Skip to main content
Terbaru · Maret 2026 12 menit baca

FCA vs FOB untuk Impor Indonesia: Penjelasan Tanggung Jawab, Biaya, dan Kepatuhan Incoterm

Pahami FCA vs FOB untuk Indonesia: siapa yang menanggung biaya lokal, proses bea cukai, sertifikasi wajib, dan cara menghindari keterlambatan. Dapatkan panduan impor yang jelas dan praktis.

Lucas Arillotta
Lucas Arillotta Supply Chain Manager di SINO Shipping
Tiongkok FCA vs FOB
world map
Dalam panduan ini
  1. 01 FCA vs FOB Impor Indonesia
  2. 02 Clearance Bea Masuk Indonesia
  3. 03 PPN, Pajak Impor & API
  4. 04 Sertifikasi Produk & Kemasan
  5. 05 Pelabuhan & Waktu Transit Indone
  6. 06 Gangguan Libur & Mekanisme Impor
  7. 07 Kesalahan Importir & Solusi
  8. 08 FCA vs FOB: Inti Penting Impor
Hal-hal penting dalam artikel
  • FCA dan FOB membagi biaya lokal secara berbeda untuk pengiriman dari Tiongkok ke Indonesia—FCA biasanya mengurangi risiko biaya tersembunyi di sisi Tiongkok.
  • Indonesia mewajibkan registrasi API (Angka Pengenal Importir) untuk semua importir; proses gratis dan memakan waktu 5–15 hari kerja.
  • Perlakuan ISPM-15 wajib untuk semua kemasan kayu masuk Indonesia, dengan biaya mulai Rp 500.000–Rp 2.000.000.
  • Customs clearance melalui INSW dan pengajuan PIB biasanya 1–3 hari jika dokumen lengkap; keterlambatan sering terjadi saat libur besar.

FCA vs FOB: Mana Incoterm yang Tepat untuk Impor Indonesia? (Perbedaan Penting Dijelaskan)

Memilih antara FCA (Free Carrier) dan FOB (Free On Board) adalah salah satu keputusan awal—dan paling sering disalahpahami—oleh importir saat mengirim barang dari China ke Indonesia. Kedua Incoterm ini sangat umum digunakan, tapi siapa sebenarnya yang menanggung biaya, dan bagaimana pilihan Anda memengaruhi total biaya landed, risiko, serta proses kepabeanan di Indonesia? Kami sering menemukan kebingungan soal ini hampir setiap minggu, baik dari importir baru maupun pembeli berpengalaman yang berganti pemasok.

Mari kita bahas secara detail bagaimana FCA dan FOB membagi biaya serta risiko, dan kenapa hal ini penting untuk kargo Anda menuju Indonesia.

Apa Arti FCA untuk Impor ke Indonesia

Dengan FCA, pemasok Anda di China bertanggung jawab mengantarkan barang—sudah clear ekspor—ke lokasi yang ditentukan (biasanya gudang, terminal, atau depot forwarder) di China. Mulai dari titik itu, Anda sebagai importir mengambil alih semua biaya, risiko, dan urusan logistik, termasuk pengangkutan utama, asuransi, dan clearance bea masuk di Indonesia.

Kenapa ini penting? Dengan FCA, Anda (atau forwarder yang Anda tunjuk) mengendalikan pengiriman internasional dan biasanya bisa menegosiasikan tarif lebih baik atau mengkonsolidasikan pengiriman. Ini sangat berguna jika Anda mengelola banyak pemasok atau ingin menghindari biaya lokal yang membengkak dari forwarder pemasok. Untuk banyak pengiriman ke Indonesia, FCA memberikan transparansi lebih atas biaya asal dan jadwal pengiriman.

