Dalam panduan ini
- JIS 1100x1100 mm adalah standar pallet Jepang; 40–50% gudang menolak atau re-palletisasi pallet Euro (1200x800) dan US (48x40) dengan biaya $200–400 per pallet plus 2–3 hari keterlambatan.
- Konfirmasi spesifikasi pallet dengan penerima sebelum pengiriman: dimensi, 4-way entry, batas overhang, tinggi, dan berat. Aturan site lebih utama dari saran umum.
- Akses site dan aturan last-mile berkaitan dengan pallet—dock vs lift-gate, kompatibilitas forklift, dan jadwal janji temu. Lihat [last-mile delivery](/country-guides/shipping-from-china-to-japan/last-mile-delivery/) untuk penjadwalan.
- Gunakan checklist kepatuhan (ukuran, wrap, label, jumlah karton, foto) dan bagikan ke supplier serta forwarder untuk hindari re-palletisasi di tujuan.
Lucas Arillotta · Supply Chain Manager at SINO Shipping · Kontainer Anda lolos bea cukai Yokohama dalam dua hari. Setelah itu, truk tiba di gudang—dan palet Anda ditolak. Ukuran salah. Gudang menggunakan JIS 1100x1100; Anda kirim Euro 1200x800. Akhirnya Anda harus membayar $200–400 per palet untuk repalletisasi, ditambah penundaan 2–3 hari karena slot pengiriman hangus dan gudang harus menjadwalkan ulang. Kami melihat kasus ini setiap bulan pada pengiriman China→Jepang. Sebenarnya, ini bisa sepenuhnya dicegah.
Halaman ini membahas tiga hal: kapan gudang di Jepang mewajibkan JIS 1100x1100 (dan kapan tidak), mengapa palet Euro dan US sering gagal secara fisik di fasilitas Jepang, serta langkah-langkah untuk menghindari repalletisasi—mulai dari spesifikasi PO hingga checklist sebelum pengiriman yang bisa Anda bagikan ke pemasok. Panduan ini melengkapi panduan pengiriman last-mile kami (slot janji dan aturan akses) serta layanan nilai tambah (repacking, pelabelan). Bagian dari panduan lengkap pengiriman ke Jepang.
Apa itu palet JIS 1100x1100 (dan kapan gudang Jepang mewajibkannya)
JIS adalah singkatan dari Japanese Industrial Standard. Palet 1100x1100 mm adalah format hampir persegi yang muncul dari kebutuhan logistik domestik Jepang: bak truk lebih pendek, lorong gudang lebih sempit, dan budaya distribusi yang mengutamakan kecepatan serta presisi di dock. Berbeda dengan Eropa (standar 1200x800) atau Amerika Utara (48x40 inci), Jepang membangun infrastrukturnya berdasarkan ukuran ini. Rak, konveyor, jalur staging, bahkan program forklift sudah menyesuaikan dengan 1100x1100. Jika kami menyebut “palet Jepang,” artinya ukuran ini—kecuali penerima barang secara eksplisit meminta ukuran lain.
Tidak semua pengiriman ke Jepang harus pakai JIS. Namun ada empat situasi yang hampir selalu mewajibkan:
- 3PL or warehouse delivery (Kanto/Kansai)? Strict pallet specs—non-JIS often means refusal or re-palletization.
- Retail distribution or cross-dock? Many flows are calibrated for JIS; Euro/US cause rework.
- Racks, conveyors, or staging calibrated for 1100×1100? Wrong footprint = refused at dock or costly re-stacking.
- Returnable pallet program with a specific standard? Networks expect a precise format; confirm before dispatch.
Jika Anda menjawab ya untuk salah satu saja, mintalah lembar spesifikasi palet dari penerima barang sebelum booking kargo. “Nanti saja di Jepang” adalah cara tercepat terkena biaya repalletisasi.
Kapan JIS tidak wajib (dan apa yang tetap harus dikonfirmasi)
Direct-to-consumer atau paket kecil — Pengiriman kurir dan ekspres tidak menggunakan palet; operator menangani karton satu per satu. Tidak perlu spesifikasi palet.
