak, elektronik bernilai tinggi, atau impor pertama yang menghadapi hambatan sertifikasi SNI, BPOM, atau SDPPI. Gunakan kalkulator di bawah ini untuk membandingkan berat dan volume aktual Anda — kami memperbarui tarif jalur Indonesia setiap bulan agar tetap akurat.

Persyaratan pengiriman: janji temu, akses, dan realita perkotaan

Logistik di kota-kota besar Indonesia menambah kompleksitas setelah barang tiba di pelabuhan atau bandara. Di Jakarta dan Surabaya, janji temu pengiriman wajib untuk sebagian besar gudang (terutama untuk logistik bonded dan pusat fulfillment e-commerce). Ada pembatasan akses di area padat — truk besar dilarang masuk saat jam sibuk, dan waktu pengiriman sering dibatasi pada pagi atau malam hari. Untuk kawasan industri, Anda harus memesan slot bongkar dan memberikan nomor polisi kendaraan sebelum pengiriman. Kami sarankan konfirmasi alamat gudang, jam akses, dan prosedur bongkar dengan penerima barang sebelum booking. Janji temu yang terlewat atau dokumen yang salah bisa menyebabkan biaya penyimpanan atau pengiriman ulang.

Biaya tersembunyi: jebakan bagi importir

Importir ke Indonesia menghadapi struktur biaya berlapis — biaya tersembunyi bisa menambah Rp 2.000.000–Rp 10.000.000 per pengiriman jika tidak diantisipasi. Berikut yang sering kami temui pada pengiriman nyata:

  • Biaya asal: Penjemputan, bea ekspor, dan dokumen di China (biasanya $100–$400 untuk LCL; lebih tinggi untuk FCL atau penanganan khusus)
  • Freight: Tarif laut atau udara ditambah surcharge (bahan bakar, peak season, ISPM-15 untuk kemasan kayu)
  • Biaya tujuan: Penanganan pelabuhan, biaya terminal, penyimpanan gudang (Rp 1.000.000–Rp 3.000.000 untuk LCL; FCL bervariasi tergantung pelabuhan dan ukuran kontainer)
  • Clearance bea cukai: Biaya broker (Rp 500.000–Rp 2.000.000), filing INSW, dan terjemahan dokumen jika diperlukan
  • Pengiriman akhir: Truk dari pelabuhan/bandara ke penerima (Rp 1.000.000–Rp 5.000.000 di wilayah Jabodetabek; lebih tinggi untuk daerah lain atau zona dengan pembatasan waktu)
  • Surcharge hari libur: Pengiriman saat Idul Fitri, Natal, atau Hari Kemerdekaan bisa memicu biaya penyimpanan dan demurrage (hingga Rp 5.000.000 jika terjadi keterlambatan)

Agar terhindar dari biaya tak terduga, baca panduan cut-off times, tips pengiriman akhir, dan saran perlindungan dari kelembapan untuk Indonesia. Selalu cek dengan agen lokal atau gudang mengenai protokol pengiriman dan jadwal biaya sebelum barang berangkat dari China.

Bagian 2 · Pelaksanaan Pengiriman Anda

Bea Cukai & Kepatuhan di Indonesia (BSN, SDPPI, Kementerian Perdagangan, BPOM, Indonesia National Single Window)

Sistem kepabeanan Indonesia berjalan melalui Indonesia National Single Window (INSW), sebuah platform elektronik terpusat yang dirancang untuk memperlancar prosedur impor. Semua importir wajib mengirimkan pre-arrival manifest dan melakukan filing Import Declaration (PIB) secara elektronik melalui INSW sebelum proses clearance dimulai. Platform ini mendukung berbagai jenis entri, termasuk:

  • Impor untuk dipakai
  • Impor sementara
  • Re-ekspor
  • Penimbunan

Proses clearance biasanya memakan waktu 1–3 hari jika dokumen lengkap dan benar. Namun, inspeksi atau filing yang tidak lengkap bisa memperpanjang proses menjadi 3–7 hari. Importir diwajibkan bekerja sama dengan broker bea cukai berlisensi untuk memastikan kelancaran proses.

