Dalam panduan ini
- Pengiriman laut hemat 60–75% dibanding udara, kecuali butuh pengiriman 3–5 hari ke Tokyo/Osaka
- Mulai proses PSE/TELEC atau MHLW/MAFF 3–6 minggu sebelum pengiriman untuk hindari biaya storage/demurrage ¥40.000–120.000
- Gunakan pallet JIS 1100x1100 (ISPM-15) dan asuransi ICC(A) untuk mencegah repalletisasi dan kerugian
- FCL lebih unggul dari LCL di atas 12 CBM — selalu hitung ulang sesuai volume akhir
Tarif pengiriman dari China ke Jepang
Diperbarui Oktober 2026. Tarif indikatif dari China — dapatkan penawaran untuk harga pasti.
Tarif saat ini
| Metode | Tarif (USD) | Transit | Tren |
|---|---|---|---|
| Pengiriman Laut (20GP) | $360–$440 | 9–10 hari | +29.0% |
| Pengiriman Laut (40GP) | $585–$715 | 9–10 hari | +14.0% |
| Pengiriman Laut LCL | $10/CBM | 10–14 hari | = |
| Pengiriman Udara (1000kg+) | $1.5/kg | 2–3 hari | = |
| Kurir Ekspres | $2.55/kg | 2–4 hari | = |
Estimasi Cepat
ke Jepang
Estimasi berdasarkan tarif pasar publik. Harga akhir dapat berbeda.
Tren harga
Gambaran pasar — Oktober
Layanan langsung China-Asia Timur berjalan sesuai jadwal
Penutupan Hormuz memicu kenaikan biaya energi — bunker surcharge diprediksi naik
Reposisi alat dari krisis berdampak pada suplai di Asia Timur
20GP ~$400, 40GP ~$650 — tarif Oktober, biaya tambahan mungkin berlaku
Dapatkan Update Tarif Bulanan
Tarif pengiriman Jepang langsung ke email Anda — gratis, tanpa spam.
Lucas Arillotta · Supply Chain Manager at SINO Shipping · Kargo Anda bisa lolos bea cukai Yokohama dalam 48 jam. Atau justru tertahan hingga enam minggu. Perbedaannya bukan soal keberuntungan — tapi keputusan apa yang Anda ambil sebelum kontainer meninggalkan Shenzhen.
Mayoritas importir kehilangan $500–2,000 per pengiriman China→Jepang bahkan sebelum palet pertama tiba di Tokyo. Bukan karena tarif pengiriman — tapi akibat kesalahan yang sering kami lihat: memilih moda yang salah untuk volume barang, terlambat mengurus PSE atau TELEC hingga terkena hold NACCS, atau memilih layanan yang tidak sesuai dengan jadwal pengiriman. Kami sudah menangani ratusan kontainer, kiriman LCL, dan pallet udara dari China ke Jepang. Tiga keputusan inilah yang selalu menentukan lancar-tidaknya setiap pengiriman:
- Moda pengiriman — Pengiriman laut hemat 60–75% dibanding udara, tapi udara layak dipilih jika Anda butuh barang tiba di Tokyo atau Osaka dalam 3–5 hari
- Waktu kepatuhan dokumen — Persetujuan PSE, TELEC, MHLW, dan MAFF butuh 3–8 minggu; jika terlambat, barang Anda tertahan di pelabuhan
- Incoterms — FOB memberi kendali dan penghematan; DDP menawarkan kemudahan dengan biaya tambahan 15–25%
Apakah Anda sedang mencari tahu biaya kirim dari China ke Jepang atau cara paling murah kirim barang dari China ke Jepang, panduan ini membahas kerangka kerja yang kami gunakan untuk setiap pengiriman ke Jepang: tarif terbaru untuk 2026 (diperbarui setiap bulan), rincian biaya nyata, jadwal cut-off, spesifikasi palet, asuransi, serta empat studi kasus dari pengiriman China→Jepang yang pernah kami tangani.
Untuk siapa panduan ini: Importir pemula yang mengirim sampel ke Jepang, penjual e-commerce yang restock di Tokyo atau Osaka, dan buyer yang ingin memperlancar rantai pasok China→Jepang. Kerangka kerjanya sama, baik Anda kirim 50 kg lewat udara atau 20 kontainer lewat laut.
Laut vs Udara ke Jepang: Mana yang Tepat untuk Anda?
Pengiriman laut dari China ke Jepang hemat 60–75% dibanding udara, paling cocok untuk volume 10+ CBM dengan waktu pengiriman 7–12 hari ke Tokyo atau Osaka. Pengiriman udara jadi pilihan saat Anda butuh waktu tempuh 3–5 hari atau mengirim barang bernilai tinggi dan sensitif waktu. Pilih berdasarkan volume, tenggat pengiriman, dan nilai per kilo — kerangka ini sudah kami terapkan ratusan kali untuk pengiriman China→Jepang.
Begini alurnya:
Perbandingan biaya & kecepatan secara singkat
Oktober 2026 tarifCocok untuk: 12+ CBM, pengiriman rutin
Cocok untuk: 1–10 CBM, konsolidasi dari beberapa pemasok
Cocok untuk: Barang bernilai tinggi, mendesak, <500 kg
Cocok untuk: Sampel, <50 kg, DDP cepat
Aturan break-even: kapan laut lebih unggul dari udara
Cara termurah kirim barang dari China ke Jepang adalah lewat laut — FCL atau LCL tergantung volumenya. Untuk rute China→Jepang, biaya laut mulai lebih murah dari udara di sekitar 2 CBM / 300 kg — jauh lebih awal dibanding rute ke AS atau Eropa, yang biasanya break-even di 5+ CBM. Waktu tempuh laut China ke Jepang hanya 2–5 hari (tergantung rute); udara 1–2 hari. Jarak dekat dan tarif laut yang kompetitif membuat pengiriman laut jadi default bagi mayoritas importir. Gunakan kalkulator di bawah dengan berat dan volume riil Anda; tarif kami update setiap bulan langsung dari carrier.
Kapan pengiriman udara China ke Jepang layak dipilih
Memilih laut hanya karena lebih murah bisa jadi bumerang. Pengiriman udara China ke Jepang layak dipilih di tiga situasi berikut. Untuk udara vs express (DDP) — saat DHL lebih unggul dari udara konsolidasi dan batas biaya — cek panduan kami Air Freight vs Express (DDP): Biaya & Cut-off.
- Perputaran stok tinggi — Fashion, elektronik musiman, atau restock Amazon FBA di mana keterlambatan 10 hari lebih mahal dari selisih biaya pengiriman
- Pengiriman perdana dengan risiko kepatuhan — Uji produk baru yang wajib sertifikat PSE/TELEC dan validasi pasar Jepang sebelum komit volume FCL
- Strategi split — Kirim 80% lewat laut (bulk), 20% lewat udara (batch pertama atau produk fast-mover). Mayoritas importir Jepang berpengalaman memakai pola ini untuk menyeimbangkan biaya dan kecepatan.
