Skip to main content
Terbaru · April 2026 8 menit baca

Cara Mendapatkan Tarif Preferensi melalui FTA ASEAN & RCEP dari China

Dapatkan tarif impor lebih rendah dari China lewat FTA ASEAN dan RCEP. Panduan langkah demi langkah tentang syarat, aturan asal barang, dan klaim tarif preferensi.

Lucas Arillotta
Lucas Arillotta Supply Chain Manager di SINO Shipping
Dalam panduan ini
  1. 01 Tarif Preferensial FTA ASEAN & R
  2. 02 Kelayakan & Aturan Asal Barang
  3. 03 Jadwal Tarif & Cakupan Produk
  4. 04 Klaim Tarif Preferensi Impor Chi
  5. 05 Kendala & Kesalahan Penggunaan F
  6. 06 Penghematan FTA ASEAN & RCEP
Hal-hal penting dalam artikel
  • Lebih dari 90% barang perdagangan antara China dan negara ASEAN bisa mendapat tarif nol atau tarif rendah melalui FTA.
  • Kelayakan tarif preferensi wajib mematuhi aturan asal barang dan dokumen yang benar.
  • RCEP memungkinkan aturan asal kumulatif, sehingga importir lebih fleksibel dalam sumber barang.
  • Dokumen yang salah atau keliru memahami kelayakan produk bisa menyebabkan kehilangan manfaat tarif dan pembayaran kembali.

Tarif preferensial melalui FTA ASEAN RCEP

Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN adalah alat yang sangat efektif bagi importir untuk menekan biaya landed dan tetap kompetitif. ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) memberikan pengurangan tarif signifikan, mencakup lebih dari 90% barang yang diperdagangkan serta menghubungkan 15 negara yang mewakili 30% PDB dunia. Namun, untuk mendapatkan manfaat ini tidak otomatis—persyaratan kelayakan, dokumen, dan kepatuhan sangat penting. Dalam panduan ini, kami akan menguraikan cara kerja ACFTA dan RCEP, menjelaskan aturan asal barang (rules of origin), langkah-langkah praktis untuk mengklaim tarif preferensial, serta menyoroti kesalahan umum yang sering menjebak bahkan importir berpengalaman.

Cara Kerja Tarif Preferensial di Bawah FTA ASEAN dan RCEP

Tarif preferensial adalah inti dari FTA. Dengan tarif ini, importir dapat membayar tarif lebih rendah—atau bahkan nol—saat mengimpor dari Tiongkok ke ASEAN dan anggota RCEP lainnya. Namun, bagaimana praktiknya di lapangan?

Apa Itu Tarif Preferensial?

Tarif preferensial adalah bea masuk yang dikurangi atau dihapuskan berdasarkan FTA. Sebagai contoh, di bawah ACFTA, lebih dari 90% barang yang diperdagangkan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN berhak atas tarif nol. Artinya, produk seperti elektronik, tekstil, mesin, dan berbagai barang konsumsi dapat masuk ke pasar ASEAN dari Tiongkok tanpa bea masuk seperti biasanya.

RCEP membawa manfaat lebih luas, mencakup 15 negara Asia-Pasifik dan 30% PDB dunia per 2026. Lebih dari 90% barang yang diperdagangkan antar anggota RCEP pada akhirnya akan bebas tarif, namun tidak semua pengurangan berlaku langsung. Produk sensitif, seperti beberapa hasil pertanian dan bahan kimia, akan mengalami penurunan tarif secara bertahap selama 10-20 tahun.

Perjanjian Utama: ACFTA dan RCEP

ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) merupakan perjanjian yang lebih lama dan fokus, menghapuskan tarif lebih dari 90% barang antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Sebagai contoh, pada 2023, nilai perdagangan Tiongkok-ASEAN mencapai $975 miliar, dengan mayoritas barang bergerak bebas bea berkat ACFTA.

RCEP, yang diluncurkan lebih baru, mencakup Tiongkok, ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Cakupannya lebih luas, namun pengurangan tarif untuk produk sensitif dilakukan secara bertahap—bahkan hingga tahun 2040 untuk beberapa barang.

PerjanjianNegara yang DicakupCakupan Bebas TarifJadwal untuk Barang Sensitif
ACFTATiongkok + 10 ASEANLebih dari 90% barangLangsung untuk sebagian besar produk
RCEP15 Asia-PasifikLebih dari 90% barang10-20 tahun untuk beberapa barang

Jika Anda membandingkan pengiriman dari Tiongkok ke Vietnam, Thailand, atau Indonesia, memahami FTA yang berlaku sangat penting untuk memperkirakan biaya landed.