Implikasi utama FCA untuk Indonesia:

  • Anda bertanggung jawab memesan pengangkutan utama (laut atau udara) dan menanggung semua biaya setelah serah terima di China.
  • Anda mengurus seluruh formalitas impor Indonesia, termasuk manifest awal dan pengajuan PIB lewat INSW.
  • FCA sering dipilih jika Anda ingin kontrol lebih ketat atas proses pengiriman, misalnya untuk pengiriman door-to-door atau konsolidasi LCL.

Tanggung Jawab FOB dalam Perdagangan Indonesia

FOB adalah Incoterm klasik untuk pengiriman laut, tapi makna sebenarnya sering disalahpahami dalam konteks China–Indonesia. Dengan FOB, pemasok Anda mengantarkan barang ke atas kapal di pelabuhan pengiriman yang ditentukan (misal Shanghai, Ningbo), setelah clearance ekspor China. Risiko beralih ke Anda begitu barang dimuat ke kapal.

Di sini banyak importir keliru: FOB hanya mencakup semua biaya dan risiko sampai rel kapal, tidak lebih. Biaya pelabuhan lokal, penanganan terminal, dan clearance ekspor di China menjadi tanggung jawab pemasok. Setelah barang dimuat, Anda menanggung biaya angkutan laut, asuransi, dan seluruh biaya di Indonesia.

FOB dalam praktik untuk Indonesia:

  • Lebih sederhana untuk pengiriman kontainer penuh (FCL) di mana penanganan pelabuhan mudah.
  • Kurang fleksibel untuk pengiriman udara atau depot kontainer darat; FCA lebih umum digunakan.
  • Paparan biaya Anda dimulai di pelabuhan muat—pastikan Anda tahu detail biaya dan risiko yang dialihkan.

Dampak Incoterm terhadap Biaya Darat dari China

Kesalahan yang sering terjadi: importir menganggap FOB dan FCA “hampir sama.” Faktanya, titik peralihan biaya dan risiko sangat krusial. Jika Anda memilih FCA di gudang pemasok, Anda menanggung semua biaya truk dan ekspor darat. Dengan FOB, biaya itu menjadi tanggung jawab pemasok—tapi hanya sampai barang dimuat ke kapal.

Berikut perbandingan singkat:

IncotermSiapa yang menanggung transportasi darat China?Siapa yang menanggung clearance ekspor?Siapa yang memesan pengangkutan utama?Titik peralihan risiko
FCA (Gudang pemasok)PembeliPembeliPembeliDi lokasi serah terima
FCA (Pelabuhan/Depot)PemasokPemasokPembeliDi pelabuhan/depot
FOB (Pelabuhan pengiriman)PemasokPemasokPembeliSetelah barang dimuat ke kapal

Jika Anda masih bingung mana yang cocok untuk bisnis Anda, panduan memilih mode pengiriman dan perbandingan FCL vs LCL bisa membantu analisa.

Clearance Bea Masuk Indonesia: Apa yang Harus Diketahui Importir (INSW & Pengajuan PIB)

Setelah kargo Anda meninggalkan China, proses kepabeanan Indonesia mulai berlaku. Sistem clearance di Indonesia berpusat pada Indonesia National Single Window (INSW), yang mewajibkan pengajuan dokumen elektronik untuk semua impor.

Gambaran Pengajuan Elektronik INSW

Setiap pengiriman ke Indonesia wajib didaftarkan melalui platform INSW (insw.go.id). Sistem ini menghubungkan importir, bea cukai, dan instansi terkait, memungkinkan pengajuan dan pelacakan dokumen secara elektronik. Baik pengiriman FCA maupun FOB, importir atau agen yang ditunjuk harus mengajukan seluruh dokumen melalui INSW.

Poin penting:

  • INSW wajib untuk semua impor, terlepas dari Incoterm.
  • Semua dokumen pendukung (invoice, packing list, BL/AWB, izin) harus diunggah secara elektronik.
  • Komunikasi dengan bea cukai terpusat, mengurangi dokumen fisik namun menuntut ketelitian.

Untuk langkah demi langkah, lihat panduan clearance bea masuk Indonesia.