FCL floor-loaded dengan bongkar manual — Beberapa gudang fleksibel menerima kargo tanpa palet. Truk datang, tim bongkar karton secara manual. Tapi “fleksibel” bukan berarti “tanpa preferensi”—banyak gudang tetap mengenakan biaya penanganan untuk floor-loaded karena prosesnya lebih lambat. Tanyakan dulu sebelum berasumsi.
LCL kecil ke gudang forwarder — Jika forwarder Anda menerima dan mengirim ulang, biasanya mereka bisa menerima palet apa saja. Namun begitu kargo pindah ke gudang penerima akhir, aturan mereka yang berlaku—dan seringkali itu berarti JIS.
Aturan yang selalu berlaku: konfirmasi spesifikasi palet secara tertulis dengan gudang penerima. Saran umum “pakai JIS” benar 80% kasus; konfirmasi tertulis yang mencegah penolakan di gerbang pada 20% sisanya.
Spesifikasi yang penting (minimal yang harus Anda cek)
Mendapatkan ukuran yang benar adalah langkah pertama. Namun palet dengan ukuran tepat tetap bisa ditolak jika gagal pada tipe entry, overhang, tinggi, berat, atau kondisi. Berikut daftar lengkapnya—konfirmasi semua item ke penerima barang sebelum kirim.
Dimensi dan footprint
JIS 1100x1100 mm memberikan footprint 1,21 m². Ini standar mayoritas gudang B2B di Jepang. Beberapa gudang juga menerima 1000x1200 atau 1100x1200 jika rak mereka memungkinkan—tapi itu pengecualian, bukan aturan utama. Cara pasti: minta spesifikasi palet tertulis dari penerima barang. Jika mereka tidak punya, default ke 1100x1100 dan Anda akan benar di sebagian besar jalur pengiriman ke Jepang.
4-way entry
Forklift harus bisa mengakses palet dari empat sisi. Banyak gudang Jepang mengharapkan 4-way entry karena layout dock dan lorong sempit tidak memungkinkan driver memutar truk. Palet 2-way hanya bisa diakses dari dua sisi—lebih lambat ditangani, kadang langsung ditolak, dan selalu jadi kendala di fasilitas Kanto yang sempit.
Overhang dan penempatan karton
Karton harus berada sepenuhnya di atas palet—tidak boleh menonjol. Bahkan kelebihan 2–3 cm bisa membuat palet tidak masuk ke rak, menimbulkan risiko saat stacking, atau gagal uji keamanan gudang. Beberapa gudang cek visual di gerbang; lainnya mengukur. Jika karton tidak pas di 1100x1100, repack atau sesuaikan ukuran karton dari asal.
Batas tinggi dan berat
Mayoritas gudang Jepang membatasi tinggi palet maksimal 1.200–1.500 mm (termasuk palet) dan berat 1.000–1.200 kg. Melebihi batas ini menimbulkan risiko stacking, keterbatasan forklift, dan kemungkinan ditolak. Angka ini bervariasi per gudang—DC otomatis high-bay bisa lebih tinggi; gudang kecil di Kansai bisa membatasi di 1.100 mm. Dapatkan angka pastinya, bukan “standar umum.”
Stabilitas dan pengamanan
Wrap film, strapping, atau keduanya—muatan harus tidak bergeser atau miring saat penanganan. Gudang Jepang menolak palet yang tidak stabil demi alasan keselamatan. Corner guard sangat membantu untuk muatan tinggi atau berat. Jika gudang mewajibkan top cap untuk stacking, itu juga harus dikonfirmasi. Tidak stabil = pasti ditolak di gerbang.