Perhitungan Bea dan Pajak

Sistem pajak impor Indonesia diatur oleh PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dengan tarif standar 11%. Rumus perhitungan PPN impor mencakup nilai pabean, bea masuk, dan cukai jika berlaku. Bea anti-dumping juga dapat dikenakan pada produk tertentu dari China seperti baja, tekstil, dan bahan kimia, sesuai ketetapan Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI).

Rumus PPN Indonesia

PPN = (Nilai pabean + Bea masuk + Cukai jika ada) x 11%

Sertifikasi Wajib untuk Impor

Indonesia menerapkan persyaratan kepatuhan ketat untuk barang impor, dengan beberapa sertifikasi dikelola oleh instansi lokal. Sertifikasi ini memastikan keamanan produk, kepatuhan lingkungan, dan regulasi. Berikut adalah sertifikasi yang paling sering dibutuhkan untuk barang masuk ke Indonesia:

Electrical & electronic products
BSN (Badan Standardisasi Nasional)
Sertifikasi SNI Certification (e.g. SNI IEC 60065)
Jadwal pengiriman 4–12 weeks
Biaya rata-rata Rp 10,000,000–Rp 50,000,000
Radio & wireless devices
SDPPI (Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi)
Sertifikasi SDPPI Type Approval
Jadwal pengiriman 2–8 weeks
Biaya rata-rata Rp 5,000,000–Rp 20,000,000
Food & beverages
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)
Sertifikasi BPOM Registration
Jadwal pengiriman 4–12 weeks
Biaya rata-rata Rp 5,000,000–Rp 20,000,000
Cosmetics
BPOM
Sertifikasi BPOM Cosmetics Registration
Jadwal pengiriman 6–14 weeks
Biaya rata-rata Rp 10,000,000–Rp 30,000,000
Agricultural / wood packaging
Karantina Pertanian (Agricultural Quarantine Agency)
Sertifikasi ISPM-15 + Phytosanitary certificate
Jadwal pengiriman 1–2 weeks
Biaya rata-rata Rp 500,000–Rp 2,000,000
Medical devices
Kementerian Kesehatan (Ministry of Health)
Sertifikasi Medical Device Registration
Jadwal pengiriman 2–6 months
Biaya rata-rata Rp 20,000,000–Rp 100,000,000+

Cara Menghindari Kesalahan Kepatuhan #1

Kesalahan kepatuhan paling umum pada jalur China→Indonesia adalah mengirim tanpa sertifikasi wajib seperti SNI, BPOM, atau SDPPI. Barang yang tiba tanpa sertifikasi lengkap sering ditahan di bea cukai, menyebabkan keterlambatan, biaya penyimpanan, atau bahkan re-ekspor. Importir harus memastikan semua persetujuan telah diperoleh sebelum barang berangkat agar terhindar dari sanksi mahal.

Daftar Dokumen — China ke Indonesia

Siapa yang Menyiapkan Dokumen?

Untuk pengiriman dari China ke Indonesia, biasanya ada tiga pihak yang terlibat dalam penyiapan dokumen:

  • Supplier: Faktur komersial, packing list, certificate of origin (Form E untuk FTA ASEAN-China), sertifikat produk SNI/SDPPI/BPOM/lainnya, sertifikat ISPM-15 untuk kemasan kayu
  • Forwarder: Bill of Lading (laut) atau Air Waybill (udara), sertifikat asuransi (jika CIF/CIP), pre-arrival manifest
  • Customs broker Indonesia: Pengajuan PIB melalui INSW, dokumen API, perizinan daerah, serta pemeriksaan kepatuhan

Jika Anda menggunakan pengiriman door-to-door, mitra logistik Anda biasanya akan mengoordinasikan seluruh dokumen dan memastikan semua persyaratan Indonesia terpenuhi sebelum kargo berangkat dari China.