Manifest Awal & Pengajuan PIB

Indonesia mewajibkan pengajuan dokumen sebelum kedatangan. Carrier (atau forwarder) harus mengirim manifest sebelum kapal atau pesawat tiba. Di saat bersamaan, Anda harus mengajukan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) melalui INSW—sebaiknya sebelum kargo tiba agar terhindar dari biaya storage atau keterlambatan.

  • Pengajuan manifest: Oleh shipping line atau maskapai, sebelum kedatangan.
  • PIB (Pemberitahuan Impor Barang): Diajukan oleh importir atau broker, harus sesuai data manifest.
  • Waktu: Pengajuan awal mencegah demurrage dan mempercepat clearance.

Jika Anda menggunakan FCA, Anda akan mengkoordinasikan pengajuan ini langsung atau lewat forwarder. Dengan FOB, forwarder pemasok bisa membantu dokumen asal, tapi pengajuan impor Indonesia tetap menjadi tanggung jawab Anda.

Waktu Clearance dan Potensi Keterlambatan

Dengan dokumen lengkap dan benar, proses clearance biasanya memakan waktu 1-3 hari. Jika pengiriman Anda terkena pemeriksaan, atau ada dokumen yang kurang/tidak sesuai, clearance bisa memakan waktu 3-7 hari atau lebih lama.

TahapanEstimasi waktu
Pengajuan manifest awalSebelum kedatangan
Pengajuan PIBSebelum/saat kedatangan
Clearance standar1-3 hari
Jika ada pemeriksaan/masalah3-7 hari (atau lebih)

Untuk info lebih lanjut soal dokumen, lihat layanan pickup & asal dan panduan cut-off times.

PPN, Pajak Impor & Registrasi API (Lanskap Regulasi Indonesia)

Impor ke Indonesia bukan sekadar urusan pengiriman—tapi juga soal pajak, perizinan, dan kepatuhan regulasi. Berikut hal-hal penting yang wajib diketahui setiap importir.

Tarif dan Pemungutan PPN

Pajak Pertambahan Nilai (PPN, dalam bahasa Inggris disebut VAT) di Indonesia berlaku untuk hampir semua barang impor. Tarif standar adalah 11%, dihitung berdasarkan nilai CIF ditambah bea masuk. Pemungutan pajak ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sesuai Undang-Undang No. 7/2021.

  • PPN standar: 11%
  • Tarif khusus: 0% (untuk barang ekspor), 10% (barang transisi/tertentu)
  • Perhitungan: PPN dikenakan setelah nilai pabean ditetapkan oleh bea cukai.

Jika Anda baru dalam proses ini, gunakan kalkulator bea & pajak kami untuk simulasi biaya landed cost di Indonesia.

Registrasi API untuk Importir

Ada persyaratan unik di Indonesia: setiap importir wajib memiliki API (Angka Pengenal Importir), yaitu nomor registrasi resmi importir. Pengajuan API gratis melalui Kementerian Perdagangan, dengan proses 5-15 hari kerja. Berlaku untuk semua skema pengiriman, baik FCA, FOB, maupun Incoterm lainnya.

Tanpa API, barang Anda tidak bisa diproses bea cukai—meskipun dokumen lain sudah lengkap. Jika Anda menggunakan agen lokal sebagai Importer of Record (IOR), mereka juga wajib memiliki API yang masih berlaku.

Dasar Hukum dan Otoritas Regulasi

Sistem regulasi di Indonesia melibatkan beberapa instansi:

  • DJP (Direktorat Jenderal Pajak): Memungut PPN dan pajak impor.
  • INSW: Mengelola sistem pelaporan bea cukai elektronik.
  • Kementerian Perdagangan: Menerbitkan API dan izin impor.
  • Instansi lain: Mengawasi sertifikasi produk dan rezim khusus.

Untuk penjelasan lengkap soal bea, pajak, dan kepatuhan, baca panduan pajak impor Indonesia dan ulasan registrasi API.