Kondisi palet
Palet yang rusak, pecah, atau melengkung akan ditolak. Jika memakai kayu, tanda ISPM-15 harus terlihat jelas. Palet plastik menghindari masalah fitosanitari, tapi pastikan kompatibel dengan alat di gudang (beberapa forklift dan jack tidak bisa menggenggam plastik dengan baik). Palet itu sendiri bagian dari kriteria penerimaan—bukan hanya muatannya.
| JIS 1100×1100 | 1100 × 1100 mm | ||||
| Euro 1200×800 | 1200 × 800 mm | ||||
| US 48×40 (GMA) | 1219 × 1016 mm |
Mengapa Palet Euro/US Tidak Cocok di Jepang (Alasan Sebenarnya, Bukan Sekadar Teori)
Ini bukan soal aturan yang dibuat-buat. Ini masalah infrastruktur fisik — gudang, rak, konveyor, dan tata letak dok di Jepang semuanya didesain untuk ukuran 1100x1100. Palet Euro dan US tidak sesuai. Dampaknya mulai dari biaya tambahan hingga penolakan total di gerbang.
Rak dan Konveyor Disesuaikan untuk 1100 mm
Sebagian besar rak gudang di Jepang dirancang dengan kedalaman bay 1100 mm. Palet Euro berukuran 1200 mm terlalu panjang 100 mm — tidak bisa masuk, atau menonjol ke lorong sehingga menimbulkan risiko keselamatan. Palet US 48x40 (1219 mm) lebih parah lagi. Konveyor dan jalur sortir otomatis juga punya batasan serupa: jika ukuran dasar tidak sesuai, palet bisa macet atau harus diatasi secara manual.
Area Cross-dock dan Staging Mengacu pada JIS
Zona staging sementara, sortir cross-dock, dan area penumpukan di lantai semuanya dirancang untuk 1100x1100. Campuran ukuran palet mengacaukan pola lantai, membuang ruang, dan menyebabkan kesalahan picking. DC ritel dan 3PL dengan volume tinggi tidak akan menanggung ketidakefisienan ini — palet yang tidak sesuai standar langsung ditolak saat penerimaan.
Program Palet Returnable Memerlukan Standar Tertentu
Banyak rantai pasok di Jepang menggunakan sistem palet returnable: penerima menerima barang di palet JIS, mengosongkannya, lalu mengembalikan palet yang sama ke siklus berikutnya. Jika palet Anda tidak sesuai, siklus ini terputus. Gudang harus memindahkan barang Anda ke palet JIS mereka sendiri — dengan biaya tambahan di pihak Anda — sebelum barang masuk ke sistem.
Peralatan dan Tenaga Kerja Tidak Fleksibel Saat Puncak
Forklift, hand jack, dan tata letak dok semuanya disesuaikan untuk JIS. Palet non-standar perlu diposisikan ulang, diangkat manual, atau solusi dadakan. Saat musim puncak (pre-staging Golden Week, akhir tahun), kapasitas cadangan ini tidak tersedia. Hasilnya: penolakan atau biaya penanganan yang tinggi.
Apa yang Benar-Benar Terjadi: Tiga Skenario Nyata
Kami sering menemui pola ini pada pengiriman China→Jepang:
Akses Lokasi & Pengiriman: Peran Palet dalam Aturan Last-Mile Jepang
Palet tidak berdiri sendiri. Palet sangat terkait dengan slot janji temu, peralatan dok, metode bongkar, dan kecocokan dokumen. Palet JIS yang sempurna tidak ada gunanya jika truk tidak bisa menurunkannya, dan palet yang sesuai standar tapi dokumennya salah tetap akan ditolak. Untuk jadwal lengkap dan aturan akses, lihat panduan pengiriman last-mile kami.
Dok, Forklift, dan Metode Bongkar
Sebagian besar gudang B2B di Jepang menggunakan sistem dock-to-dock: truk mundur ke dok, forklift memindahkan palet. Jika lokasi tidak punya dok, Anda butuh truk lift-gate atau bantuan kru — pastikan sebelum booking, bukan saat pengiriman. Palet yang kompatibel dengan forklift harus 4-way entry; palet 2-way di gudang lorong sempit membuat operator tidak bisa memasukkan garpu dari sudut yang tersedia.
