Skip to main content
Terbaru · Maret 2026 6 menit baca

DAP vs DDP di Indonesia: Siapa yang Menangani Bea Masuk, Pajak, dan Pengiriman Lokal?

Pahami perbedaan DAP dan DDP untuk impor ke Indonesia. Pelajari tentang PPN, registrasi API, kepabeanan INSW, dan tanggung jawab pengiriman lokal.

Lucas Arillotta
Lucas Arillotta Supply Chain Manager di SINO Shipping
Tiongkok DAP vs DDP
world map
Dalam panduan ini
  1. 01 DAP vs DDP di Indonesia
  2. 02 Proses Kepabeanan di Indonesia
  3. 03 PPN, Bea Masuk & Pajak Impor
  4. 04 Sertifikasi Produk dan Kepatuhan
  5. 05 Impor dengan IOR Lokal
  6. 06 Kesalahan Kirim DAP/DDP Indonesi
  7. 07 Inti Utama
Hal-hal penting dalam artikel
  • DAP mewajibkan pembeli di Indonesia mengurus clearance impor, membayar PPN (11%), dan mengatur pengiriman lokal.
  • Pengiriman DDP harus menunjuk Importir Berstatus API lokal; penjual asing tidak bisa menjadi IOR.
  • Kepabeanan elektronik INSW umumnya 1-3 hari jika dokumen lengkap; pemeriksaan bisa memperpanjang 3-7 hari.
  • Penerapan standar SNI, BPOM, dan ISPM-15 sangat ketat untuk banyak produk dan kemasan kayu.

DAP vs DDP di Indonesia (Siapa yang Menangani Bea Masuk, Pajak, dan Pengiriman Lokal?)

Pengiriman ke Indonesia membutuhkan pemahaman yang jelas tentang istilah DAP (Delivered at Place) dan DDP (Delivered Duty Paid). Kedua Incoterms ini menentukan siapa yang bertanggung jawab atas bea masuk, pajak, serta pengiriman lokal. Pada DAP, tanggung jawab ada di pihak pembeli, sedangkan pada DDP, penjual wajib mengurus seluruh proses clearance impor dan pembayaran bea. Mengelola kedua skema ini di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, seperti regulasi lokal yang ketat, sertifikasi wajib, dan peran importer of record (IOR).

Tanggung jawab DAP

Dalam skema DAP, tanggung jawab penjual berakhir setelah barang diserahkan di lokasi yang disepakati di Indonesia. Artinya, pembeli harus mengurus proses clearance impor, membayar bea dan pajak, serta mengatur pengiriman lokal. Contohnya, jika Anda mengimpor barang ke Jakarta dengan DAP, Anda wajib mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) melalui platform Indonesia National Single Window (INSW) dan memastikan seluruh sertifikasi seperti SNI atau BPOM sudah lengkap sebelum proses clearance.

Tanggung jawab DDP

Pada DDP, penjual mengambil alih seluruh tanggung jawab atas clearance impor, bea, pajak, hingga pengiriman lokal. Termasuk di dalamnya adalah menunjuk importir berlisensi API lokal sebagai IOR, karena perusahaan asing tidak dapat menjadi IOR di Indonesia. Penjual juga wajib memastikan kepatuhan sertifikasi lokal, misalnya SDPPI Type Approval untuk elektronik atau Registrasi BPOM untuk makanan dan kosmetik. Untuk pengiriman ke Tanjung Priok, penjual harus berkoordinasi dengan bea cukai untuk pengajuan PIB dan pembayaran bea serta pajak yang berlaku.

Perbedaan utama di Indonesia

Perbedaan utama antara DAP dan DDP di Indonesia terletak pada siapa yang mengurus clearance bea cukai dan pajak. Pada DAP, pembeli wajib mengakses sistem INSW dan memastikan seluruh dokumen sudah benar. Pada DDP, penjual yang mengambil alih tugas ini, sehingga diperlukan IOR berlisensi API lokal serta kepatuhan penuh terhadap standar SNI dan sertifikasi lainnya.

Siapa mengurus apa — ringkasan

Tanggung jawab EXW FOB CIF DDP
Kepabeanan ekspor (China) Pembeli Penjual Penjual Penjual
Pemesanan kargo Pembeli Pembeli Penjual Penjual
Biaya transportasi utama Pembeli Pembeli Penjual Penjual
Asuransi kargo Pembeli Pembeli Seller (min.) Penjual
Kepabeanan impor (Indonesia) Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Bea & pajak konsumsi Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Pengiriman domestik Pembeli Pembeli Pembeli Penjual
Risiko berpindah di Gerbang pabrik Sisi kapal Pelabuhan tujuan Pintu pembeli

Proses Kepabeanan di Indonesia (INSW, PIB, dan Waktu Clearance)

Proses kepabeanan di Indonesia terpusat melalui platform Indonesia National Single Window (INSW) yang memfasilitasi pengajuan dokumen impor secara elektronik. Memahami proses ini sangat penting, baik untuk pengiriman DAP maupun DDP.