Sertifikasi Produk & Standar Kemasan (SNI, BPOM, ISPM-15)

Indonesia dikenal dengan persyaratan kepatuhan produk yang ketat—dan kadang membingungkan. Baik Anda kirim dengan FCA atau FOB, pastikan barang sudah memenuhi standar lokal sebelum tiba.

Sertifikasi SNI Wajib

Banyak produk yang wajib memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia), terutama elektronik, mainan, bahan kimia, dan material konstruksi. Sertifikasi ini dikelola oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional) dan prosesnya memakan waktu 4-12 minggu. Biaya berkisar Rp 10.000.000 hingga Rp 50.000.000 per produk.

Beberapa kategori (misal perangkat wireless) juga memerlukan SDPPI Type Approval. Untuk panduan lengkap, baca persyaratan sertifikasi SNI, SDPPI, dan BPOM.

Registrasi BPOM untuk Makanan & Kosmetik

Jika Anda mengimpor makanan, minuman, atau kosmetik, wajib mendaftarkan produk ke BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Prosesnya 4-14 minggu dengan biaya Rp 5.000.000 sampai Rp 30.000.000 per SKU. Tanpa registrasi BPOM, barang pasti ditolak bea cukai.

Detail proses BPOM kami bahas di panduan izin makanan & kosmetik.

ISPM-15 untuk Kemasan Kayu

Semua kemasan kayu (palet, peti) dari China wajib diproses dan diberi tanda sesuai standar ISPM-15. Badan Karantina Pertanian sangat ketat menegakkan aturan ini. Jika tidak sesuai, barang bisa dikenakan re-ekspor atau dimusnahkan.

Jenis kemasanPersyaratanRisiko jika tidak patuh
Palet/peti kayuBertanda ISPM-15Ditolak, re-ekspor
Palet non-standarPenanganan tertundaMasalah di gudang

Untuk detail kemasan, lihat panduan palet ISO dan tips perlindungan kelembapan.

Pelabuhan Utama & Waktu Transit di Indonesia (Sorotan Jalur Laut dan Udara)

Logistik impor di Indonesia berpusat pada beberapa pelabuhan laut dan bandara utama. Mengetahui lokasi pendaratan dan estimasi waktu tiba sangat penting untuk perencanaan bea cukai, pengiriman, dan distribusi akhir.

Pelabuhan Laut Utama: Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan

  • Tanjung Priok (Jakarta): Pelabuhan impor tersibuk, melayani Jawa Barat. Transit laut dari Shanghai: 6-8 hari.
  • Tanjung Perak (Surabaya): Gerbang utama Jawa Timur; transit dari Shanghai: 7-9 hari.
  • Belawan (Medan): Pelabuhan utama Sumatera Utara; transit dari Shanghai: 8-10 hari.
  • Makassar: Melayani Indonesia timur; transit dari Shanghai: 9-12 hari.

Kami sarankan membaca panduan jalur pengiriman terbaik untuk perencanaan rute spesifik.

Hub Kargo Udara: Soekarno-Hatta, Juanda, Kuala Namu

  • Soekarno-Hatta (Jakarta): Hub utama kargo udara; penerbangan langsung dari China tiba dalam 1-2 hari.
  • Juanda (Surabaya): Melayani Jawa Timur; transit: 2-3 hari via hub.
  • Kuala Namu (Medan): Sumatera Utara; transit: 2-3 hari via hub.

Jika pengiriman Anda sangat mendesak, cek perbandingan air freight vs express untuk pertimbangan biaya dan kecepatan.

Estimasi Waktu Transit dari China

JalurTransit laut (hari)Transit udara (hari)
Shanghai – Jakarta (Tanjung Priok)6-81-2
Shanghai – Surabaya (Tanjung Perak)7-92-3
Shanghai – Medan (Belawan)8-102-3
Shanghai – Makassar9-12—

Gangguan Libur Nasional & Mekanisme Khas Indonesia (Hal yang Perlu Diwaspadai)

Kalender logistik Indonesia sangat dipengaruhi oleh sejumlah hari libur besar dan persyaratan regulasi yang unik. Jika Anda tidak mengantisipasi hal ini, pengiriman yang sudah terkelola dengan baik pun bisa terganggu.