Kanto vs Kansai: Beda Kendala Akses
Gudang di Kanto (Tokyo, Yokohama, Chiba) biasanya punya batasan paling ketat: dok kecil, akses jalan perumahan sempit, jendela waktu sangat terbatas, dan tidak ada toleransi untuk perbaikan di lokasi. Jika palet Anda perlu penyesuaian, tidak ada ruang atau waktu untuk melakukannya di gerbang. Lokasi di Kansai (Osaka, Kobe) umumnya sedikit lebih fleksibel soal konfigurasi dok, tapi persyaratan spesifikasi palet tetap sama ketatnya — perbedaannya hanya pada akses fisik, bukan kriteria penerimaan.
Kargo Floor-Loaded dan Persyaratan Palet
Beberapa lokasi secara tegas menolak kontainer floor-loaded dan mewajibkan semua kargo datang sudah dipaletkan. Ini umum di 3PL dengan volume tinggi di mana setiap menit waktu dok sangat berharga. Jika penerima meminta “hanya palet”, itu berarti palet sesuai spesifikasi mereka — bukan sekadar palet yang tersedia di asal. Pastikan apakah mereka ingin Anda memaletkan di asal, di CFS hub, atau di depo Jepang sebelum pengiriman.
Jumlah Palet dan Kecocokan Dokumen
Delivery order, packing list, dan jumlah fisik palet harus benar-benar sama. Satu palet lebih, satu referensi kurang, atau range karton tidak cocok — gudang akan melakukan penghitungan ulang, penimbangan ulang, atau bahkan penolakan. Ini sangat ketat di DC ritel. Pastikan jumlah dan label sudah benar di asal sebelum truk berangkat.
Slot Janji Temu Tidak Bisa Ditunda
Slot gudang di Jepang biasanya hanya 30–60 menit. Kargo yang dipaletkan sesuai standar bisa dibongkar dengan cepat — forklift memindahkan palet JIS secara efisien karena ukuran pas dengan peralatan. Kargo floor-loaded, tidak stabil, atau palet tidak sesuai memperlambat proses. Jika slot Anda terlewat, slot berikutnya bisa 2–3 hari lagi, terutama saat musim puncak.
- Dock or lift-gate? (Confirm site has unloading equipment.)
- Forklift or pallet jack? (Affects handling and pallet placement.)
- Pallet spec confirmed in writing? (JIS 1100×1100, 4-way entry, max height/weight.)
- Overhang allowed? (Many sites refuse cartons extending beyond pallet edge.)
- Labels visible on 2 faces? (PO, reference, carton range.)
- Photos required? (Some forwarders or 3PLs ask for proof before dispatch.)
Cara Menghindari Re-palletisasi (Panduan Praktis)
Re-palletisasi sebenarnya selalu bisa dihindari. Ini bukan keniscayaan logistik, melainkan kegagalan dalam perencanaan. Solusinya dimulai dari pembuatan PO, dilanjutkan penanganan di asal, dan diakhiri dengan pengecekan sebelum pengiriman. Berikut urutannya.
Konfirmasi Spesifikasi Palet Secara Tertulis Sebelum Booking
Jangan berasumsi menggunakan JIS. Tanyakan secara eksplisit kepada penerima barang: “Ukuran palet apa yang dibutuhkan gudang penerima? 4-way entry? Tinggi maksimal? Berat maksimal? Program palet returnable?” Pastikan jawaban diterima secara tertulis — via email atau lembar spesifikasi yang dilampirkan pada PO.
Kemudian, tuliskan spesifikasi tersebut di purchase order Anda. PO yang jelas akan mencegah supplier menggunakan palet seadanya (biasanya palet Euro atau lokal). Contoh bahasa pada PO:
“Palet: JIS 1100x1100 mm, 4-way entry, kayu ISPM-15. Karton tidak melebihi tepi palet — tanpa overhang. Bungkus film + pelindung sudut. Tinggi maksimal 1.200 mm termasuk palet. Label pada 2 sisi: nomor PO, rentang karton, total jumlah palet.”