Daftar dokumen impor Indonesia

Wajib untuk clearance bea cukai via INSW

0/11

Persyaratan Khusus Indonesia

  • PIB (Pemberitahuan Impor Barang): Wajib diajukan melalui platform Indonesia National Single Window (INSW) sebelum kargo tiba.
  • API (Angka Pengenal Importir): Setiap importir wajib memiliki API-U (umum) atau API-P (produsen) yang masih berlaku; eksportir asing wajib menunjuk IOR lokal.
  • Sertifikat SNI, SDPPI, BPOM: Wajib untuk produk yang diatur. Lihat panduan sertifikasi kami.
  • Sertifikat ISPM-15: Semua kemasan kayu dari China harus bertanda dan bersertifikat ISPM-15. Lihat panduan kepatuhan palet.

Kesalahan Paling Sering Terjadi

  1. Sertifikat SNI, BPOM, atau SDPPI tidak lengkap
    Bea Cukai Indonesia akan menahan, mengenakan denda, atau bahkan mengekspor ulang kargo jika produk wajib sertifikasi tidak memiliki dokumen yang diperlukan.

  2. Registrasi API salah atau tidak ada
    Pengiriman DDP membutuhkan IOR lokal yang sesuai dengan API; eksportir asing tidak bisa melakukan customs clearance tanpa ini.

  3. Kemasan kayu tidak sesuai ISPM-15
    Palet atau peti tanpa tanda ISPM-15 akan ditolak atau harus difumigasi dengan biaya importir.

Untuk penjelasan detail setiap dokumen dan proses pengajuan elektronik, lihat panduan customs clearance INSW kami.

Jalur Pengiriman China ke Indonesia & Jadwal Cut-off Mingguan

Jalur Utama Pengiriman dari China ke Indonesia

Rute laut utama

4 rute
Shanghai Tanjung Priok (Jakarta)
6-8
Beberapa pelayaran per minggu ·
Shanghai Tanjung Perak (Surabaya)
7-9
2–3 pelayaran per minggu ·
Shanghai Belawan (Medan)
8-10
Mingguan ·
Shanghai Makassar
9-12
Mingguan ·

Sebagian besar pengiriman dari China ke Indonesia melalui empat jalur laut utama dan tiga koridor udara utama. Untuk pengiriman laut, Tanjung Priok (Jakarta) adalah pelabuhan kontainer tersibuk di Indonesia, dengan pelayaran langsung dari Shanghai selama 6–8 hari dan beberapa keberangkatan setiap minggu. Tanjung Perak (Surabaya) melayani Jawa Timur dan Bali, dengan waktu tempuh 7–9 hari dan dua hingga tiga pelayaran per minggu. Belawan (Medan) dan Makassar melayani Sumatera dan Indonesia Timur, dengan transit laut dari Shanghai sekitar 8–12 hari dan keberangkatan mingguan.

Untuk pengiriman udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) menjadi hub nasional, menerima penerbangan langsung dari Shanghai Pudong dalam 1–2 hari. Bandara Internasional Juanda (Surabaya) dan Bandara Internasional Kuala Namu (Medan) dijangkau melalui koneksi hub, biasanya dalam 2–3 hari. Pengiriman udara biasanya dipilih untuk barang urgent, alat kesehatan, dan elektronik bernilai tinggi, sementara jalur laut mendominasi untuk kargo massal, mesin, dan tekstil.