Tips profesional: Transit laut Shanghai→Yokohama hanya 2–3 hari; tambah ~2 hari untuk clearance NACCS dan total door-to-door ke Tokyo sekitar 5 hari — hampir setara pengiriman udara, dengan biaya jauh lebih rendah. Pilihan rute sama pentingnya dengan pilihan moda.
Masih ragu? Jawab 4 pertanyaan singkat berikut
Which mode & Incoterm is right for you?
Answer 4 quick questions — get a tailored recommendation
1. Shipment volume
2. How fast do you need it?
3. Product type
4. Japan import experience
Incoterms China → Jepang (FOB, CIF, CIP, DDP)
Incoterms menentukan siapa yang membayar tiap tahap dan di mana risiko berpindah dari penjual ke pembeli. Untuk rute China→Jepang, FOB, CIF, CIP, dan DDP paling sering digunakan. FOB memberi Anda kendali dan biaya lebih rendah; DDP menawarkan kemudahan dengan tambahan biaya 15–25%. Pilih sesuai apakah Anda punya IOR (Importer of Record) Jepang dan seberapa banyak koordinasi yang Anda inginkan.
Di jalur China–Jepang, ada empat Incoterms yang hampir selalu muncul di setiap pengiriman. Berikut perbandingan dan kapan masing-masing paling tepat digunakan.
Siapa mengurus apa — ringkasan
| Tanggung jawab | EXW | FOB | CIF | DDP |
|---|---|---|---|---|
| Kepabeanan ekspor (China) | Pembeli | Penjual | Penjual | Penjual |
| Pemesanan kargo | Pembeli | Pembeli | Penjual | Penjual |
| Biaya transportasi utama | Pembeli | Pembeli | Penjual | Penjual |
| Asuransi kargo | Pembeli | Pembeli | Seller (min.) | Penjual |
| Kepabeanan impor (Jepang) | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Penjual |
| Bea & pajak konsumsi | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Penjual |
| Pengiriman domestik | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Penjual |
| Risiko berpindah di | Gerbang pabrik | Sisi kapal | Pelabuhan tujuan | Pintu pembeli |
Incoterm mana yang cocok untuk pengiriman Anda ke Jepang?
FOB (Free On Board) — Standar bagi importir reguler. Anda yang booking pengiriman, pilih forwarder, dan urus bea masuk di Jepang sendiri. Paling cocok untuk kontrol biaya dan transparansi. Gunakan FOB jika Anda rutin kirim barang dan sudah punya forwarder (atau broker) yang mengurus NACCS dan last-mile di Jepang.
CIF (Cost, Insurance & Freight) — Penjual membayar ongkos laut dan asuransi dasar sampai pelabuhan Jepang. Lebih praktis, tapi Anda kehilangan kontrol atas carrier dan asuransi. Biasanya penjual hanya cover ICC(C); untuk perlindungan maksimal, urus ICC(A) secara terpisah. Umum dipakai jika supplier ingin mengatur pengiriman laut sendiri.
DDP (Delivered Duty Paid) — Pengiriman DDP ke Jepang artinya penjual mengurus semuanya: pengiriman, clearance NACCS, bea masuk, dan pajak konsumsi sampai ke alamat Anda. Paling mudah, tapi biasanya 15–25% lebih mahal dibanding urus sendiri. Cocok untuk pengiriman perdana ke Jepang atau jika Anda tidak punya (atau tidak ingin memakai) IOR Jepang.
EXW (Ex Works) — Anda ambil alih sejak pabrik: urus ekspor, truk, dan semua pengiriman. Memang lebih murah, tapi Anda harus punya kemampuan ekspor di China dan koordinasi lokal. Kami jarang merekomendasikan EXW kecuali Anda sudah punya setup logistik di China.
Barang tidak bisa lolos NACCS tanpa Importer of Record (IOR) Jepang. Jika Anda belum punya entitas lokal:
- FOB/CIF: Broker bea cukai Jepang Anda bisa jadi IOR (biasanya ¥15,000–30,000 per deklarasi)
- DDP: Penjual atau forwarder mereka biasanya menyediakan IOR — pastikan sudah tercantum dalam kontrak sebelum setuju DDP
- FBA seller: Amazon Japan tidak bertindak sebagai IOR; Anda butuh layanan IOR pihak ketiga (umumnya ¥30,000–50,000/bulan)
Tanpa IOR, barang akan tertahan di bea cukai. Masalah ini paling sering menghambat importir pemula ke Jepang.
Intinya: Pilih FOB jika Anda punya forwarder terpercaya dan ingin kontrol penuh serta biaya lebih rendah. Pilih DDP untuk 1–2 pengiriman pertama ke Jepang jika ingin semua diurus satu pihak. Hindari EXW kecuali Anda sudah punya tim logistik di China.
Layanan Pengiriman ke Jepang — Udara, Laut (FCL/LCL), DDP & Ekspres
Layanan pengiriman dari China ke Jepang tersedia mulai dari port-to-port (paling ekonomis) hingga door-to-door (tanggung jawab tunggal). Moda (laut, udara, ekspres) dan cakupan (port vs door) adalah dua hal terpisah: port-to-port lebih murah namun Anda harus mengatur penjemputan dan bea cukai sendiri; door-to-door lebih mahal tetapi satu pihak menangani semuanya dari pabrik hingga gudang Anda.
Untuk pengiriman China→Jepang, kami melihat empat level layanan. Setiap level menambah cakupan dan biaya; pilihan terbaik tergantung apakah Anda ingin satu pihak yang bertanggung jawab penuh atau kendali lebih detail di setiap tahap.
Importir berpengalaman dengan broker & truk lokal
25% ditangani oleh forwarder
Importir dengan mitra terpercaya di Jepang
50% ditangani oleh forwarder
Supplier FOB + manajemen penuh di Jepang
75% ditangani oleh forwarder
Importir pemula, kepatuhan rumit
100% ditangani oleh forwarder
Port-to-port adalah opsi paling hemat, namun Anda harus mengatur sendiri proses di China dan Jepang. Door-to-door memang lebih mahal, tetapi memberikan satu pihak yang bertanggung jawab penuh dari pabrik hingga gudang Anda. Perbedaannya bukan hanya di harga — tapi juga siapa yang menanggung risiko jika barang terlambat, rusak, atau tertahan di bea cukai.
Gudang dan Distribution Center (DC) di Jepang menggunakan sistem janji temu. Pengiriman harus dijadwalkan 24–48 jam sebelumnya dengan slot waktu tertentu — berbeda dengan banyak negara lain yang membolehkan datang langsung atau pemesanan di hari yang sama.
Jika Anda mengatur last-mile sendiri (port-to-port atau door-to-port), mitra truk Anda di Jepang perlu mengetahui aturan gudang: batas tinggi/berat, persyaratan lift-gate, dan akses wilayah Kanto vs Kansai. Jika Anda melewatkan slot, penjadwalan ulang bisa mundur 2–3 hari terutama di musim sibuk.