Jika Anda menggunakan agen pembelian, pastikan spesifikasi ini sampai ke pabrik — bukan hanya tersimpan di file agen.
Pilih Lokasi Paletisasi: Asal, Hub, atau Jepang
Ada tiga opsi, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan:
Asal (pabrik atau gudang di China) — Biaya per palet paling murah. Anda bisa mengontrol kualitas pembuatan, penempatan label, dan susunan karton. Kekurangannya: jika spesifikasi ternyata salah setelah muat, perbaikan di asal tetap lebih murah daripada di Jepang, tapi bisa menunda jadwal siap kirim.
CFS atau gudang konsolidasi — CFS milik forwarder Anda bisa melakukan paletisasi atau re-palletisasi sebelum stuffing ke kontainer. Cocok jika Anda mengambil barang dari beberapa pabrik dan butuh spesifikasi palet seragam. Biaya sedang. Pastikan CFS Anda punya stok palet JIS — tidak semua CFS memilikinya.
Di Jepang (setelah tiba) — Pilihan paling mahal. Biaya tenaga kerja, material palet JIS, dan penanganan gudang di Jepang bisa mencapai $200–400 per palet. Ditambah penundaan 2–3 hari. Hanya gunakan opsi ini jika spesifikasi baru diketahui terlambat. Meski begitu, informasikan ke forwarder Anda agar pengaturan dilakukan sebelum jadwal pengiriman — bukan saat tiba di gerbang gudang. Jika Anda menggunakan DDP, biaya re-palletisasi menjadi tanggung jawab Anda; dengan DAP, tetap Anda yang menanggung jika penerima memotongnya dari invoice Anda.
Pelabelan dan Penomoran Karton (Siap Jepang)
Gudang di Jepang sangat memperhatikan label saat penerimaan barang. Label yang hilang atau tidak terbaca bisa menyebabkan penolakan, penghitungan ulang, atau rework. Berikut yang biasanya diharapkan oleh gudang penerima:
- Label palet pada 2 sisi — Nomor PO/referensi, nomor palet (misal 1/12), total karton pada palet tersebut
- Label pada tingkat karton — Rentang karton (misal 1–24 dari 288), SKU atau referensi item, jumlah per karton
- Label tahan lama — Tahan air atau laminasi. Label kertas biasa mudah rusak selama pengiriman (kelembapan, penanganan). Jika label tidak terbaca di gerbang, gudang bisa menolak atau menghitung ulang secara manual
- Tidak ada tanda yang membingungkan — Tanda pengiriman lama, label tujuan sebelumnya, atau isi campuran bahasa bisa menimbulkan kebingungan. Pastikan hanya label yang relevan
Untuk spesifikasi label lengkap, silakan cek layanan nilai tambah — bagian pelabelan membahas persyaratan Jepang secara detail.
Pemeriksaan Kepatuhan Sebelum Pengiriman
Sebelum truk berangkat dari asal, cek semua item berikut. Bagikan daftar periksa ini ke supplier, forwarder, dan tim QC Anda. Jika ada yang tidak sesuai, perbaiki sebelum loading — bukan setelah tiba.
Dampak Biaya & Keterlambatan (Berapa Sebenarnya Biaya Re-palletisasi)
Re-palletisasi di Jepang adalah salah satu “kesalahan kecil” termahal dalam logistik China→Jepang. Biayanya bukan hanya palet itu sendiri — tapi juga tenaga kerja, keterlambatan, rebooking pengiriman akhir, hingga risiko stok kosong di hilir.
Biaya Langsung: Tenaga Kerja, Material, dan Penanganan
Re-palletisasi di Jepang biasanya memakan biaya $200–400 per palet. Ini sudah termasuk tenaga kerja (pembuatan ulang palet sesuai JIS), palet JIS baru atau biaya palet returnable, wrapping film baru, tali pengikat, dan pelindung sudut. Satu kontainer 20 ft dengan 10–12 palet berarti $2,000–4,800 hanya untuk rework. Untuk 40 ft dengan 20+ palet, biayanya bisa lebih dari $6,000.