Backward Planning: Dari Tanggal Pengiriman ke Booking

Agar tidak melewati tenggat waktu, kami sarankan melakukan backward planning dari tanggal pengiriman yang Anda butuhkan. Berikut langkah-langkah yang biasa kami lakukan:

  1. Tentukan minggu pengiriman yang ditargetkan (perhatikan jam operasional gudang, kemacetan lokal, dan pengiriman last mile).
  2. Cek hari libur besar Indonesia (lihat di bawah) dan hindari kedatangan di periode shutdown.
  3. Hitung waktu transit: Laut (6–12 hari), Udara (1–3 hari) dari Shanghai ke gerbang utama Indonesia.
  4. Tambahkan buffer customs clearance: 1–3 hari untuk pengiriman lancar, 3–7 hari jika ada inspeksi atau masalah dokumen.
  5. Booking space: Amankan ruang laut minimal 2–3 minggu sebelumnya; udara 7–10 hari sebelum untuk kargo reguler, 14 hari untuk peak season atau penanganan khusus.
  6. Konfirmasi cut-off time: Untuk laut, cek deadline CFS (LCL) dan CY (FCL) di origin dan destinasi; untuk udara, pastikan penerimaan maskapai dan pengajuan manifest INSW.
  7. Siapkan dokumen: Pastikan semua sertifikat SNI, BPOM, SDPPI, API, dan ISPM-15 sudah siap sebelum kargo diberangkatkan.

Untuk detail jadwal booking dan kontrol cut-off, lihat panduan cut-off times kami dan praktik terbaik booking windows.

Hari Libur Indonesia: Risiko Gangguan Logistik

Kalender logistik Indonesia dipengaruhi beberapa hari libur besar, masing-masing dengan risiko gangguan tersendiri:

  • Idul Fitri: Tanggal berubah tiap tahun; misal 10–12 April. Pelabuhan, bea cukai, dan truk tutup selama 3–7 hari; keterlambatan bisa sampai 2 minggu. Selalu booking lebih awal dan hindari kedatangan di periode ini.
  • Idul Adha: Tanggal berubah tiap tahun; misal 17 Juni. Penutupan singkat, penundaan minor. Cek jadwal pelabuhan dan hindari deadline mepet.
  • Tahun Baru Imlek: Akhir Januari hingga pertengahan Februari. Gangguan utama di origin (China), namun ada potensi delay di wilayah mayoritas Tionghoa di Indonesia. Tambahkan buffer waktu untuk impor.
  • Hari Kemerdekaan: 17 Agustus. Libur nasional; operasional pelabuhan dan bea cukai terbatas. Hindari kedatangan pengiriman pada atau menjelang tanggal ini.
  • Natal & Tahun Baru: 25 Desember – 1 Januari. Aktivitas logistik melambat, risiko backlog meningkat. Booking lebih awal untuk akhir tahun, dan antisipasi clearance lebih lambat.

Untuk kalender risiko lengkap dan saran spesifik tiap moda, lihat kalender pengiriman Indonesia dan tips pemilihan moda.

Palet & Asuransi Kargo untuk Indonesia

Standar Palet di Indonesia

Indonesia menerapkan aturan ketat terkait kepatuhan palet untuk semua impor—terutama yang berasal dari China. Ukuran ISO 1000x1200mm dan 1100x1100mm menjadi standar nasional. Palet US GMA (48x40 inci) dan EUR (800x1200mm) memang terkadang diterima di beberapa pusat logistik, namun gudang otomatis dan distributor besar lebih memilih ukuran ISO atau Asia. Jika Anda mengirim mesin, tekstil, elektronik, atau barang konsumsi, menggunakan dimensi ISO akan meminimalkan masalah penanganan dan mengurangi risiko kargo ditolak atau tertunda.

Perlakuan panas ISPM-15 wajib untuk semua kemasan kayu dan palet yang masuk ke Indonesia. Bea Cukai dan Karantina Pertanian akan memeriksa tanda ISPM-15. Jika palet Anda tidak memiliki tanda tersebut, atau sertifikat perlakuan tidak dilampirkan, risikonya sangat tinggi—kargo bisa dikarantina, dipak ulang, atau bahkan diekspor kembali. Palet plastik tidak terkena aturan ini, namun palet kayu masih menjadi pilihan utama untuk sebagian besar pengiriman. Kami sarankan memastikan kepatuhan ISPM-15 di negara asal dan melampirkan sertifikat fitosanitari pada daftar kemasan Anda.

