Dalam panduan ini
- FOB dan EXW adalah Incoterms paling umum untuk ekspor Tiongkok, menawarkan tingkat kontrol dan tanggung jawab yang berbeda.
- CIF lebih disukai untuk pengiriman laut ke Eropa dan AS, namun pembeli harus memastikan cakupan asuransi dan prosedur klaim.
- DDP jarang digunakan karena rumitnya regulasi bea cukai dan VAT di negara tujuan.
- Pemilihan Incoterm yang tepat dapat meminimalkan sengketa dan mengoptimalkan biaya logistik pengiriman dari Tiongkok.
Memilih Incoterms yang Tepat untuk Pengiriman dari China
Menentukan Incoterms yang sesuai untuk pengiriman Anda dari China adalah salah satu keputusan terpenting sebagai importir atau manajer rantai pasok. Pilihan Incoterms akan langsung memengaruhi total biaya, tingkat risiko, dan kendali operasional Anda—terutama mengingat kompleksitas ekspor dari China. Lebih dari 90% kontrak ekspor China menggunakan aturan Incoterms 2020, namun penerapannya di China memiliki karakteristik tersendiri. Dalam panduan ini, kami akan membahas Incoterms yang paling umum digunakan di China, membandingkan dampaknya dalam praktik, serta menunjukkan bagaimana menghindari kesalahan mahal yang sering terjadi setiap tahun.
Memahami Incoterms dan Perannya dalam Perdagangan China
Mari mulai dari dasar: Incoterms (International Commercial Terms) adalah aturan standar yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce. Incoterms menjelaskan siapa yang menanggung biaya, siapa yang bertanggung jawab atas risiko, dan siapa yang mengurus proses kepabeanan di setiap tahap pengiriman lintas negara. Di China, lebih dari 90% kontrak ekspor mengacu pada Incoterms 2020, menjadikannya bahasa universal dalam perdagangan internasional.
Gambaran Umum Incoterms 2020
Incoterms 2020 terdiri dari 11 istilah, namun dalam praktiknya hanya empat—EXW, FOB, CIF, dan DDP—yang digunakan pada sebagian besar ekspor dari China. Istilah-istilah ini menentukan perpindahan biaya dan risiko dari penjual ke pembeli, serta siapa yang mengurus formalitas ekspor dan impor. Contohnya, pada FOB (Free On Board), penjual bertanggung jawab mengirim barang ke pelabuhan dan mengurus kepabeanan ekspor di China, sedangkan pada EXW (Ex Works), hampir seluruh tanggung jawab ada di pihak pembeli sejak barang di gudang penjual.
Untuk penjelasan lengkap semua 11 Incoterms, lihat Penjelasan Incoterms untuk Importir China.
Mengapa Incoterms Penting di China
Incoterms sangat penting karena mencegah kesalahpahaman soal siapa yang membayar apa—dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah. Di China, Incoterms juga menentukan siapa yang mengurus proses ekspor lokal, yang sangat diatur ketat. Misalnya, jika Anda memilih EXW, Anda bertanggung jawab mencari agen lokal untuk mengurus kepabeanan, yang bisa berisiko jika tidak memiliki mitra yang andal di lapangan. Inilah salah satu alasan mengapa FOB lebih disukai untuk pengiriman dari pelabuhan utama: FOB sudah termasuk pengurusan ekspor, sehingga mengurangi risiko dan beban administrasi bagi importir.
Implikasi Hukum dan Praktis
Penting untuk diingat bahwa Incoterms tidak mengesampingkan hukum ekspor China. Apapun Incoterms yang Anda pilih—EXW, FOB, CIF, atau DDP—pengiriman Anda tetap harus mematuhi persyaratan lisensi ekspor dan dokumen dari pemerintah China. Kekurangan dokumen atau deklarasi yang salah dapat menyebabkan penundaan mahal, bahkan penyitaan barang. Untuk info lebih lanjut tentang dokumen yang dibutuhkan, lihat lisensi dan kepatuhan ekspor China.
Perbandingan Incoterms Paling Umum untuk Ekspor China
Dengan lebih dari 70% pengiriman UKM dari China menggunakan EXW atau FOB, memahami perbedaannya sangat penting. Berikut penjelasan empat Incoterms paling umum—EXW, FOB, CIF, dan DDP—agar Anda dapat melihat di mana biaya, risiko, dan tanggung jawab berpindah.