Sebagai perbandingan, membeli palet JIS 1100x1100 di China jauh lebih murah — biasanya hanya $8–15 per palet kayu (ISPM-15) dan $12–20 untuk plastik. Selisih harganya sangat jauh.
Keterlambatan: Minimal 2–3 Hari, Bisa Lebih Saat Peak Season
Proses re-palletisasi memakan waktu 2–3 hari kerja dalam kondisi normal. Saat Golden Week, Obon, atau akhir tahun, tenaga kerja gudang langka dan antrean rework lebih panjang — bisa 4–5 hari. Keterlambatan ini di luar proses customs clearance atau penjadwalan last-mile yang sedang berjalan.
Efek Berantai Last-mile: Rebooking, Biaya Gudang, Biaya Tunggu
Jika re-palletisasi dilakukan setelah jadwal pengiriman sudah dibooking, slot Anda bisa hilang. Rebooking di gudang Jepang bisa menambah 2–3 hari tergantung jadwal setempat. Sementara itu, barang Anda menginap di CFS atau depot — biaya storage berjalan per hari. Jika truk sudah dikirim dan pengiriman ditolak di gerbang, Anda juga harus membayar biaya tunggu atau biaya pengembalian truk.
Risiko Kerusakan Barang
Setiap proses penanganan tambahan meningkatkan risiko kerusakan. Barang yang awalnya stabil di palet lama bisa bergeser atau tergores saat dipindahkan. Proses buka dan pasang ulang film wrap juga meningkatkan risiko lembap. Jika barang Anda mudah pecah, kosmetik, atau elektronik, risiko kerusakan akibat re-palletisasi sangat nyata — dan klaim atas barang yang sudah di-repack di Jepang jauh lebih sulit diajukan.
Efek Domino: Stok Kosong dan Keterlambatan Replenishment
Untuk penjual e-commerce dan retailer dengan siklus replenishment ketat, keterlambatan 3–5 hari di gudang Jepang bisa menyebabkan stok kosong di rak atau listing. Akibatnya: penjualan hilang, ranking turun (di Amazon atau Rakuten), dan harus kirim ulang via udara yang lebih mahal — semua hanya karena spesifikasi palet yang seharusnya bisa dikonfirmasi lewat satu email sebelum booking.
Kesalahan Umum pada Pengiriman Palet China→Jepang
Kesalahan-kesalahan berikut sering terjadi pada rute yang kami tangani. Semuanya bisa dihindari dengan proses yang tepat — dan masing-masing sudah pernah menyebabkan kerugian nyata bagi pengirim.
Menganggap palet Euro atau US akan diterima — Ini adalah kesalahan paling sering terjadi. Pengirim yang sudah bertahun-tahun mengirim ke Eropa atau AS mengira palet yang sama bisa digunakan di Jepang. Faktanya, 40–50% gudang di Jepang menolak atau melakukan re-paletisasi untuk palet non-JIS. Satu email konfirmasi ke penerima bisa sepenuhnya mencegah masalah ini.
Mengabaikan batas tinggi dan berat — Palet 1100x1100 yang benar, tapi ditumpuk hingga 1.800 mm atau diisi sampai 1.500 kg, bisa saja ditolak meskipun ukuran dasarnya sudah sesuai. Batas tinggi dan berat berbeda-beda di tiap lokasi. Pengirim yang hanya memeriksa dimensi tanpa memperhatikan batas lain sering mengalami penolakan sebagian di pintu masuk.
Label ditempel di saat terakhir — Label yang dipasang setelah penjemputan, di CFS, atau saat transit biasanya dikerjakan terburu-buru, sering salah, bahkan kadang tidak terbaca. Gudang di Jepang memeriksa label saat penerimaan — label yang hilang atau tidak terbaca akan memicu penghitungan ulang atau penolakan. Tempel label sejak di asal, sebelum penjemputan, dan pastikan sudah sesuai dengan packing list.