Biaya tersembunyi yang perlu diwaspadai di setiap tahap
Tarif utama pengiriman seringkali menyesatkan. Perbedaan biaya nyata antara level layanan berasal dari biaya tambahan — biaya asal, tujuan, dan last-mile yang bisa menambah 15–35% dari penawaran awal. Berikut beberapa contohnya:
- Asal (China): Penjemputan ($50–150), bea ekspor ($30–80), penanganan CFS untuk LCL ($40–70/CBM), stuffing kontainer ($80–120)
- Freight: BAF, CAF, PSS, surcharge musim puncak — berubah tiap bulan dan bisa menambah 10–30% dari tarif dasar
- Tujuan (Jepang): THC ($120–180/kontainer), destuffing CFS untuk LCL ($50–80/CBM), proses NACCS ($40–60), biaya delivery order ($30–50)
- Last-mile: Truk domestik ($150–400 Kanto, $200–500+ regional), lift-gate ($50–80), koordinasi janji temu
Tips praktis: Mintalah rincian biaya all-in dari asal hingga pintu sebelum Anda memutuskan. Tarif utama yang rendah dengan biaya tambahan tinggi seringkali lebih mahal dibanding tarif lebih tinggi yang sudah termasuk semua biaya.
Bea Cukai & Kepatuhan untuk Jepang (PSE, TELEC, PMDA, MHLW, MAFF)
Proses clearance bea cukai Jepang melalui NACCS (sistem bea cukai elektronik Jepang) memakan waktu 24–48 jam jika semua sertifikat sudah lengkap: PSE (elektronik), TELEC (nirkabel), MHLW (makanan), PMDA (farmasi/kosmetik), MAFF (pertanian/kayu). Proses harus dimulai 3–8 minggu sebelum pengiriman. Tanpa sertifikat, barang tidak bisa keluar — demurrage (¥40K–120K) langsung berjalan. PSE dan TELEC adalah hambatan paling umum untuk rute China→Jepang.
Kami telah menangani ratusan pengiriman China→Jepang melalui Tokyo, Yokohama, Kobe, dan Osaka. Clearance berjalan cepat jika dokumen lengkap; jika tidak, risiko biaya penyimpanan dan re-ekspor bisa menghapus seluruh penghematan ongkos kirim Anda.
Sertifikasi impor Jepang apa yang Anda perlukan?
Semua tergantung pada kategori produk. Barang elektronik wajib memiliki tanda PSE (METI). Perangkat nirkabel atau Bluetooth harus memiliki TELEC (技適マーク, MIC/TELEC). Makanan dan minuman diatur oleh MHLW (Food Sanitation Act). Kosmetik, obat, dan alat kesehatan melalui PMDA. Produk pertanian dan kemasan kayu memerlukan MAFF dan karantina tumbuhan (termasuk ISPM-15 untuk palet kayu). Barang konsumen umum (tekstil, furnitur, banyak produk keras) biasanya tidak wajib sertifikasi — cukup deklarasi mandiri saat impor. Jika produk Anda masuk beberapa kategori (misal: speaker Bluetooth), Anda bisa memerlukan PSE dan TELEC sekaligus; kami telah membantu banyak importir menjalankan proses ini bersamaan untuk menghindari keterlambatan.
Di bawah ini: siapa yang mengatur apa, estimasi waktu proses, dan kisaran biaya agar Anda bisa merencanakan mundur dari jadwal pengiriman.
Estimasi untuk satu SKU. Untuk multi-SKU atau kategori produk, waktu bisa berbeda; beberapa laboratorium menawarkan diskon volume.
Bea masuk dan pajak konsumsi: cara Jepang menghitung landed cost Anda
Jepang mengenakan bea masuk dan pajak konsumsi berdasarkan nilai CIF — yaitu harga produk ditambah asuransi dan ongkos kirim. Jadi, pilihan laut atau udara bukan hanya soal waktu transit; langsung mempengaruhi dasar perhitungan bea. Ongkos kirim udara yang lebih tinggi berarti CIF lebih tinggi, sehingga bea dan pajak juga naik. Kami menggunakan rumus di bawah ini bersama klien untuk membandingkan landed cost laut vs udara; selisihnya sering $50–200 untuk pengiriman $20,000, yang sering luput diperhitungkan sampai invoice pertama keluar.
Biaya landed = nilai CIF + Bea masuk (0–30%) + Pajak konsumsi (10%)
Kesalahan compliance #1 pada rute China→Jepang
Dari pengalaman kami, penyebab terbesar biaya dan keterlambatan yang seharusnya bisa dihindari adalah memulai proses sertifikasi setelah barang dikirim. Ini sering terjadi: importir memesan FCL, kontainer tiba di Yokohama atau Kobe, dan NACCS menahan barang karena sertifikat PSE atau TELEC belum siap. Akibatnya: ¥40,000–120,000 biaya penyimpanan (demurrage/detention), 2–4 minggu keterlambatan menunggu dokumen, dan dalam kasus terburuk re-ekspor jika produk gagal uji.
Solusinya: mulai proses PSE, TELEC, MHLW, atau PMDA di minggu yang sama saat Anda mengkonfirmasi pesanan produksi — bukan saat barang siap kirim. Pengujian dan review lembaga bisa berjalan paralel dengan produksi. Rencanakan mundur dari target ETD Anda dan sisipkan waktu proses sesuai tabel di atas; tambah buffer untuk aplikasi pertama atau produk kompleks.
Daftar Dokumen Wajib — China ke Jepang
Anda membutuhkan tujuh dokumen utama untuk pengiriman dari China ke Jepang: commercial invoice, packing list, B/L atau AWB (dari forwarder), deklarasi impor NACCS (dari broker), arrival notice, delivery order, dan import permit. Supplier menyediakan invoice dan packing list; forwarder memberikan B/L; broker mengurus NACCS. Semua dokumen harus sesuai persis — perbedaan sedikit saja bisa menambah waktu clearance 1–3 hari.
Checklist ini merinci setiap dokumen — siapa yang menerbitkan, kapan, dan mengapa penting. Gunakan daftar ini untuk mengarahkan supplier dan forwarder sebelum produksi; jangan menunggu arrival notice untuk mulai mengumpulkan dokumen.
Dokumen dari supplier Anda
- Commercial Invoice — Deskripsi produk, jumlah, harga satuan, nilai total, HS codes, Incoterms. Harus sama persis dengan packing list Anda. Bea Cukai Jepang akan membandingkan nilai CIF dengan harga pasar — jika invoice dinilai terlalu rendah, bisa kena audit dan denda. Kami pernah menangani clearance yang tertunda berminggu-minggu karena nilai invoice dianggap tidak wajar.
- Packing List — Jumlah karton, dimensi, berat kotor/bersih per karton, total CBM. Gudang di Jepang menggunakan data ini untuk penjadwalan dan bongkar muat — kesalahan jumlah atau berat bisa menyebabkan penolakan pengiriman dan penjadwalan ulang (2–3 hari saat musim sibuk). Pastikan packing list sesuai invoice baris per baris.
- Certificate of Origin (jika diperlukan) — Wajib untuk tarif preferensi di bawah RCEP atau perjanjian bilateral Jepang-Tiongkok. Form E atau sertifikat RCEP bisa menghemat 2–15% bea masuk tergantung HS code. Cek kelayakan dengan broker Anda; tanpa CoO, Anda harus bayar tarif penuh.