Untuk persyaratan detail dan jenis palet yang diterima, lihat panduan palet ISO kami.

Asuransi: ICC(A) dan manajemen risiko

Perbandingan perlindungan

Tanggung jawab pengangkut
Gratis

$500–1.000 per kontainer maksimal

Tidak ada — hanya minimum

ICC(C) — Dasar
0.3–0.5%

Kehilangan total, kebakaran, tenggelam, kandas

Barang bernilai rendah, tidak mudah pecah

ICC(B) — Menengah
0.4–0.7%

ICC(C) + gempa bumi, petir, terhantam ombak

Barang dagangan umum

ICC(A) — Semua risiko ✓ Terbaik
0.5–1.0%

Semua risiko kecuali perang, nuklir, pengecualian tertentu

Elektronik, barang bernilai tinggi — apapun yang layak dilindungi

Asuransi kargo sangat penting untuk pengiriman ke Indonesia—terutama dengan seringnya kemacetan pelabuhan, badai tropis, dan risiko penanganan di Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan. Kami selalu menyarankan perlindungan ICC(A) (Institute Cargo Clauses A), yang melindungi dari semua risiko kecuali yang dikecualikan secara spesifik. Untuk sebagian besar pengiriman China–Indonesia, biaya ICC(A) berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000 per pengiriman, tergantung nilai barang dan moda transportasi. Tarif paling rendah untuk FCL, lebih tinggi untuk LCL dan udara, dan bisa naik tajam saat musim puncak seperti Oktober dan Oct.

Jika Anda mengirim dengan syarat CIF atau CIP, bea cukai Indonesia mewajibkan sertifikat asuransi untuk proses clearance. Untuk DAP/DDP, asuransi bersifat opsional namun sangat dianjurkan. Lihat panduan asuransi kargo kami untuk detail perlindungan dan proses klaim.

General Average: yang wajib diketahui importir

General Average adalah prinsip maritim yang berlaku untuk semua pengiriman laut ke Indonesia. Jika kapal mengalami keadaan darurat (kebakaran, kandas, pembuangan muatan), semua pengirim di atas kapal harus menanggung biaya penyelamatan kapal dan kargo secara bersama. Bahkan jika barang Anda tidak rusak, Anda tetap bisa diminta berkontribusi—dan kargo tidak akan dilepas sebelum Anda membayar bagian Anda atau memberikan jaminan General Average.

Kami pernah menemui kasus ini di rute China–Tanjung Priok setelah badai hebat. Asuransi ICC(A) menanggung kontribusi General Average, namun hanya jika polis sudah diatur sebelum keberangkatan. Tanpa perlindungan ini, importir menghadapi penundaan, tagihan tak terduga, dan risiko kehilangan barang. Selalu periksa polis Anda dan pastikan proses klaim General Average dengan forwarder Anda.

Bagian 3 · Bukti Kasus Nyata

Studi Kasus — China → Indonesia (LCL, FCL, Udara, DDP)

#1
LCL

Speaker Bluetooth: LCL Jakarta, kendala SDPPI

Skenario

Sebuah startup di Bandung memesan 3 CBM speaker Bluetooth dari Shanghai, dikirim LCL ke Tanjung Priok. Pengiriman tiba saat Idul Fitri, namun sertifikat SDPPI Type Approval belum tersedia, sehingga kargo tertahan di bea cukai.

Pendekatan

Kami berkoordinasi dengan agen lokal untuk mempercepat pengujian SDPPI dan mengajukan sertifikat melalui INSW. Biaya storage bertambah selama menunggu persetujuan, namun kargo dilepas setelah 4 hari tambahan.

Total biaya Rp 18.000.000 all-in
Transit 7 hari laut + 9 hari clearance
Biaya storage Rp 2.000.000 akibat keterlambatan
Pelajaran utama

Tanpa sertifikasi SDPPI yang diatur sebelumnya, pengiriman LCL berisiko penyimpanan dan demurrage lebih lama. Selalu amankan SDPPI sebelum kargo berangkat.