EXW vs FOB
EXW (Ex Works) menempatkan hampir seluruh tanggung jawab pada pembeli. Anda yang mengatur penjemputan di gudang pemasok, transportasi lokal, pengurusan ekspor, hingga pengiriman internasional. Lebih dari 40% kontrak UKM dari China menggunakan EXW atau FOB, namun EXW sangat umum untuk pemasok di pedalaman atau yang belum berpengalaman ekspor.
FOB (Free On Board), sebaliknya, berarti pemasok mengirim barang ke pelabuhan, mengurus kepabeanan ekspor China, dan memuat ke kapal. Harga FOB biasanya 3-8% lebih tinggi dari EXW, mencerminkan biaya logistik lokal dan dokumentasi. Namun, FOB secara signifikan mengurangi risiko penundaan atau masalah kepatuhan bagi importir.
CIF vs DDP
CIF (Cost, Insurance, and Freight) banyak digunakan untuk pengiriman laut dari China ke Eropa dan AS. CIF mencakup ongkos angkut utama dan asuransi (setidaknya 110% dari nilai invoice sesuai Incoterms 2020), namun tidak termasuk pengurusan bea masuk atau pajak di negara tujuan. DDP (Delivered Duty Paid) mencakup semuanya—termasuk bea masuk dan pajak di negara tujuan—namun jarang diterima pemasok China karena rumit dan berisiko terkait pengurusan VAT serta regulasi asing. Faktanya, kurang dari 10% kontrak ekspor China menggunakan DDP.
Memilih Berdasarkan Moda dan Tujuan Pengiriman
Pilihan Incoterms juga sebaiknya disesuaikan dengan moda dan tujuan pengiriman Anda:
- Untuk pengiriman laut dari China, FOB dan CIF paling umum digunakan.
- Untuk pengiriman udara atau kurir ekspres, biasanya menggunakan EXW atau FCA.
- Untuk kereta api ke Eropa, CIF dan DAP sering dipilih.
Berikut perbandingan praktisnya:
| Incoterm | Pengurusan Ekspor | Angkutan Utama | Asuransi | Bea Masuk/Pajak | Penggunaan Umum | % Kontrak China |
|---|---|---|---|---|---|---|
| EXW | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Pemasok pedalaman, udara/ekspres | 40% (dengan FOB) |
| FOB | Penjual | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Pengiriman laut, pelabuhan utama | 30% (dengan EXW) |
| CIF | Penjual | Penjual | Penjual | Pembeli | Pengiriman laut jarak jauh | ~20% |
| DDP | Penjual | Penjual | Penjual | Penjual | Kasus khusus, e-commerce | kurang dari 10% |
Ingin info lebih detail soal moda pengiriman? Lihat opsi pengiriman dari China dan rincian biaya per moda.
Negosiasi Incoterms dengan Supplier Tiongkok
Memilih Incoterm yang tepat bukan sekadar memilih istilah dari daftar—Anda perlu bernegosiasi dengan supplier dan memahami kemampuan mereka yang sebenarnya.
Menilai Kapabilitas Supplier
Tidak semua supplier di Tiongkok mampu menangani proses ekspor atau pengiriman internasional. FOB jauh lebih mudah dinegosiasikan dengan supplier yang berlokasi dekat pelabuhan besar seperti Shanghai, Ningbo, atau Shenzhen. Jika supplier Anda berada di wilayah pedalaman, mereka biasanya hanya menawarkan EXW, sehingga Anda harus mengatur penjemputan lokal dan proses bea cukai sendiri.
Untuk informasi lebih lanjut tentang bekerja sama dengan supplier Tiongkok, baca panduan kami tentang memilih freight forwarder di Tiongkok.
Transparansi Biaya
Selalu minta supplier Anda untuk memberikan rincian biaya secara detail. Harga FOB umumnya 3-8% lebih tinggi dibanding EXW, karena sudah termasuk biaya logistik lokal dan dokumen. Jangan langsung berasumsi bahwa “harga FOB” sudah mencakup semuanya—pastikan apa saja yang sudah termasuk dan yang belum. Untuk penjelasan lengkap tentang komponen biaya, lihat biaya pengiriman dari Tiongkok.