Kelayakan dan Aturan Asal Barang: Apa yang Harus Anda Buktikan

Mengklaim tarif preferensial tidak terjadi secara otomatis. Anda harus membuktikan barang Anda memenuhi aturan asal barang FTA dan melengkapi dokumen yang diperlukan.

Kriteria Asal Barang

Untuk mendapatkan tarif preferensial, importir wajib menyerahkan Certificate of Origin—Form E untuk ACFTA, Form RCEP untuk RCEP. Sertifikat ini membuktikan bahwa barang diproduksi atau diolah secara substansial di Tiongkok atau negara anggota RCEP lainnya.

Jika Anda melewatkan langkah ini atau dokumen tidak sesuai, bea cukai dapat menolak tarif preferensial dan mengenakan tarif MFN (Most Favored Nation) penuh—bahkan bisa berlaku surut dengan denda.

Berikut daftar pengecekan dasar:

  • Pastikan HS code produk Anda memenuhi syarat pada jadwal tarif FTA.
  • Dapatkan Certificate of Origin yang benar dari pemasok Anda (Form E atau Form RCEP).
  • Pastikan sertifikat diisi dengan benar—kesalahan adalah penyebab utama klaim ditolak.
  • Tunjukkan sertifikat saat proses impor di bea cukai.

Aturan Kumulatif

RCEP memperkenalkan aturan asal kumulatif, yang memungkinkan Anda menghitung bahan baku dan proses produksi dari negara anggota RCEP mana pun untuk memenuhi persyaratan asal. Misalnya, jika produk Anda terdiri dari komponen asal Tiongkok, Vietnam, dan Jepang, Anda dapat menggabungkan nilainya untuk memenuhi ambang batas.

Fleksibilitas ini sangat bermanfaat untuk rantai pasok yang kompleks, namun membutuhkan dokumentasi detail. Mengabaikan aturan kumulatif berarti Anda bisa kehilangan potensi penghematan atau bahkan penolakan klaim.

Jika rantai pasok Anda melibatkan beberapa negara, konsultasikan dengan spesialis atau pelajari aturan resmi FTA—terutama untuk produk yang dirakit di beberapa negara anggota RCEP.

Jadwal Tarif dan Cakupan Produk: Apa Saja yang Benar-benar Bebas Tarif?

Tidak semua produk memenuhi syarat untuk tarif nol. Anda harus memeriksa jadwal tarif resmi yang diterbitkan dan diperbarui oleh masing-masing negara.

HS Code dan Tarif Produk

ACFTA telah menurunkan tarif menjadi 0% untuk lebih dari 7.000 lini produk. RCEP mencakup lebih dari 90% lini tarif berdasarkan nilai, tetapi cakupan pastinya bergantung pada HS code produk dan jadwal negara tujuan impor.

Untuk memastikan apakah produk Anda tercakup:

  • Cari tahu HS code produk Anda.
  • Periksa jadwal tarif ACFTA dan RCEP untuk negara tujuan Anda.
  • Pastikan apakah produk Anda tercantum sebagai bebas tarif, pengurangan bertahap, atau dikecualikan.

Sebagai contoh, elektronik dan sebagian besar barang industri biasanya bebas tarif, namun beberapa produk pertanian dan bahan kimia bisa dikecualikan atau masuk secara bertahap.

Kategori ProdukTarif ACFTATarif RCEPCatatan
Elektronik0%0%Langsung berlaku di kedua FTA
Tekstil0%0%Langsung berlaku di kedua FTA
Kimia (jenis tertentu)Turun/BertahapBertahapHingga 2040 untuk beberapa item
Produk PertanianBertahap/DikecualikanBertahap/DikecualikanCek jadwal untuk detail

Anda dapat menggunakan alat pencarian tarif resmi atau konsultasi bea masuk dari China untuk panduan.

Produk Sensitif dan Dikecualikan

Barang sensitif—seperti produk pertanian tertentu, bahan kimia, dan barang strategis—mungkin mengalami penurunan tarif yang tertunda atau parsial. Untuk kategori ini, penurunan tarif dilakukan secara bertahap selama 10-20 tahun, dan beberapa baru mencapai nol pada tahun 2040.

Selalu cek jadwal terbaru, karena pembaruan bisa mengubah kelayakan. Jangan berasumsi produk Anda memenuhi syarat hanya karena produk serupa sudah bebas tarif.

Langkah Praktis: Mengklaim Tarif Preferensi Saat Impor dari China

Meski produk Anda memenuhi syarat, Anda harus mengikuti prosedur ketat agar benar-benar mendapatkan tarif preferensi.

Dokumen yang Dibutuhkan

Certificate of Origin adalah dokumen terpenting. Untuk ACFTA gunakan Form E, untuk RCEP gunakan Form RCEP. Supplier Anda di China harus memperoleh dan mengisi sertifikat ini dengan benar—kesalahan sekecil apapun bisa menyebabkan penolakan.