#2
FCL

Mesin tekstil: FCL Surabaya, API-U sukses

Skenario

Produsen tekstil di Surabaya mengimpor satu kontainer mesin dari Shanghai. Importir memiliki lisensi API-U dan memastikan pengecualian SNI untuk HS code sebelum pengiriman.

Pendekatan

Kami memeriksa dokumen sebelum kapal berangkat, bekerja sama dengan broker bea cukai lokal, dan mengajukan PIB via INSW segera setelah tiba. Clearance selesai lancar dalam dua hari.

Total biaya Rp 120.000.000 termasuk PPN dan bea masuk
Transit 8 hari laut + 2 hari bea cukai
Kecepatan clearance 2 hari dengan review pra-kedatangan
Pelajaran utama

Pemeriksaan dokumen proaktif dan registrasi API mempercepat clearance FCL. Pengecualian SNI harus dikonfirmasi dengan bea cukai sebelum pengiriman.

#3
Air

Alat medis: udara Jakarta, suplai urgent

Skenario

Rumah sakit di Jakarta membutuhkan mesin ECG dari Shanghai dengan deadline ketat. Pengiriman udara dipilih untuk memenuhi waktu pengiriman lima hari, dengan registrasi alat medis sudah disetujui Kemenkes.

Pendekatan

Kami booking penerbangan langsung ke Soekarno-Hatta, memastikan distributor lokal memiliki izin yang sesuai, dan mengajukan semua sertifikat sebelum kedatangan. Bea cukai melepas kargo dalam tiga hari.

Total biaya Rp 75.000.000 (udara + sertifikasi)
Transit 2 hari udara + 3 hari bea cukai
Kepatuhan Registrasi sudah disetujui
Pelajaran utama

Untuk pengiriman medis kritis, pra-registrasi dan jalur udara langsung sangat penting. Penundaan diminimalkan jika lisensi distributor dan dokumen sudah siap.

#4
DDP

Kosmetik: DDP Bandung, jebakan BPOM/API

Skenario

Merek kosmetik asing mengirim DDP ke Bandung tanpa menunjuk IOR lokal atau mengurus registrasi BPOM. Kargo tertahan di bea cukai, membutuhkan distributor lokal dengan API dan persetujuan BPOM agar barang bisa dilepas.

Pendekatan

Kami membantu menunjuk distributor yang sesuai, memulai proses registrasi BPOM, dan negosiasi biaya storage selama menunggu izin. Pengiriman baru clear setelah tertunda dua minggu.

Total biaya Rp 35.000.000 (plus Rp 5.000.000 storage)
Transit 10 hari laut + 14 hari keterlambatan
Denda Biaya storage/demurrage akibat API/BPOM belum lengkap
Pelajaran utama

Pengiriman DDP ke Indonesia membutuhkan IOR lokal dengan API dan registrasi BPOM penuh. Tanpa ini, bea cukai akan menahan dan mengenakan sanksi pada pengiriman.

Kirim ke Indonesia dengan percaya diri

Setiap bagian dalam panduan ini menegaskan satu hal: pengiriman dari China ke Indonesia akan berjalan lancar jika Anda merencanakan dengan matang—dan bisa sangat mahal jika tidak.

Kami memperbarui tarif dan data di panduan ini setiap bulan untuk tahun 2026. Tandai halaman ini atau berlangganan notifikasi tarif kami—dan saat Anda siap mengirim, dapatkan penawaran pengiriman ke Indonesia yang sesuai dengan rute, volume, dan jadwal pengiriman Anda.