Pengajuan elektronik di INSW

Platform INSW memudahkan proses clearance impor dengan memungkinkan importir mengajukan Pre-arrival Manifest dan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) secara online. Importir wajib mengunggah dokumen pendukung seperti invoice komersial, packing list, dan certificate of origin. Sistem ini wajib digunakan untuk semua impor ke Indonesia, baik dengan DAP maupun DDP.

Pengajuan PIB sebelum kedatangan

Pengajuan PIB harus dilakukan sebelum barang tiba di pelabuhan atau bandara. Untuk pengiriman DDP, proses ini dipegang oleh IOR yang ditunjuk penjual. Untuk DAP, pembeli harus memastikan PIB sudah benar dan lengkap agar tidak terjadi keterlambatan.

Waktu clearance dan risiko pemeriksaan

Jika dokumen lengkap, proses clearance biasanya memakan waktu 1-3 hari. Namun, jika ada pemeriksaan atau masalah dokumen, waktu clearance bisa bertambah menjadi 3-7 hari. Pengiriman berisiko tinggi, seperti yang belum memiliki sertifikat SNI, bisa mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

PPN, Bea Masuk, dan Pajak di Indonesia (Cara Perhitungan Biaya Impor)

Memahami struktur pajak dan bea masuk di Indonesia sangat penting untuk perencanaan biaya yang akurat, baik dengan DAP maupun DDP.

Perhitungan PPN

Indonesia menerapkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 11%, yang dihitung dari nilai pabean ditambah bea masuk. Sebagai contoh, jika nilai CIF Rp 100.000.000 dan bea masuk Rp 10.000.000, maka PPN dihitung 11% dari Rp 110.000.000.

Indonesia duties & tax estimator

11% VAT (Pajak Pertambahan Nilai, PPN)
Import duty$1,000.00
VAT (Pajak Pertambahan Nilai, PPN) base$21,000.00
VAT (Pajak Pertambahan Nilai, PPN) (11%)$2,310.00
Total duty + tax$3,310.00

Estimate only. Actual amounts depend on HS code, origin, and Indonesia customs assessment.

Penetapan bea masuk

Bea masuk ditetapkan berdasarkan HS code dan nilai pabean. Pada DAP, pembeli membayar bea masuk langsung, sedangkan pada DDP, penjual yang menanggung pembayaran melalui IOR yang ditunjuk.

Siapa yang membayar pada DAP vs DDP

Pada DAP, seluruh biaya pajak dan bea masuk ditanggung pembeli. Pada DDP, biaya tersebut sudah termasuk dalam harga total pengiriman, sehingga pembeli menerima barang tanpa kewajiban pembayaran tambahan.

Sertifikasi Produk dan Kepatuhan (SNI, BPOM, SDPPI, dan Lainnya)

Indonesia mewajibkan sertifikasi produk yang ketat untuk impor, terutama pada skema DDP di mana penjual harus memastikan kepatuhan sebelum proses clearance bea cukai.

Sertifikasi SNI

Sertifikat SNI wajib untuk banyak produk, seperti elektronik dan mainan. Proses sertifikasi memakan waktu 4-12 minggu, dengan biaya antara Rp 10.000.000–Rp 50.000.000.

Registrasi BPOM

Produk makanan, minuman, dan kosmetik wajib registrasi BPOM, yang melibatkan pengujian dan persetujuan lokal. Penjual dengan skema DDP harus menyelesaikan proses ini sebelum pengiriman.

Persetujuan SDPPI

Untuk perangkat radio dan wireless, wajib memiliki SDPPI Type Approval. Proses sertifikasi ini memakan waktu 2-8 minggu dan biaya Rp 5.000.000–Rp 20.000.000.

Electrical & electronic products
BSN
Sertifikasi SNI Certification
Jadwal pengiriman 4-12 weeks
Biaya rata-rata Rp 10,000,000–Rp 50,000,000
Food & beverages
BPOM
Sertifikasi BPOM Registration
Jadwal pengiriman 4-12 weeks
Biaya rata-rata Rp 5,000,000–Rp 20,000,000
Radio & wireless devices
SDPPI
Sertifikasi SDPPI Type Approval
Jadwal pengiriman 2-8 weeks
Biaya rata-rata Rp 5,000,000–Rp 20,000,000

Impor dengan IOR Lokal (Registrasi API dan Pembatasan untuk Penjual Asing)

Pengiriman DDP ke Indonesia mewajibkan adanya importir resmi lokal (IOR) yang telah terdaftar API di Kementerian Perdagangan.

Proses registrasi API

Proses registrasi API memerlukan waktu sekitar 5-15 hari kerja dan tidak dipungut biaya. Penjual wajib menunjuk IOR lokal untuk bertindak atas nama mereka.

Peran IOR lokal

IOR bertanggung jawab atas proses kepabeanan, pembayaran pajak, dan pemenuhan regulasi. Untuk pengiriman DAP, pembeli harus memiliki registrasi API sendiri.

Pembatasan untuk perusahaan asing

Perusahaan asing tidak dapat bertindak sebagai IOR di Indonesia. Pembatasan ini membuat pengiriman DDP menjadi lebih rumit bagi penjual internasional.