Idul Fitri dan Hari Besar Lainnya

Penghambat terbesar adalah Idul Fitri, di mana pelabuhan, bea cukai, dan penyedia logistik tutup selama 3–7 hari. Penumpukan bisa berlangsung hingga dua minggu. Hari libur besar lainnya meliputi Idul Adha, Tahun Baru Imlek, Hari Kemerdekaan, serta periode Natal–Tahun Baru.

Hari LiburPerkiraan WaktuDampak pada Logistik
Idul FitriApril–Mei (berubah tiap tahun)Penutupan besar, potensi keterlambatan hingga 2 minggu
Idul AdhaJuni–Juli (berubah)Penutupan bea cukai minor
Hari Kemerdekaan17 AgustusOperasional pelabuhan/bea cukai terbatas
Natal/Tahun Baru25 Desember – 1 JanuariAktivitas menurun, risiko penumpukan

Lihat kalender pengiriman kami untuk prediksi risiko setiap bulannya.

INSW dan Kewajiban Pengajuan Dokumen Awal

Persyaratan INSW dan pengajuan manifest/PIB lebih awal di Indonesia bersifat wajib. Jika Anda melewatkan jadwal pengajuan, kargo akan tertahan di pelabuhan—sering kali menimbulkan biaya penumpukan. Selalu pastikan seluruh dokumen elektronik siap sebelum pengiriman berangkat dari China, dan koordinasikan dengan forwarder Anda.

Untuk strategi pemesanan terkait tenggat waktu ini, baca panduan jendela pemesanan kami.

Pengujian Lokal untuk Sertifikasi

Tantangan khas di Indonesia: banyak sertifikasi (SNI, BPOM, SDPPI) mewajibkan pengujian atau registrasi lokal. Sertifikat luar negeri tidak dapat menggantikan proses ini. Siapkan waktu 4–12 minggu (atau lebih lama untuk alat kesehatan) untuk proses persetujuan—terutama jika Anda mengimpor lini produk baru.

Kesalahan Umum Importir di Indonesia (dan Cara Menghindarinya)

Bahkan pengirim berpengalaman pun sering terjebak dalam masalah yang sama saat mengirim barang dari China ke Indonesia. Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai—dan cara menghindarinya.

Salah Memahami Tanggung Jawab Incoterm

Mengira pemasok akan menanggung semua biaya di China dengan FOB, atau lupa menganggarkan transportasi darat pada FCA, bisa berujung biaya tak terduga. Selalu pastikan titik serah dan siapa yang menanggung biaya di setiap segmen. Panduan EXW vs FOB kami membahas jebakan ini secara detail.

Tidak Memiliki Registrasi API atau IOR

Pengiriman tidak dapat melewati bea cukai Indonesia tanpa API yang valid atau Importer of Record lokal terdaftar. Jangan biarkan kargo Anda tertahan di pelabuhan karena dokumen kurang—ajukan API jauh-jauh hari.

Tidak Memenuhi ISPM-15 atau Sertifikasi

Mengirim dengan kemasan kayu tanpa perlakuan atau melewatkan registrasi SNI/BPOM/SDPPI adalah penyebab umum penolakan barang. Cek panduan sertifikasi dan aturan kemasan ISPM-15 sebelum memesan pengiriman.

Pengiriman Tiba Saat Libur Besar

Menjadwalkan kedatangan barang saat Idul Fitri, Natal, atau libur besar lain hampir pasti menimbulkan keterlambatan dan biaya ekstra. Gunakan kalender pengiriman kami untuk menghindari periode risiko puncak.