ReferensiGlosarium· 53 istilah

Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.

all-in
9. Penawaran harga yang sudah termasuk komponen utama (misal: freight + handling + clearance). Selalu cek detail supaya membandingkan penawaran yang setara.
backlog
19. Penumpukan kargo atau shipment yang menunggu diproses. Umum terjadi setelah libur ketika pelabuhan, gudang, dan trucking mengejar backlog; siapkan buffer untuk periode pasca-libur di Jepang.
Bea Masuk
Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
BPOM Cosmetics Registration
4. Registrasi Kosmetik BPOM. Syarat wajib untuk impor kosmetik, diatur oleh Peraturan BPOM No. 12/2020.
BPOM Registration
2. Registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Wajib untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang didaftarkan ke BPOM Indonesia.
CBM
31. Cubic metre. Satuan standar volume pengiriman; dipakai untuk tarif LCL dan kapasitas kontainer.
Certificate of Origin
44. Dokumen yang menyatakan asal produksi barang. Sering dibutuhkan untuk tarif bea preferensial atau oleh importir.
CFS
34. Container Freight Station. Fasilitas konsolidasi (origin) atau de-konsolidasi (destination) kargo LCL. Di FCA (CFS), seller menyerahkan kargo loose di sini; serah terima dan risiko berpindah saat diterima.
CIF
39. Cost, Insurance and Freight. Hanya untuk laut dan sungai—bukan udara. Seller bayar freight dan asuransi minimum (biasanya ICC C) ke pelabuhan tujuan; buyer yang melakukan clearance dan bayar bea. Risiko berpindah saat barang di atas kapal.
CIP
40. Carriage and Insurance Paid To. Semua moda (laut, udara, multimodal). Seller bayar freight dan asuransi lebih luas (sering ICC A) ke lokasi yang disepakati. Cover lebih tinggi dari CIF minimum—cocok untuk kargo udara dan bernilai tinggi.
clearance
43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
customs broker
50. Agen berlisensi yang mengurus filing deklarasi bea cukai, komunikasi dengan bea cukai, dan clearance atas nama Anda.
cut-off
Batas waktu barang atau dokumen harus diterima agar bisa ikut kapal atau pesawat tertentu; lewat deadline biasanya tertunda sehari.
CY
Container Yard; area terminal tempat kontainer penuh diterima, disimpan, dan diserahkan. Di bawah FCA (CY), penjual menyerahkan kontainer di sini, risiko berpindah saat gate-in.
DAP
Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
DDP
Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
demurrage
Biaya saat barang tinggal di terminal lewat free time yang diberikan; biasanya akibat dokumen terlambat atau pickup tertunda.
door-to-door
Layanan door-to-door dari shipper ke consignee; forwarder atau carrier mengatur seluruh proses, termasuk penjemputan dan pengantaran.
DUA
Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
duty
Bea masuk; pajak yang dikenakan bea cukai atas barang impor, dihitung berdasarkan HS code, nilai barang, dan asal negara.
EXW
Ex Works; seller hanya menyediakan barang di lokasi mereka, buyer mengurus penjemputan, clearance ekspor, pengiriman, dan seluruh proses selanjutnya. Risiko beralih di pintu pabrik—paling awal di antara Incoterms.
FCA
Free Carrier; seller menyerahkan barang di lokasi yang ditentukan (CY, CFS, terminal), buyer yang booking main freight dan asuransi. Risiko beralih saat barang diserahkan ke carrier—jelas dan bisa diverifikasi. Cocok untuk container (FCL/LCL); untuk air, gunakan FCA atau CIP.
FCL
Full Container Load; Anda booking satu container penuh (misal: 20GP atau 40HC), hanya barang Anda di dalamnya.
FOB
Free On Board; seller menyerahkan barang ke kapal dan urus clearance ekspor, buyer yang booking freight dan urus impor dari sisi kapal. Risiko beralih saat barang di atas kapal. Hanya untuk sea freight—untuk air gunakan FCA. Untuk container, momen 'on board' sering tidak jelas; FCA (CY/CFS) lebih pasti.
Form E
Certificate of Origin untuk ASEAN–China FTA; digunakan untuk klaim tarif bea masuk khusus jika aturan asal dipenuhi. Jepang punya format serupa untuk perjanjian bilateral.