Dokumen dari forwarder Anda
- Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB) — Dokumen kepemilikan barang Anda. Laut = B/L (original atau telex release), Udara = AWB. Diperlukan untuk deklarasi impor NACCS. Tanpa release B/L, Anda tidak bisa proses bea cukai — kedatangan kapal tidak berarti apa-apa. Untuk rute Jepang kami sangat menyarankan telex release atau sea waybill agar tidak terhambat B/L original yang masih dalam perjalanan.
- Arrival Notice — Dikirim 1–2 hari sebelum kapal tiba. Menjadi sinyal mulai proses clearance Anda — namun jangan menunggu arrival notice untuk menyiapkan dokumen. Pastikan invoice, packing list, dan sertifikat compliance sudah siap sebelum notice keluar; clearance jadi lebih cepat dan Anda terhindar dari panik di akhir.
- Delivery Order — Diterbitkan setelah NACCS disetujui. Mengizinkan pengambilan kontainer dari terminal. Broker atau IOR Anda akan memintanya begitu import permit diterbitkan.
Dokumen yang Anda (atau broker Anda) siapkan
- NACCS Import Declaration — Diajukan secara elektronik oleh customs broker atau IOR Anda. Membutuhkan nomor B/L, HS codes, nilai CIF, dan semua sertifikat compliance (PSE, TELEC, MHLW, dll). Deklarasi harus benar-benar sesuai dengan dokumen pendukung — sistem NACCS akan otomatis memvalidasi dan menandai jika ada perbedaan.
- Import Permit — Diterbitkan setelah NACCS disetujui. Wajib untuk mengeluarkan barang dari area bonded. Forwarder Anda akan menggunakan dokumen ini bersama delivery order untuk mengambil kontainer dari terminal.
Dokumen kondisional (tergantung produk)
- PSE/TELEC Certificate — Untuk alat elektronik dan perangkat wireless/Bluetooth (lihat Bagian Compliance di atas)
- MHLW Food Notification — Untuk makanan, minuman, bahan yang kontak dengan makanan (misal alat masak silikon)
- MSDS (Material Safety Data Sheet) — Untuk baterai, bahan kimia, kosmetik, barang berbahaya
- Fumigation / ISPM-15 Certificate — Untuk palet kayu dan kemasan berbahan kayu (wajib MAFF)
- PMDA Registration — Untuk alat kesehatan, farmasi, quasi-drugs, kosmetik
3 Kesalahan Dokumen Paling Sering Terjadi pada China→Jepang
Setiap clearance China→Jepang yang kami tangani melalui proses validasi yang sama. Tiga kesalahan berikut adalah penyebab utama keterlambatan yang sebetulnya bisa dihindari:
- Invoice/packing list tidak cocok — Jumlah, berat, atau deskripsi berbeda antar dokumen. NACCS akan otomatis menandai; file Anda masuk review manual dan menambah waktu 1–3 hari minimal. Solusi: minta supplier kirim kedua dokumen sekaligus dan cek silang sebelum pengiriman.
- HS code salah atau tidak ada — Mengakibatkan tarif bea salah, potensi denda, atau barang tertahan untuk klasifikasi. Jepang memakai tarif sendiri (mirip tapi tidak sama dengan Harmonized System). Pastikan HS code dengan broker sebelum kontainer dikirim — koreksi di pelabuhan sangat lambat dan mahal.
- B/L tidak dirilis tepat waktu — Kapal sudah tiba di Yokohama atau Kobe tapi Anda belum bisa ajukan NACCS karena B/L original masih dalam perjalanan dari carrier. Gunakan telex release atau sea waybill untuk rute Jepang; hampir semua carrier mendukung dan ini menghilangkan potensi delay.
Jalur Pengiriman & Cut-off Mingguan China ke Jepang
Jalur pengiriman China ke Jepang tersedia beberapa kali seminggu: Shanghai→Yokohama (2–3 hari), Ningbo→Kobe (3–4 hari), Shenzhen→Kobe (3–4 hari). Booking sebaiknya dilakukan 7–10 hari sebelum ETD. Cut-off CY adalah 2–3 hari sebelum kapal berangkat; batas waktu VGM 24–48 jam sebelumnya. Jika melewatkan cut-off, Anda harus menunggu 2–4 hari ke pelayaran berikutnya. Rencanakan mundur dari tanggal pengiriman Anda.
Berikut kerangka kerja yang kami gunakan untuk setiap booking China→Jepang:
Rute utama pengiriman China ke Jepang
Pilihan rute tergantung asal (lokasi supplier Anda) dan tujuan (Kanto/Tokyo, Kansai/Osaka, atau Chubu/Nagoya). Shanghai→Yokohama tercepat ke Tokyo; Ningbo→Kobe cocok untuk supplier di Kansai dan Zhejiang; Shenzhen→Kobe untuk produsen di China Selatan. Berikut rute yang paling sering kami gunakan, dengan waktu tempuh dan frekuensi pelayaran (update bulanan).
Rute laut utama
6 rute| Asal | Tujuan | Transit | Frekuensi | Paling cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Shanghai | Yokohama / Tokyo | 2–3 days | 3–5×/week | Kanto region, fastest option |
| Ningbo | Kobe / Osaka | 3–4 days | 3×/week | Kansai region, Zhejiang suppliers |
| Shenzhen | Kobe / Osaka | 3–4 days | 2–3×/week | South China manufacturers |
| Qingdao | Nagoya | 2–3 days | 2×/week | Chubu region, North China |
| Xiamen | Yokohama | 4–5 days | 1–2×/week | Fujian province origins |
| Dalian | Hakata / Kobe | 2–3 days | 1–2×/week | Northeast China, lowest cost |
Kargo udara tersedia setiap hari ke Narita (NRT), Haneda (HND), Kansai (KIX), dan Chubu (NGO) dari Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Beijing, dan bandara utama lainnya di China. Transit: 1–2 hari door-to-door.
Cara merencanakan mundur dari tanggal pengiriman
Setiap pengiriman China→Jepang yang kami tangani selalu melalui urutan backward planning berikut. Jika satu langkah terlewat, seluruh jadwal bisa mundur. Urutannya:
- Tanggal pengiriman — Kapan barang harus tiba di gudang Anda (atau FBA, atau DC)
- Kurangi 1–2 hari — Truk domestik + jadwal bongkar gudang Jepang
- Kurangi 1–2 hari — Clearance bea cukai NACCS (bisa di hari yang sama jika dokumen lengkap; 1–3 hari jika review manual)
- Kurangi 2–5 hari — Transit laut (tergantung rute; lihat tabel di atas)
- Kurangi 2–3 hari — CY/CFS cut-off sebelum kapal berangkat (ETD)
- Kurangi 24–48 jam — Batas waktu VGM (Verified Gross Mass) sebelum CY closing
- Kurangi 1–2 hari — Dokumen: draft B/L, commercial invoice, packing list siap untuk bea cukai
Contoh: Barang harus tiba di gudang Tokyo 15 Maret → Pengiriman domestik 13 Maret → Clearance NACCS 12 Maret → Kapal tiba Yokohama 11 Maret → Berangkat dari Shanghai 8 Maret → CY cut-off 6 Maret → VGM maksimal 5 Maret → Dokumen siap 4 Maret.