Dokumen Tidak Lengkap atau Terlambat Dikirim

Terlambat mengajukan PIB atau advance manifest akan menambah biaya penumpukan dan memperlambat proses bea cukai. Selalu koordinasikan pengiriman dokumen dengan forwarder Anda, terutama untuk pengiriman door-to-door.

Inti Penting: FCA vs FOB untuk Impor ke Indonesia (Kesimpulan Utama Anda)

Memilih antara FCA dan FOB bukan sekadar soal tarif—ini soal kontrol, kepatuhan, dan risiko. FCA memberi fleksibilitas dan transparansi biaya; FOB lebih sederhana untuk pengiriman laut standar namun sering menyembunyikan biaya asal. Apapun Incoterm yang Anda pilih, kunci sukses impor ke Indonesia adalah registrasi API sejak awal, memahami kewajiban INSW/PIB, dan patuh pada SNI, BPOM, serta ISPM-15.

Rencanakan pengiriman agar tidak bertepatan dengan hari libur besar, gunakan jasa forwarder yang paham aturan lokal, dan jadikan panduan lengkap pengiriman ke Indonesia kami sebagai referensi utama. Untuk konsultasi atau penawaran khusus, silakan hubungi tim kami kapan saja.

ReferensiGlosarium· 37 istilah

Cari istilah, atau lompat berdasarkan huruf.