Manajemen Risiko
Jika supplier Anda menawarkan DDP, sebaiknya berhati-hati. DDP jarang disetujui oleh supplier Tiongkok karena rumitnya mengurus bea cukai luar negeri dan PPN. Jika Anda tetap memilih opsi ini, pastikan supplier Anda benar-benar berpengalaman dengan regulasi negara tujuan—jika tidak, Anda bisa terkena biaya tak terduga dan keterlambatan. Untuk info lebih lanjut tentang risiko bea cukai, baca bea masuk dan proses clearance dari Tiongkok.
Pertimbangan Regulasi dan Bea Cukai untuk Incoterms di Tiongkok
Apa pun Incoterm yang Anda pilih, Anda tetap harus mematuhi regulasi ekspor Tiongkok. Memahami siapa yang bertanggung jawab atas dokumen dan asuransi sangat penting.
Perizinan Ekspor
Untuk FOB dan CIF, supplier bertanggung jawab mengurus seluruh izin ekspor dan dokumen bea cukai. Jika Anda menggunakan EXW, Anda (atau agen Anda) yang harus mengurus semua proses tersebut. Kegagalan memenuhi syarat ini bisa menyebabkan barang tertahan atau terkena denda. Untuk info lebih lanjut, cek persyaratan lisensi ekspor Tiongkok.
Dokumen Bea Cukai
Bea cukai Tiongkok mewajibkan adanya commercial invoice, packing list, izin ekspor, dan deklarasi bea cukai untuk setiap pengiriman keluar negeri. Meski Incoterm Anda menempatkan tanggung jawab pada supplier, Anda tetap harus memastikan semua dokumen sudah lengkap. Ini sangat penting untuk barang regulasi atau barang berbahaya.
Persyaratan Asuransi
Jika Anda memilih CIF, Incoterms 2020 mewajibkan penjual menyediakan asuransi minimal 110% dari nilai invoice. Namun, biasanya hanya asuransi dasar. Selalu periksa detail polis asuransi dan pertimbangkan asuransi tambahan jika barang Anda bernilai tinggi atau sensitif. Untuk info lebih lanjut tentang asuransi dan biaya tersembunyi, lihat biaya tersembunyi pengiriman dari Tiongkok.
Kesalahan Umum dan Jebakan Saat Memilih Incoterms
Perselisihan Incoterms menyumbang 15-20% dari masalah kontrak lintas negara yang dilaporkan eksportir Tiongkok. Berikut cara menghindari kesalahan paling umum.
Salah Memahami Cakupan Biaya
Kesalahan paling sering terjadi adalah mengira DDP sudah mencakup semua pajak dan biaya di negara tujuan. Faktanya, DDP membebankan penjual pada PPN, bea masuk, dan biaya lokal lain yang sering kali tidak bisa ditangani supplier Tiongkok. Akibatnya, pembeli bisa menerima tagihan tak terduga. Untuk rincian biaya tujuan, lihat bea masuk dan pajak berdasarkan negara tujuan.
Mengabaikan Logistik Lokal
Memilih EXW tanpa mengatur penjemputan lokal yang andal adalah resep keterlambatan atau gagal loading kapal. Jika forwarder atau agen Anda tidak mengenal lokasi supplier, Anda bisa terkena biaya tambahan dan tenggat waktu terlewat. Untuk tips penjemputan lancar dan trucking domestik di Tiongkok, baca panduan logistik kami.
Celah Asuransi
Menggunakan CIF tanpa memverifikasi kecukupan asuransi atau prosedur klaim sangat berisiko. Asuransi standar belum tentu menanggung semua risiko, dan proses klaim bisa lambat atau rumit—terutama untuk pengiriman internasional. Selalu tentukan kebutuhan asuransi Anda dan pastikan prosedur klaim sebelum pengiriman.
Kesimpulan: Cara Memilih Incoterm Terbaik untuk Pengiriman dari Tiongkok
Memilih Incoterm yang tepat untuk pengiriman dari Tiongkok adalah soal menyeimbangkan biaya, risiko, dan kontrol operasional. Untuk sebagian besar importir, FOB adalah pilihan paling aman dan praktis—terutama untuk pengiriman laut dari pelabuhan utama Tiongkok. CIF bisa jadi opsi jika Anda ingin asuransi sudah termasuk, tapi selalu cek detail polisnya. Hindari DDP kecuali Anda punya dukungan ahli untuk urusan bea cukai dan pajak di negara tujuan.