Total butuh 11 hari lead time — untuk salah satu rute laut tercepat di dunia. Berdasarkan pengalaman kami, tambahkan 3–5 hari buffer untuk libur, badai, atau masalah dokumen.
Hari libur Jepang yang bisa menunda pengiriman Anda
Tiga periode ini selalu menyebabkan gangguan besar setiap tahun. Kami sering melihat pengiriman tertunda seminggu penuh jika klien booking terlalu mepet dengan periode ini:
- Golden Week (akhir April – awal Mei) — Pelabuhan dan gudang Jepang tutup 5–7 hari. Booking 2 minggu sebelumnya atau kirim setelah 10 Mei.
- Obon (pertengahan Agustus, ~13–16 Agustus) — Truk dan gudang melambat. Bea cukai tetap buka tapi proses lebih lambat; booking slot lebih sulit.
- Tahun Baru (28 Des – 3 Jan) — Tutup total. Ditambah Chinese New Year (akhir Jan/Feb), ini menciptakan bottleneck 6 minggu di jalur China→Jepang. Rencanakan jauh-jauh hari atau booking lebih awal.
Tips profesional: Cut-off biasanya maju 1–2 hari sebelum libur besar. Konfirmasi CY cut-off dan VGM deadline dengan forwarder Anda — jangan hanya mengandalkan jadwal standar. Kami selalu cek cut-off ke carrier sebelum mengunci ETD ke Jepang.
Palet & Asuransi Kargo untuk Jepang
Jepang mewajibkan palet JIS 1100x1100mm; penggunaan palet Euro atau US akan menyebabkan repaletisasi ($200–400/palet) di 40–50% gudang. Tanggung jawab carrier hampir tidak menanggung apapun ($500–1K/kontainer); asuransi ICC(A) biayanya 0,5–1% dari nilai kargo dan melindungi dari kerusakan, kehilangan, serta General Average. Semua risiko ini bisa dihindari dengan mencantumkan spesifikasi sejak awal di PO dan memilih perlindungan yang tepat.
Kami sering melihat klien harus membayar $200–400 per palet untuk repaletisasi dan ribuan dolar untuk General Average yang tidak diasuransikan — semua ini sebenarnya bisa dicegah.
Palet: mengapa Jepang menolak palet Anda
Jepang menggunakan standar palet JIS 1100x1100mm — berbeda dengan standar Eropa (1200x800mm) maupun US (1219x1016mm / 48x40 inci). Jika barang Anda tiba dengan ukuran palet yang salah, berikut yang akan terjadi:
- 40–50% gudang di Jepang akan langsung menolak palet non-JIS — tanpa negosiasi, tanpa pengecualian
- Repaletisasi di tujuan biayanya $200–400 per palet plus penundaan 2–3 hari
- Untuk palet kayu, Jepang mensyaratkan kayu ISPM-15 heat-treated. Fumigasi tidak diterima. Kayu yang tidak sesuai akan ditahan di karantina MAFF sampai dirawat atau diekspor kembali
Solusinya sederhana: cantumkan JIS 1100x1100mm di purchase order dan checklist QC sebelum produksi. Sebagian besar pabrik di Tiongkok secara default menggunakan 1200x1000mm atau 1200x800mm; jika Anda tidak menuliskan spesifikasi, pasti akan menerima ukuran yang salah. Tidak ada biaya tambahan jika diatur dari awal — tapi $200–400 per palet jika harus diperbaiki di tujuan. Banyak klien kami yang cukup menambahkan satu baris ini di template PO mereka dan berhasil menghilangkan masalah repaletisasi untuk pengiriman ke Jepang.
Asuransi kargo: apa yang TIDAK ditanggung carrier Anda
Sebagian besar importir baru sadar bahwa tanggung jawab standar carrier hampir tidak menanggung apapun — biasanya hanya $500–1.000 per kontainer, terlepas dari nilai barang. Untuk pengiriman senilai $50.000, itu hanya sebagian kecil dari biaya penggantian. Kerusakan, pencurian, kelembapan, kesalahan penanganan, dan kontribusi General Average hampir tidak pernah termasuk.
Perbandingan perlindungan
| Jenis | Apa saja yang dilindungi | Biaya | Paling sesuai untuk |
|---|---|---|---|
| Tanggung jawab pengangkut | $500–1.000 per kontainer maksimal | Gratis | Tidak ada — hanya minimum |
| ICC(C) — Dasar | Kehilangan total, kebakaran, tenggelam, kandas | 0.3–0.5% | Barang bernilai rendah, tidak mudah pecah |
| ICC(B) — Menengah | ICC(C) + gempa bumi, petir, terhantam ombak | 0.4–0.7% | Barang dagangan umum |
| ICC(A) — Semua risiko ✓ Terbaik | Semua risiko kecuali perang, nuklir, pengecualian tertentu | 0.5–1.0% | Elektronik, barang bernilai tinggi — apapun yang layak dilindungi |
$500–1.000 per kontainer maksimal
Tidak ada — hanya minimum
Kehilangan total, kebakaran, tenggelam, kandas
Barang bernilai rendah, tidak mudah pecah
ICC(C) + gempa bumi, petir, terhantam ombak
Barang dagangan umum
Semua risiko kecuali perang, nuklir, pengecualian tertentu
Elektronik, barang bernilai tinggi — apapun yang layak dilindungi
Untuk pengiriman $50.000, asuransi ICC(A) all-risk biayanya hanya $250–500 — sekitar 0,5–1,0% dari nilai kargo. Perlindungan ini mencakup kerusakan, kehilangan, pencurian, dan General Average. Kami merekomendasikan asuransi ini untuk setiap pengiriman ke Jepang dengan nilai di atas $5.000; premi sangat kecil dibanding risikonya, apalagi di rute laut pendek di mana kargo Anda berbagi ruang dengan ratusan kontainer lain.
General Average: risiko tersembunyi yang jarang dijelaskan
General Average adalah prinsip hukum maritim: jika kargo harus dibuang atau kapal perlu diselamatkan, semua pengirim di kapal wajib menanggung biayanya secara proporsional — meskipun barang Anda tidak rusak. Anda bisa saja harus membayar ribuan dolar hanya untuk melepaskan kontainer Anda yang masih utuh.
Contoh nyata: Kebakaran Maersk Honam (2018) memicu General Average. Pengirim yang tidak diasuransikan harus membayar deposit tunai besar untuk mengambil kontainer mereka; beberapa menunggu berbulan-bulan. Dengan ICC(A), asuransi Anda yang menanggung. Tanpa asuransi, Anda harus membayar sendiri atau barang Anda tertahan di pelabuhan. Kami sudah beberapa kali melihat skenario ini di berbagai kapal — memang jarang, tapi jika terjadi, importir tanpa asuransi benar-benar dirugikan.