Dokumen lain meliputi invoice komersial, packing list, dan dokumen pengiriman. Beberapa negara ASEAN kini menerima pengajuan sertifikat secara elektronik untuk mempercepat proses.

Checklist untuk importir:

  • Pastikan produk dan HS code sudah memenuhi syarat.
  • Minta Certificate of Origin yang benar dari supplier.
  • Periksa sertifikat dengan teliti.
  • Siapkan dokumen pendukung (invoice, packing list, dokumen transportasi).
  • Serahkan semua dokumen ke bea cukai.

Prosedur Bea Cukai

Di bea cukai, sertakan Certificate of Origin bersama dokumen lain. Petugas bea cukai akan memverifikasi kelayakan, keakuratan dokumen, dan kepatuhan terhadap aturan asal barang.

Kesalahan—seperti sertifikat yang tidak lengkap, HS code salah, atau formulir tidak terisi dengan benar—adalah penyebab utama penolakan tarif preferensi. Dalam beberapa kasus, Anda bisa dikenakan tarif MFN penuh dan sanksi.

Jika Anda baru dalam proses ini, pertimbangkan bekerja sama dengan freight forwarder yang berpengalaman dalam proses clearance bea cukai untuk pengiriman ASEAN dan RCEP.

Kesalahan Umum dan Kendala Saat Menggunakan FTA

Bahkan importir berpengalaman pun bisa tergelincir pada dokumen dan kelayakan. Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai.

Kesalahan Dokumen

Certificate of Origin yang salah isi adalah alasan paling sering klaim ditolak. Jika sertifikat hilang, tidak akurat, atau tidak sesuai dengan dokumen pengiriman, bea cukai akan menolak klaim Anda.

Contoh nyata: Importir tekstil dari China ke Indonesia mengajukan Form E dengan kesalahan penulisan HS code. Bea cukai menolak tarif nol, sehingga importir harus membayar $12.000 sebagai pembayaran tambahan.

Selalu cek setiap detail di sertifikat—deskripsi produk, HS code, asal barang, dan informasi eksportir.

Salah Persepsi Cakupan Produk

Beranggapan semua produk otomatis bebas tarif adalah kesalahan yang mahal. Tidak semua HS code tercakup, dan barang sensitif bisa dikecualikan atau dikenakan pengurangan bertahap.

Kendala lain: Mengabaikan aturan kumulatif asal barang. Jika rantai pasok Anda melibatkan komponen dari beberapa negara RCEP, Anda harus mendokumentasikan asal setiap komponen untuk mendapatkan manfaat.

Jika Anda ragu, konsultasikan jadwal tarif terbaru atau minta saran dari ahli. Jangan mengandalkan informasi lama atau asumsi.

Kesimpulan: Maksimalkan Penghematan dengan FTA ASEAN dan RCEP

Lebih dari 90% perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN bisa mendapatkan manfaat dari tarif nol atau tarif yang lebih rendah jika aturan FTA dipatuhi, namun penghematan ini sepenuhnya bergantung pada kelengkapan dokumen dan kepatuhan yang benar. Selalu cek kode HS produk Anda, pastikan kelayakan pada jadwal tarif terbaru, dan pastikan Certificate of Origin Anda sudah benar. Tinjau secara rutin pembaruan aturan FTA dan konsultasikan sumber resmi atau freight forwarder berpengalaman agar terhindar dari kesalahan yang merugikan. Siap mengoptimalkan landed cost Anda? Dapatkan penawaran dan biarkan kami membantu Anda dalam proses FTA.

ReferensiGlosarium· 10 istilah

Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.

Bea Masuk
Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
Certificate of Origin
44. Dokumen yang menyatakan asal produksi barang. Sering dibutuhkan untuk tarif bea preferensial atau oleh importir.
clearance
43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
Form E
Certificate of Origin untuk ASEAN–China FTA; digunakan untuk klaim tarif bea masuk khusus jika aturan asal dipenuhi. Jepang punya format serupa untuk perjanjian bilateral.
forwarder
Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
HS Code
HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
landed cost
Total biaya sampai barang tiba di tujuan akhir: transportasi, handling, bea cukai, bea masuk, pajak, dan last-mile. Gunakan untuk membandingkan moda, bukan hanya tarif utama.
MFN
Most Favoured Nation. Tarif default WTO; tarif umum jika tidak ada perjanjian preferensi. Jadwal tarif Jepang punya kolom terpisah untuk MFN dan preferensi.
Packing List
Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
RCEP
Regional Comprehensive Economic Partnership. FTA Asia-Pasifik termasuk Jepang dan China. Memberikan tarif preferensi jika aturan asal terpenuhi; wajib sertifikat asal.