advance
5. Ketika carrier atau broker membayarkan bea, pajak, atau biaya ke bea cukai atas nama Anda dan menagihnya kemudian. Biasanya ada biaya disbursement; pastikan siapa yang membayar di awal dan besaran fee-nya.
AWB
13. Air Waybill. Dokumen transportasi untuk kargo udara; bukti kontrak antara shipper dan carrier.
Badan Karantina Pertanian
14. Badan Karantina Pertanian. Otoritas Indonesia yang mengawasi impor tumbuhan, hewan, dan produk pertanian.
Bea Masuk
Import Duty. Tarif bea masuk Indonesia yang diterapkan pada barang impor sesuai HS code dan asal barang.
CIF
39. Cost, Insurance and Freight. Hanya untuk laut dan sungai—bukan udara. Seller bayar freight dan asuransi minimum (biasanya ICC C) ke pelabuhan tujuan; buyer yang melakukan clearance dan bayar bea. Risiko berpindah saat barang di atas kapal.
CIP
40. Carriage and Insurance Paid To. Semua moda (laut, udara, multimodal). Seller bayar freight dan asuransi lebih luas (sering ICC A) ke lokasi yang disepakati. Cover lebih tinggi dari CIF minimum—cocok untuk kargo udara dan bernilai tinggi.
clearance
43. Customs clearance. Proses pengajuan barang dan dokumen ke bea cukai untuk mendapatkan release impor atau ekspor. Clearance ekspor (siapa yang mengurus) adalah perbedaan utama antara EXW dan FOB.
cut-off
Batas waktu barang atau dokumen harus diterima agar bisa ikut kapal atau pesawat tertentu; lewat deadline biasanya tertunda sehari.
DAP
Delivered At Place; penjual kirim ke lokasi yang ditentukan (misal gudang pembeli) dan bongkar, pembeli urus clearance impor, bea, dan Pajak Konsumsi. IOR adalah pembeli.
DDP
Delivered Duty Paid; penjual bayar semua biaya sampai pintu pembeli, termasuk clearance, bea, dan Pajak Konsumsi. DDP asli berarti penerima tidak bayar apa pun saat barang tiba.
demurrage
Biaya saat barang tinggal di terminal lewat free time yang diberikan; biasanya akibat dokumen terlambat atau pickup tertunda.
door-to-door
Layanan door-to-door dari shipper ke consignee; forwarder atau carrier mengatur seluruh proses, termasuk penjemputan dan pengantaran.
DUA
Documento Único de Importación. Formulir deklarasi impor Chile yang digunakan dalam prosedur kepabeanan.
EXW
Ex Works; seller hanya menyediakan barang di lokasi mereka, buyer mengurus penjemputan, clearance ekspor, pengiriman, dan seluruh proses selanjutnya. Risiko beralih di pintu pabrik—paling awal di antara Incoterms.
FCA
Free Carrier; seller menyerahkan barang di lokasi yang ditentukan (CY, CFS, terminal), buyer yang booking main freight dan asuransi. Risiko beralih saat barang diserahkan ke carrier—jelas dan bisa diverifikasi. Cocok untuk container (FCL/LCL); untuk air, gunakan FCA atau CIP.
FCL
Full Container Load; Anda booking satu container penuh (misal: 20GP atau 40HC), hanya barang Anda di dalamnya.
FOB
Free On Board; seller menyerahkan barang ke kapal dan urus clearance ekspor, buyer yang booking freight dan urus impor dari sisi kapal. Risiko beralih saat barang di atas kapal. Hanya untuk sea freight—untuk air gunakan FCA. Untuk container, momen 'on board' sering tidak jelas; FCA (CY/CFS) lebih pasti.
forwarder
Freight forwarder; perusahaan yang mengatur transportasi, dokumen, dan sering juga urusan bea cukai atas nama Anda.
HS Code
HS code; klasifikasi produk internasional untuk bea cukai, menentukan tarif bea masuk dan pembatasan.
Importer of Record
Pihak di negara tujuan yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak (singkatan IOR).
Indonesia National Single Window
INSW. Platform elektronik Indonesia untuk clearance kepabeanan, perizinan, dan dokumen ekspor-impor.
INSW
Indonesia National Single Window. Sistem terpusat untuk pengajuan dokumen ekspor-impor ke otoritas Indonesia.
IOR
Importer of Record. Pihak yang secara hukum bertanggung jawab atas deklarasi impor serta pembayaran bea dan pajak di negara tujuan.
ISPM-15
International Standards for Phytosanitary Measures No. 15. Standar perlakuan untuk kemasan kayu (misal: palet) agar bebas hama.
landed cost
Total biaya sampai barang tiba di tujuan akhir: transportasi, handling, bea cukai, bea masuk, pajak, dan last-mile. Gunakan untuk membandingkan moda, bukan hanya tarif utama.
last-mile
Tahap akhir pengiriman dari pelabuhan, bandara, atau gudang ke alamat penerima. Bisa termasuk surcharge area terpencil atau residensial.
LCL
Less than Container Load. Kargo Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain; tarif per CBM (ditambah biaya CFS dan handling di kedua sisi).
Packing List
Dokumen yang memuat daftar isi, berat, dan kemasan tiap paket; digunakan untuk bea cukai dan handling kargo.
Pajak Pertambahan Nilai
Value Added Tax (VAT) di Indonesia. Dikenakan pada barang dan jasa impor, biasa disebut PPN.
pickup
Pengambilan barang di pabrik. Truk dipesan, muat di lokasi asal, lalu kirim ke CFS, CY, atau bandara. Jarak, jumlah supplier, dan kesiapan barang memengaruhi biaya.
port-to-port
Layanan hanya dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Penjemputan dan pengiriman diatur sendiri oleh Anda atau forwarder.
PPN
Pajak Pertambahan Nilai. PPN di Indonesia, umumnya 11%, dikenakan pada sebagian besar impor dan penjualan.
SDPPI Type Approval
Surat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Type Approval. Sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi dan wireless, wajib dari Kominfo.
Single Window
Sistem trade facilitation Ghana yang memungkinkan importir mengajukan seluruh dokumen regulasi melalui satu portal elektronik.
SKU
Stock Keeping Unit. Kode unik untuk varian produk. Harus konsisten di label karton, packing list, dan invoice; mismatch bisa menyebabkan barang tertahan atau rework di gudang.
Type Approval
Sertifikasi dari ARPCE untuk produk elektronik, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi Aljazair.
VAT
Value Added Tax. Pajak konsumsi standar di Kamboja yang dikenakan pada impor, saat ini sebesar 10%.