Kesalahan Umum Saat Mengirim DAP/DDP ke Indonesia (Penyebab Keterlambatan dan Penolakan)

Menghindari kesalahan umum sangat penting agar pengiriman dengan syarat DAP atau DDP berjalan lancar.

  • Salah memahami tanggung jawab DAP: Mengira penjual yang mengurus kepabeanan dan pajak pada DAP.
  • Tidak menunjuk IOR yang sesuai: Pengiriman DDP wajib menggunakan IOR lokal yang terdaftar API.
  • Tidak memenuhi persyaratan SNI atau BPOM: Sertifikat yang tidak lengkap bisa menyebabkan penolakan barang.
  • Menggunakan palet non-ISPM-15: Kemasan kayu tanpa tanda resmi dapat dikarantina.
  • Meremehkan potensi keterlambatan saat libur besar: Libur besar seperti Idul Fitri dapat menghentikan aktivitas pelabuhan dan bea cukai hingga dua minggu.

Inti Utama

Memilih antara DAP dan DDP untuk pengiriman ke Indonesia sangat bergantung pada kemampuan Anda dalam mengelola proses kepabeanan, pajak, dan sertifikasi. DAP cocok untuk pembeli yang memiliki keahlian lokal, sementara DDP memudahkan pembeli namun mewajibkan penjual menunjuk IOR yang sesuai dan memenuhi seluruh regulasi. Untuk memulai, ajukan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman Anda.

ReferensiGlosarium· 27 istilah

Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.

Bea Masuk
Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
BPOM Registration
2. Registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Wajib untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang didaftarkan ke BPOM Indonesia.
Certificate of Origin
44. Dokumen yang menyatakan asal produksi barang. Sering dibutuhkan untuk tarif bea preferensial atau oleh importir.
CIF
39. Cost, Insurance and Freight. Hanya untuk laut dan sungai—bukan udara. Seller bayar freight dan asuransi minimum (biasanya ICC C) ke pelabuhan tujuan; buyer yang melakukan clearance dan bayar bea. Risiko berpindah saat barang di atas kapal.
CIP
40. Carriage and Insurance Paid To. Semua moda (laut, udara, multimodal). Seller bayar freight dan asuransi lebih luas (sering ICC A) ke lokasi yang disepakati. Cover lebih tinggi dari CIF minimum—cocok untuk kargo udara dan bernilai tinggi.
clearance
43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
DAP
Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
DDP
Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
DUA
Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
duty
Bea masuk; pajak yang dikenakan bea cukai atas barang impor, dihitung berdasarkan HS code, nilai barang, dan asal negara.
FCA
Free Carrier; seller menyerahkan barang di lokasi yang ditentukan (CY, CFS, terminal), buyer yang booking main freight dan asuransi. Risiko beralih saat barang diserahkan ke carrier—jelas dan bisa diverifikasi. Cocok untuk container (FCL/LCL); untuk air, gunakan FCA atau CIP.
FOB
Free On Board; seller menyerahkan barang ke kapal dan urus clearance ekspor, buyer yang booking freight dan urus impor dari sisi kapal. Risiko beralih saat barang di atas kapal. Hanya untuk sea freight—untuk air gunakan FCA. Untuk container, momen 'on board' sering tidak jelas; FCA (CY/CFS) lebih pasti.
HS Code
HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
Importer of Record
Pihak di negara tujuan yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak (singkatan IOR).
Incoterms
International Commercial Terms. Aturan standar (EXW, FOB, CIF, DDP, dll.) yang menentukan siapa yang membayar, siapa yang mengurus bea cukai, dan kapan risiko berpindah di setiap tahap.
Indonesia National Single Window
INSW. Platform elektronik Indonesia untuk clearance kepabeanan, perizinan, dan dokumen ekspor-impor.
INSW
Indonesia National Single Window. Sistem terpusat untuk pengajuan dokumen ekspor-impor ke otoritas Indonesia.
IOR
Importer of Record. Pihak yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak di negara tujuan.
ISPM-15
International Standards for Phytosanitary Measures No. 15. Standar perlakuan untuk kemasan kayu (misal: palet) agar bebas hama.
Packing List
Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
Pajak Pertambahan Nilai
Value Added Tax (VAT) di Indonesia. Dikenakan pada barang dan jasa impor, biasa disebut PPN.
PPN
Pajak Pertambahan Nilai. PPN di Indonesia, umumnya 11%, dikenakan pada sebagian besar impor dan penjualan.
SDPPI Type Approval
Surat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Type Approval. Sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi dan wireless, wajib dari Kominfo.
Single Window
Sistem trade facilitation Ghana yang memungkinkan importir mengajukan seluruh dokumen regulasi melalui satu portal elektronik.
SNI Certification
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia. Sertifikasi kualitas dan keamanan wajib untuk banyak produk impor.
Type Approval
Sertifikasi dari ARPCE untuk produk elektronik, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi Aljazair.
VAT
Value Added Tax. Pajak konsumsi standar di Kamboja yang dikenakan pada impor, saat ini sebesar 10%.