Berikut ringkasan singkat:
| Jenis Pengiriman | Incoterm Rekomendasi | Alasan |
|---|---|---|
| Pengiriman laut (full container) | FOB | Supplier mengurus clearance ekspor; Anda kendalikan pengiriman |
| Pengiriman laut (LCL) | FOB atau CIF | CIF sudah termasuk asuransi; FOB lebih fleksibel |
| Pengiriman udara/Ekspres | EXW atau FCA | Anda mengatur penjemputan dan pengiriman utama |
| E-commerce/Paket kecil | DAP atau DDP | Hanya jika supplier paham proses di negara tujuan |
Untuk panduan langkah demi langkah, mulai dengan menilai kemampuan ekspor supplier Anda, pastikan semua tanggung jawab lokal jelas, dan bekerjasama dengan freight forwarder Tiongkok yang berpengalaman. Selalu tinjau kontrak Anda dan konsultasikan dengan profesional jika ragu.
Kesimpulan
Pemilihan Incoterm yang tepat sangat menentukan keberhasilan proyek impor Anda dari China. Bagi sebagian besar importir, FOB adalah pilihan paling aman dan efisien, sementara CIF cocok untuk yang menginginkan perlindungan asuransi dasar. Hindari DDP kecuali Anda memiliki dukungan ahli untuk proses kepabeanan dan pajak di negara tujuan. Jika Anda membutuhkan saran khusus atau ingin mendapatkan penawaran terperinci untuk pengiriman berikutnya, dapatkan penawaran dari tim kami.
ReferensiGlosarium· 16 istilah
Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.
- Bea Masuk
- Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
- CIF
- 39. Cost, Insurance and Freight. Hanya untuk laut dan sungai—bukan udara. Seller bayar freight dan asuransi minimum (biasanya ICC C) ke pelabuhan tujuan; buyer yang melakukan clearance dan bayar bea. Risiko berpindah saat barang di atas kapal.
- clearance
- 43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
- Commercial Invoice
- 46. Dokumen yang menyatakan nilai, deskripsi, dan syarat barang; wajib untuk bea cukai dan pembayaran.
- DAP
- Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
- DDP
- Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
- duty
- Bea masuk; pajak yang dikenakan bea cukai atas barang impor, dihitung berdasarkan HS code, nilai barang, dan asal negara.
- EXW
- Ex Works; seller hanya menyediakan barang di lokasi mereka, buyer mengurus penjemputan, clearance ekspor, pengiriman, dan seluruh proses selanjutnya. Risiko beralih di pintu pabrik—paling awal di antara Incoterms.
- FCA
- Free Carrier; seller menyerahkan barang di lokasi yang ditentukan (CY, CFS, terminal), buyer yang booking main freight dan asuransi. Risiko beralih saat barang diserahkan ke carrier—jelas dan bisa diverifikasi. Cocok untuk container (FCL/LCL); untuk air, gunakan FCA atau CIP.
- FOB
- Free On Board; seller menyerahkan barang ke kapal dan urus clearance ekspor, buyer yang booking freight dan urus impor dari sisi kapal. Risiko beralih saat barang di atas kapal. Hanya untuk sea freight—untuk air gunakan FCA. Untuk container, momen 'on board' sering tidak jelas; FCA (CY/CFS) lebih pasti.
- forwarder
- Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
- Incoterms
- International Commercial Terms. Aturan standar (EXW, FOB, CIF, DDP, dll.) yang menentukan siapa yang membayar, siapa yang mengurus bea cukai, dan kapan risiko berpindah di setiap tahap.
- LCL
- Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
- Packing List
- Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
- PPN
- Pajak Pertambahan Nilai. PPN di Indonesia, umumnya 11%, dikenakan pada sebagian besar impor dan penjualan.
- VAT
- Value Added Tax. Pajak konsumsi standar di Kamboja yang dikenakan pada impor, saat ini sebesar 10%.
Tidak ada istilah yang cocok dengan pencarian Anda.