Studi Kasus — China → Jepang (LCL, FCL, Udara, DDP)
Empat pengiriman nyata China→Jepang: LCL elektronik (TELEC + IOR menghemat 3–4 minggu keterlambatan), FCL furnitur (palet JIS menghindari repaletisasi), udara fashion (kecepatan melindungi pendapatan ¥450K), DDP dapur (MHLW + IOR untuk importir pemula). Benang merah: keputusan kepatuhan dan logistik diambil sebelum barang meninggalkan Tiongkok — bukan setelah tiba di Jepang.
Di bawah ini: kasus anonim dengan rincian biaya, waktu transit, dan pelajaran yang relevan untuk pengiriman Anda.
Startup elektronik, order pertama ke Jepang
Brand D2C berbasis Shenzhen kirim 4 CBM (820 kg) speaker Bluetooth ke Tokyo untuk launching Amazon FBA. Pertama kali impor ke Jepang — tanpa sertifikat TELEC, tanpa IOR Jepang, tidak tahu keduanya wajib.
LCL dari Yantian → Yokohama. FOB terms. Kami identifikasi TELEC (wireless device) dan kebutuhan IOR Amazon Jepang di panggilan pertama. Klien amankan keduanya sebelum produksi; sertifikat dan IOR siap saat kontainer tiba. Clearance hanya 2 hari.
Tanpa IOR dan pre-clearance TELEC, shipment ini bisa tertahan di Yokohama 3–4 minggu — ~¥80,000 biaya storage plus gagal launching. Importir baru ke Jepang: identifikasi kebutuhan compliance di minggu pertama, bukan saat barang sudah di pelabuhan.
Distributor furniture, pengiriman rutin bulanan
Importir furniture Osaka kirim 2x kontainer 40GP per bulan dari Ningbo (meja kayu + rak metal). Kerja sama >3 tahun. Klien kelola broker bea cukai Kobe sendiri; kami urus sisi China dan ocean freight.
FCL Ningbo → Kobe. FOB terms. Pallet JIS 1100x1100mm tercantum di setiap PO sejak tahun pertama — supplier tidak pernah kirim pallet Euro. Dengan 28 CBM/bulan, FCL lebih hemat dari LCL; keuntungan utama adalah menghindari repalletisasi di tujuan.
Di volume 28+ CBM/bulan, FCL jelas pilihan utama. Keuntungan terbesar klien bukan di biaya freight — tapi sejak awal spesifikasi pallet JIS, sehingga menghilangkan repalletisasi $200–400/pallet. Tambahkan spesifikasi pallet ke template PO sebelum order pertama.
Retailer fashion, restock musiman
Brand fashion Tokyo butuh 380 kg apparel musim baru dari Guangzhou. Produk laku online; tiap hari delay estimasi rugi ¥150,000. Sea freight makan waktu 12+ hari.
Air freight Guangzhou → Narita. 380 kg chargeable weight. DDP terms — klien ingin shipment time-critical tanpa ribet. Door-to-door 3 hari; barang langsung masuk rak sebelum kehabisan stok.
Air freight 8x lebih mahal dari sea — tapi revenue ¥450,000 yang terlindungi membuat biaya freight $5,200 jadi tidak relevan. Jika biaya holding harian lebih besar dari premium freight, air jadi pilihan. Hitung turnover inventory sebelum default ke sea.
Importir baru, produk dapur
Seller Amazon UK ekspansi ke Jepang. 1,8 CBM (420 kg) peralatan dapur silikon dari Yiwu. Tidak punya entitas Jepang, tidak punya broker bea cukai, belum pernah impor ke Jepang. Silikon = bahan kontak makanan — wajib notifikasi MHLW, yang klien tidak tahu.
DDP door-to-door, Yiwu → Amazon FBA Ichikawa (Chiba). Kami urus pickup origin, clearance ekspor, ocean freight LCL, clearance NACCS via partner IOR, notifikasi MHLW food-contact, dan last-mile ke FBA. Semua selesai dalam 16 hari.
DDP sekitar 20% lebih mahal dari FOB — tapi untuk importir baru tanpa IOR Jepang dan persyaratan MHLW yang tak terduga, DDP menghindari shipment yang bisa gagal total. Jika belum punya infrastruktur Jepang, bayar premium untuk satu pihak yang tanggung jawab end-to-end.
Pola yang sama di keempat kasus China→Jepang
Setiap pengiriman yang sukses punya satu kesamaan: keputusan kepatuhan dan logistik diambil sebelum barang meninggalkan Tiongkok — bukan setelah tiba di Jepang. Keterlambatan TELEC, palet salah, IOR tidak ada, barang tertahan MHLW — kami melihat kasus ini setiap bulan. Semua bisa dihindari dengan 30 menit perencanaan di awal. Klien yang berhasil selalu mulai dari checklist: sertifikasi, IOR, spesifikasi palet, dan kelengkapan dokumen. Yang tidak, akhirnya harus membayar mahal di Yokohama.
Kirim ke Jepang dengan percaya diri
Setiap bagian dari panduan ini mengarah pada kesimpulan yang sama: pengiriman dari Tiongkok ke Jepang sangat mudah jika Anda merencanakan dari awal — dan mahal jika tidak. Jalur China→Jepang adalah salah satu rute laut pendek tercepat dan tersering di Asia: transit hanya 2–3 hari ke Yokohama atau Kobe, pelayaran harian dari Shanghai, Ningbo, Shenzhen, dan Qingdao, serta ongkos laut mulai $216/20GP (kami update tarifnya setiap bulan). Tantangannya bukan di freight-nya — tapi di kepatuhan impor Jepang, dokumen, dan detail operasional (PSE, TELEC, MHLW, palet JIS, NACCS, IOR) yang sering menjebak importir yang baru belajar setelah barang tiba.
Kami sudah menangani ratusan kontainer, LCL, dan pallet udara dari Tiongkok ke Jepang. Baik Anda kirim sampel 50 kg pertama atau kontainer ke-100, kerangka kerjanya tetap sama:
- Pilih moda transportasi — Laut, udara, LCL, atau FCL sesuai volume, urgensi, dan nilai barang, bukan kebiasaan. Hitung break-even; untuk rute Jepang, laut biasanya lebih unggul di atas ~2 CBM.
- Mulai urus kepatuhan sejak awal — Sertifikasi PSE, TELEC, MHLW, PMDA, dan MAFF butuh minggu, bukan hari. Mulai prosesnya di minggu yang sama saat order produksi dikonfirmasi.
- Tentukan Incoterm yang tepat — FOB untuk kontrol dan efisiensi biaya; DDP jika Anda tidak punya IOR Jepang atau ingin satu pihak bertanggung jawab penuh.
- Pastikan dokumen benar sejak awal — Invoice, packing list, B/L, dan deklarasi NACCS harus sesuai. Ketidaksesuaian akan membuat dokumen Anda dicek manual dan menambah 1–3 hari proses.
- Gunakan palet JIS 1100x1100mm dan asuransi kargo ICC(A) — Biayanya sangat kecil di asal tapi menghemat ribuan dolar dari repaletisasi dan kerugian yang tidak diasuransikan.
Kami memperbarui data tarif freight China ke Jepang dan biaya pengiriman dari China ke Jepang setiap bulan untuk 2026. Simpan halaman ini atau daftar alert tarif di atas — dan saat Anda siap kirim, dapatkan penawaran pengiriman ke Jepang sesuai rute, volume, dan waktu pengiriman Anda.