Mencampur SKU tanpa logika — Palet dengan campuran SKU acak, tanpa penomoran karton, dan tanpa ringkasan di level palet akan membuat proses penerimaan menjadi kacau. 3PL dan DC retail di Jepang mengharapkan palet yang terorganisir: satu SKU per palet (atau dipisahkan jelas per lapisan), nomor karton berurutan, dan dokumen yang sesuai. Palet campur tanpa logika = sortir manual di gudang, dengan biaya tambahan untuk Anda.
Baru mengetahui spesifikasi setelah kontainer berlayar — Ini adalah versi masalah yang paling mahal. Jika Anda baru tahu gudang meminta JIS setelah kargo sudah di kapal, satu-satunya pilihan adalah re-paletisasi di Jepang — biaya tertinggi, penundaan terlama, dan risiko kerusakan terbesar. Spesifikasi harus dikonfirmasi sebelum PO dibuat, bukan setelah BL diterbitkan. Jika Anda bekerja dengan batas waktu cut-off, keterlambatan seperti ini juga bisa menyebabkan ketinggalan jadwal kapal.
Lupa bahwa palet dan last-mile saling berkaitan — Palet JIS yang sempurna tidak ada gunanya jika truk tidak bisa masuk ke dock, jadwal janji temu salah, atau delivery order tidak sesuai. Kepatuhan palet hanyalah satu bagian dari rantai pengiriman. Lihat pengiriman last-mile untuk gambaran lengkapnya.
Di Jepang, palet adalah syarat akses ke lokasi — bukan detail pengiriman yang bisa dipikirkan belakangan. Konfirmasikan JIS 1100x1100 ke penerima, cantumkan di PO, lakukan checklist kepatuhan sebelum pengiriman, dan masalah re-paletisasi akan hilang. Semua hal lain di panduan ini — spesifikasi, label, keterkaitan last-mile — dibuat agar satu konfirmasi itu tetap berlaku dari asal hingga gerbang gudang.
ReferensiGlosarium· 35 istilah
Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.
- 3PL
- Third-party logistics; perusahaan yang menyediakan warehousing, fulfillment, atau distribusi. 3PL biasanya menentukan format label, tipe barcode, dan penempatan untuk pengiriman ke Jepang.
- 4-way entry
- 15. Desain pallet yang bisa diangkat forklift dari keempat sisi. Gudang Jepang umumnya mengharapkan tipe ini; pallet 2-way membatasi opsi bongkar.
- B2B
- 26. Business to business. Pembeli adalah perusahaan (misal: importir) yang melakukan clearance dan menerima barang. DAP sering dipakai B2B jika pembeli punya broker dan kontrol impor.
- CFS
- 34. Container Freight Station. Fasilitas konsolidasi (origin) atau de-konsolidasi (destination) kargo LCL. Di FCA (CFS), seller menyerahkan kargo loose di sini; serah terima dan risiko berpindah saat diterima.
- clearance
- 43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
- cross-dock
- 49. Operasi gudang di mana kargo inbound langsung disortir dan dikirim tanpa disimpan lama. Gudang retail dan 3PL di Jepang sering menjalankan cross-dock khusus pallet JIS 1100×1100.
- cut-off
- Batas waktu barang atau dokumen harus diterima agar bisa ikut kapal atau pesawat tertentu; lewat deadline biasanya tertunda sehari.
- DAP
- Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
- DDP
- Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
- delivery order
- Dokumen otorisasi pengambilan barang oleh consignee; wajib ditunjukkan di pintu gudang, kalau tidak cocok, tidak bisa masuk. Harus sesuai dengan B/L dan barang fisik.
- dock-to-dock
- Pengiriman di mana truk mundur ke loading dock dan barang langsung dipindahkan; butuh dock dan forklift/pallet jack di lokasi, biaya last-mile paling murah.