forwarder
Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
General Average
Prinsip maritim di mana seluruh pemilik kargo menanggung kerugian yang terjadi demi penyelamatan kapal (misal: jettison). Umumnya tercakup di ICC(A).
HS Code
HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
import declaration
Dokumen yang diajukan ke bea cukai untuk clearance impor. Memuat detail barang, nilai, HS codes, dan izin. Di DAP, broker buyer yang submit; di DDP, broker seller atau IOR yang submit.
Importer of Record
Pihak di negara tujuan yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak (singkatan IOR).
Incoterms
International Commercial Terms. Aturan standar (EXW, FOB, CIF, DDP, dll.) yang menentukan siapa yang membayar, siapa yang mengurus bea cukai, dan kapan risiko berpindah di setiap tahap.
Indonesia National Single Window
INSW. Platform elektronik Indonesia untuk clearance kepabeanan, perizinan, dan dokumen ekspor-impor.
Institute Cargo Clauses
Klausul asuransi kargo laut standar: ICC A (all-risk), ICC B (named perils), ICC C (basic). CIF biasanya hanya wajib ICC C; CIP sering pakai perlindungan lebih luas.
INSW
Indonesia National Single Window. Sistem terpusat untuk pengajuan dokumen ekspor-impor ke otoritas Indonesia.
IOR
Importer of Record. Pihak yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak di negara tujuan.
ISPM-15
International Standards for Phytosanitary Measures No. 15. Standar perlakuan untuk kemasan kayu (misal: palet) agar bebas hama.
last-mile
Tahap akhir pengiriman dari pelabuhan, bandara, atau gudang ke alamat penerima. Bisa termasuk surcharge area terpencil atau residensial.
LCL
Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
Medical Device Registration
Registration required for importing medical devices. Wajib registrasi alat kesehatan sebelum impor ke Kamboja sesuai Prakas No. 125/18.
Ministry of Health
Ministry of Health, instansi pemerintah Israel yang bertanggung jawab atas izin impor dan sertifikasi keamanan makanan, kosmetik, dan alat kesehatan.
Packing List
Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
Pajak Pertambahan Nilai
Value Added Tax (VAT) di Indonesia. Dikenakan pada barang dan jasa impor, biasa disebut PPN.
phytosanitary certificate
Dokumen resmi dari otoritas perlindungan tanaman negara eksportir (misal: GACC untuk China). Menyatakan spesies, asal, dan barang bebas hama serta memenuhi syarat impor Jepang. Wajib untuk produk berbasis tanaman sesuai MAFF.
pickup
Pengambilan barang di pabrik. Truk dipesan, muat di lokasi asal, lalu kirim ke CFS, CY, atau bandara. Jarak, jumlah supplier, dan kesiapan barang memengaruhi biaya.
port-to-port
Layanan hanya dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Penjemputan dan pengiriman diatur sendiri oleh Anda atau forwarder.
PPN
Pajak Pertambahan Nilai. PPN di Indonesia, umumnya 11%, dikenakan pada sebagian besar impor dan penjualan.
repacking
Repacking atau memperkuat karton (misal setelah penanganan di CFS). Bisa mengurangi CBM, konsolidasi multi-supplier, atau menyesuaikan aturan pallet. Dokumentasikan sebelum/sesudah untuk klaim asuransi.
SDPPI Type Approval
Surat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Type Approval. Sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi dan wireless, wajib dari Kominfo.
Single Window
Sistem trade facilitation Ghana yang memungkinkan importir mengajukan seluruh dokumen regulasi melalui satu portal elektronik.
SNI Certification
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia. Sertifikasi kualitas dan keamanan wajib untuk banyak produk impor.
SNI IEC 60065
Standar Nasional Indonesia IEC 60065. Sertifikasi keamanan wajib untuk peralatan elektronik impor.
surcharge
Biaya tambahan di luar freight dasar (misal BAF, THC, fuel, security). Selalu tanyakan detail ‘all-in’ agar jelas.
Type Approval
Sertifikasi dari ARPCE untuk produk elektronik, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi Aljazair.