ReferensiGlosarium· 81 istilah
Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.
- 20GP
- 1. Kontainer 20 kaki General Purpose. Kontainer standar untuk kargo kering, kapasitas sekitar 33 CBM.
- 40GP
- 2. Kontainer 40 kaki General Purpose. Kontainer standar untuk kargo kering, kapasitas sekitar 67 CBM.
- all-in
- 9. Penawaran harga yang sudah termasuk komponen utama (misal: freight + handling + clearance). Selalu cek detail supaya membandingkan penawaran yang setara.
- all-risk
- 11. Asuransi yang mencakup semua risiko kecuali yang dikecualikan secara khusus (misal ICC A). Lebih luas dari named-perils; cocok untuk kargo bernilai tinggi atau mudah rusak.
- AQS
- 12. Animal Quarantine Service. Otoritas karantina tanaman dan hewan di Jepang (bekerja sama dengan MAFF).
- AWB
- 13. Air Waybill. Dokumen transportasi untuk kargo udara; bukti kontrak antara shipper dan carrier.
- B/L
- 20. Bill of Lading. Dokumen transportasi dari carrier; bukti kontrak dan (untuk B/L negotiable) hak kepemilikan barang.
- BAF
- 18. Bunker Adjustment Factor. Surcharge untuk menyesuaikan perubahan biaya bahan bakar pada freight laut.
- Bea Masuk
- Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
- CAF
- 29. Currency Adjustment Factor. Surcharge untuk menyesuaikan perubahan kurs mata uang.
- CBM
- 31. Cubic metre. Satuan standar volume pengiriman; dipakai untuk tarif LCL dan kapasitas kontainer.
- Certificate of Origin
- 44. Dokumen yang menyatakan asal produksi barang. Sering dibutuhkan untuk tarif bea preferensial atau oleh importir.
- CFS
- 34. Container Freight Station. Fasilitas konsolidasi (origin) atau de-konsolidasi (destination) kargo LCL. Di FCA (CFS), seller menyerahkan kargo loose di sini; serah terima dan risiko berpindah saat diterima.
- Chinese New Year
- Hari libur utama di Singapura yang bisa menyebabkan keterlambatan pada operasional pelabuhan dan logistik.
- Chubu
- 38. Wilayah Nagoya (Aichi, Gifu, Mie). Pusat industri Jepang; landing di Nagoya untuk tujuan Chubu agar tidak over-porting via Tokyo atau Osaka.
- CIF
- 39. Cost, Insurance and Freight. Hanya untuk laut dan sungai—bukan udara. Seller bayar freight dan asuransi minimum (biasanya ICC C) ke pelabuhan tujuan; buyer yang melakukan clearance dan bayar bea. Risiko berpindah saat barang di atas kapal.
- CIP
- 40. Carriage and Insurance Paid To. Semua moda (laut, udara, multimodal). Seller bayar freight dan asuransi lebih luas (sering ICC A) ke lokasi yang disepakati. Cover lebih tinggi dari CIF minimum—cocok untuk kargo udara dan bernilai tinggi.
- clearance
- 43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
- Commercial Invoice
- 46. Dokumen yang menyatakan nilai, deskripsi, dan syarat barang; wajib untuk bea cukai dan pembayaran.
- customs broker
- 50. Agen berlisensi yang mengurus filing deklarasi bea cukai, komunikasi dengan bea cukai, dan clearance atas nama Anda.
- cut-off
- Batas waktu barang atau dokumen harus diterima agar bisa ikut kapal atau pesawat tertentu; lewat deadline biasanya tertunda sehari.
- CY
- Container Yard; area terminal tempat kontainer penuh diterima, disimpan, dan diserahkan. Di bawah FCA (CY), penjual menyerahkan kontainer di sini, risiko berpindah saat gate-in.
- DAP
- Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
- DDP
- Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
- delivery order
- Dokumen otorisasi pengambilan barang oleh consignee; wajib ditunjukkan di pintu gudang, kalau tidak cocok, tidak bisa masuk. Harus sesuai dengan B/L dan barang fisik.
- demurrage
- Biaya saat barang tinggal di terminal lewat free time yang diberikan; biasanya akibat dokumen terlambat atau pickup tertunda.
- detention
- Biaya saat kontainer penuh ditahan oleh shipper atau consignee lewat free days (misal untuk loading, unloading, atau pengembalian).
- door-to-door
- Layanan door-to-door dari shipper ke consignee; forwarder atau carrier mengatur seluruh proses, termasuk penjemputan dan pengantaran.
- DUA
- Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
- duty
- Bea masuk; pajak yang dikenakan bea cukai atas barang impor, dihitung berdasarkan HS code, nilai barang, dan asal negara.
- ETA
- Estimated Time of Arrival; perkiraan waktu kapal atau pesawat tiba di destination.
- ETD
- Estimated Time of Departure; perkiraan waktu kapal atau pesawat berangkat dari origin.
- EXW
- Ex Works; seller hanya menyediakan barang di lokasi mereka, buyer mengurus penjemputan, clearance ekspor, pengiriman, dan seluruh proses selanjutnya. Risiko beralih di pintu pabrik—paling awal di antara Incoterms.
- FCA
- Free Carrier; seller menyerahkan barang di lokasi yang ditentukan (CY, CFS, terminal), buyer yang booking main freight dan asuransi. Risiko beralih saat barang diserahkan ke carrier—jelas dan bisa diverifikasi. Cocok untuk container (FCL/LCL); untuk air, gunakan FCA atau CIP.
- FCL
- Full Container Load; Anda booking satu container penuh (misal: 20GP atau 40HC), hanya barang Anda di dalamnya.
- FOB
- Free On Board; seller menyerahkan barang ke kapal dan urus clearance ekspor, buyer yang booking freight dan urus impor dari sisi kapal. Risiko beralih saat barang di atas kapal. Hanya untuk sea freight—untuk air gunakan FCA. Untuk container, momen 'on board' sering tidak jelas; FCA (CY/CFS) lebih pasti.
- Food Sanitation Act
- Regulasi Jepang tentang keamanan pangan; diawasi MHLW, mencakup makanan, suplemen, minuman, aditif, dan alat kontak pangan. Notifikasi impor (shokuhin yunyū todokede) wajib sebelum release.
- Form E
- Certificate of Origin untuk ASEAN–China FTA; digunakan untuk klaim tarif bea masuk khusus jika aturan asal dipenuhi. Jepang punya format serupa untuk perjanjian bilateral.
- forwarder
- Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
- General Average
- Prinsip maritim di mana seluruh pemilik kargo menanggung kerugian yang terjadi demi penyelamatan kapal (misal: jettison). Umumnya tercakup di ICC(A).
- Golden Week
- Periode libur Jepang (akhir April–awal Mei); pelabuhan dan gudang melambat atau tutup. Booking minimal 2 minggu sebelumnya atau sesuaikan jadwal.