- DUA
- Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
- FCL
- Full Container Load; Anda booking satu container penuh (misal: 20GP atau 40HC), hanya barang Anda di dalamnya.
- floor-loaded
- Karton ditumpuk langsung di kontainer atau truk tanpa pallet; banyak gudang di Jepang lebih suka atau wajib barang dipallet, floor-loaded bisa ditolak atau kena biaya handling.
- forwarder
- Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
- General Average
- Prinsip maritim di mana seluruh pemilik kargo menanggung kerugian yang terjadi demi penyelamatan kapal (misal: jettison). Umumnya tercakup di ICC(A).
- Golden Week
- Periode libur Jepang (akhir April–awal Mei); pelabuhan dan gudang melambat atau tutup. Booking minimal 2 minggu sebelumnya atau sesuaikan jadwal.
- ISPM-15
- International Standards for Phytosanitary Measures No. 15. Standar perlakuan untuk kemasan kayu (misal: palet) agar bebas hama.
- JIS
- Japanese Industrial Standard; JIS 1100×1100 mm adalah ukuran pallet umum di Jepang, beberapa gudang punya spesifikasi sendiri—pastikan sebelum kirim.
- Kansai
- Wilayah Osaka (Osaka, Kobe, Kyoto); biasanya lebih ramah logistik daripada Kanto, zona industri besar, tapi slot dan aturan safety tetap ketat.
- Kanto
- Wilayah Tokyo (Tokyo, Yokohama, Chiba, Saitama); last-mile lebih ketat: macet, akses sempit, batas ukuran truk (2t/4t), lead time gate pendek.
- last-mile
- Tahap akhir pengiriman dari pelabuhan, bandara, atau gudang ke alamat penerima. Bisa termasuk surcharge area terpencil atau residensial.
- LCL
- Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
- lift-gate
- Alat tambahan truk yang bisa menurunkan barang ke permukaan tanah. Dipakai kalau alamat tujuan tidak punya loading dock.
- NACCS
- Nippon Automated Cargo and Port Consolidated System. Sistem elektronik Jepang untuk clearance bea cukai laut, udara, dan express. DAP: broker buyer yang submit; DDP: broker seller atau IOR yang submit.
- Obon
- Periode libur Jepang (pertengahan Agustus). Gudang dan trucking melambat; siap-siap delay dan sulit dapat slot appointment.
- overhang
- Karton melebihi batas pallet; gudang Jepang biasanya menolak overhang—karton harus pas di atas pallet demi stabilitas dan muat di rak.
- Packing List
- Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
- pickup
- Pengambilan barang di pabrik. Truk dipesan, muat di lokasi asal, lalu kirim ke CFS, CY, atau bandara. Jarak, jumlah supplier, dan kesiapan barang memengaruhi biaya.
- pre-clearance
- Pengiriman dokumen impor sebelum barang tiba (Jepang: Pre-arrival Examination); mempercepat clearance, butuh B/L atau AWB dan izin siap lebih awal.
- rebooking
- Booking ulang appointment pengiriman setelah slot awal terlewat; kena biaya rebooking dan delay (biasanya 2–3 hari saat peak).
- repacking
- Repacking atau memperkuat karton (misal setelah penanganan di CFS). Bisa mengurangi CBM, konsolidasi multi-supplier, atau menyesuaikan aturan pallet. Dokumentasikan sebelum/sesudah untuk klaim asuransi.
- rework
- Koreksi kargo yang tidak sesuai (relabel, repack, recount). Biaya ditanggung sendiri jika barang ditolak atau tertahan; perbaiki di asal untuk hindari biaya tambahan.
- SKU
- Stock Keeping Unit. Kode unik untuk varian produk. Harus konsisten di label karton, packing list, dan invoice; mismatch bisa menyebabkan barang tertahan atau rework di gudang.
- stuffing
- Proses memuat barang ke dalam kontainer. Untuk FCL, dilakukan di shipper atau depot; untuk LCL, di CFS saat konsolidasi.
Tidak ada istilah yang cocok dengan pencarian Anda.