- HS Code
- HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
- import declaration
- Dokumen yang diajukan ke bea cukai untuk clearance impor. Memuat detail barang, nilai, HS codes, dan izin. Di DAP, broker buyer yang submit; di DDP, broker seller atau IOR yang submit.
- import permit
- Otorisasi dari Japan Customs untuk release kargo ke konsumsi. Dikeluarkan setelah deklarasi, pemeriksaan dokumen, inspeksi (jika ada), dan pembayaran bea masuk serta Consumption Tax.
- Importer of Record
- Pihak di negara tujuan yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak (singkatan IOR).
- Incoterms
- International Commercial Terms. Aturan standar (EXW, FOB, CIF, DDP, dll.) yang menentukan siapa yang membayar, siapa yang mengurus bea cukai, dan kapan risiko berpindah di setiap tahap.
- IOR
- Importer of Record. Pihak yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak di negara tujuan.
- ISPM-15
- International Standards for Phytosanitary Measures No. 15. Standar perlakuan untuk kemasan kayu (misal: palet) agar bebas hama.
- JIS
- Japanese Industrial Standard; JIS 1100×1100 mm adalah ukuran pallet umum di Jepang, beberapa gudang punya spesifikasi sendiri—pastikan sebelum kirim.
- Kansai
- Wilayah Osaka (Osaka, Kobe, Kyoto); biasanya lebih ramah logistik daripada Kanto, zona industri besar, tapi slot dan aturan safety tetap ketat.
- Kanto
- Wilayah Tokyo (Tokyo, Yokohama, Chiba, Saitama); last-mile lebih ketat: macet, akses sempit, batas ukuran truk (2t/4t), lead time gate pendek.
- landed cost
- Total biaya sampai barang tiba di tujuan akhir: transportasi, handling, bea cukai, bea masuk, pajak, dan last-mile. Gunakan untuk membandingkan moda, bukan hanya tarif utama.
- last-mile
- Tahap akhir pengiriman dari pelabuhan, bandara, atau gudang ke alamat penerima. Bisa termasuk surcharge area terpencil atau residensial.
- LCL
- Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
- lift-gate
- Alat tambahan truk yang bisa menurunkan barang ke permukaan tanah. Dipakai kalau alamat tujuan tidak punya loading dock.
- MAFF
- Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries. Regulator Jepang untuk karantina tumbuhan, persyaratan fitosanitari, dan impor produk pertanian. Tanpa sertifikat fitosanitari, barang berbahan tumbuhan tidak bisa masuk.
- METI
- Ministry of Economy, Trade and Industry. Regulator Jepang; mengawasi PSE dan kebijakan perdagangan.
- MHLW
- Ministry of Health, Labour and Welfare. Regulator Jepang untuk keamanan pangan, kosmetik, dan produk kesehatan.
- MIC
- Ministry of Internal Affairs and Communications. Regulator Jepang untuk perangkat radio; mengeluarkan sertifikasi TELEC. Badan seperti TELEC ditunjuk untuk evaluasi.
- MSDS
- Material Safety Data Sheet. Dokumen wajib untuk barang berbahaya (baterai, bahan kimia); berisi info penanganan, penyimpanan, dan keselamatan untuk carrier dan bea cukai.
- NACCS
- Nippon Automated Cargo and Port Consolidated System. Sistem elektronik Jepang untuk clearance bea cukai laut, udara, dan express. DAP: broker buyer yang submit; DDP: broker seller atau IOR yang submit.
- New Year
- Jepang: akhir Desember sampai awal Januari, banyak bisnis, pelabuhan, dan gudang tutup atau operasi terbatas. Rencanakan pengiriman supaya tidak tiba di periode ini; siap-siap backlog setelah buka.
- Obon
- Periode libur Jepang (pertengahan Agustus). Gudang dan trucking melambat; siap-siap delay dan sulit dapat slot appointment.
- Packing List
- Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
- pickup
- Pengambilan barang di pabrik. Truk dipesan, muat di lokasi asal, lalu kirim ke CFS, CY, atau bandara. Jarak, jumlah supplier, dan kesiapan barang memengaruhi biaya.
- plant quarantine
- Pemeriksaan MAFF terhadap impor produk tanaman di border Jepang. Sertifikat fitosanitari dan inspeksi di pelabuhan masuk wajib; beberapa komoditas harus melalui perlakuan khusus (fumigasi, panas).
- PMDA
- Pharmaceuticals and Medical Devices Agency. Regulator Jepang untuk obat, alat kesehatan, dan quasi-drugs.
- port-to-port
- Layanan hanya dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Penjemputan dan pengiriman diatur sendiri oleh Anda atau forwarder.
- pre-clearance
- Pengiriman dokumen impor sebelum barang tiba (Jepang: Pre-arrival Examination); mempercepat clearance, butuh B/L atau AWB dan izin siap lebih awal.
- PSE
- Product Safety of Electrical Appliances and Materials. Sertifikasi wajib Jepang untuk produk listrik di bawah DENAN. Bentuk logo (diamond atau circle) tergantung kategori produk.
- PSS
- Peak Season Surcharge. Biaya tambahan saat periode permintaan tinggi (misal menjelang libur).
- quasi-drugs
- Klasifikasi Jepang: produk yang mencegah atau mengatasi kondisi tertentu (misal: ketombe, kulit pecah-pecah) atau punya efikasi spesifik (sunscreen, pemutih gigi). Wajib registrasi MAH di bawah PMD Act—lebih ketat dari kosmetik biasa.
- RCEP
- Regional Comprehensive Economic Partnership. FTA Asia-Pasifik termasuk Jepang dan China. Memberikan tarif preferensi jika aturan asal terpenuhi; wajib sertifikat asal.
- repacking
- Repacking atau memperkuat karton (misal setelah penanganan di CFS). Bisa mengurangi CBM, konsolidasi multi-supplier, atau menyesuaikan aturan pallet. Dokumentasikan sebelum/sesudah untuk klaim asuransi.
- Self-declaration
- 24. Tự công bố sản phẩm. Proses di mana importir menyatakan kepatuhan untuk produk yang tidak wajib CR Mark.
- SKU
- Stock Keeping Unit. Kode unik untuk varian produk. Harus konsisten di label karton, packing list, dan invoice; mismatch bisa menyebabkan barang tertahan atau rework di gudang.
- stuffing
- Proses memuat barang ke dalam kontainer. Untuk FCL, dilakukan di shipper atau depot; untuk LCL, di CFS saat konsolidasi.
- surcharge
- Biaya tambahan di luar freight dasar (misal BAF, THC, fuel, security). Selalu tanyakan detail ‘all-in’ agar jelas.
- TELEC
- Telecom Engineering Center. Badan sertifikasi untuk perangkat radio di bawah Radio Law Jepang. Sering jadi istilah untuk approval TELEC/MIC.
- THC
- Terminal Handling Charge. Biaya bongkar-muat kontainer di terminal pelabuhan. Di origin, pembeli bayar untuk EXW dan penjual untuk FOB; di destination, pembeli selalu bayar.
- VGM
- Verified Gross Mass. Berat resmi kontainer yang sudah dipacking (SOLAS); wajib sebelum loading.
Tidak ada istilah yang cocok dengan pencarian Anda.